Kehadiran Inara Rusli di Komnas Anak
Inara Rusli, yang sebelumnya dikenal sebagai istri siri dari Insanul Fahmi, datang ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Kedatangan ini terjadi setelah dua bulan ia tidak bisa bertemu dengan ketiga anaknya. Kejadian ini menunjukkan bahwa situasi yang dialami Inara Rusli semakin memperburuk kondisi hubungannya dengan mantan suaminya, Insanul Fahmi.
Komnas Anak memberikan dukungan penuh kepada Inara Rusli, yang sebelumnya menjadi sosok orang ketiga dalam rumah tangga Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa. Dalam kasus perselingkuhan yang muncul ke permukaan, Inara Rusli memberikan ultimatum kepada Insanul Fahmi untuk membuat keputusan mengenai siapa yang akan ia pilih sebagai istri sah.
Selama masa perdebatan tersebut, ketiga anak Inara Rusli hasil pernikahannya dengan musisi Virgoun berada di bawah pengasuhan Virgoun. Namun, setelah Insanul Fahmi memutuskan kembali pada Wardatina Mawa, Inara Rusli merasa kehilangan tiga buah hatinya. Hal ini akhirnya memicu laporan resmi yang diajukan ke Komnas Anak.
Hak Asuh Anak yang Diakui oleh Pengadilan
Menurut putusan Pengadilan Agama, hak asuh atas ketiga anak Inara Rusli jatuh ke tangan ibunya sendiri. Ketua Komnas Anak, Agustinus Sirait, menyatakan bahwa pihaknya mendukung Inara Rusli karena fakta-fakta yang ada saat ini menunjukkan bahwa ia memiliki hak asuh anak.
“Kami mendukung Ibu IR tersebut karena berdasarkan fakta dan keadaannya hari ini, menurut surat dari keputusan pengadilan bahwa hak asuh anak itu berada di tangan si Ibu, ya,” ujar Agustinus Sirait.
Komnas Anak menegaskan bahwa tidak boleh ada pihak mana pun yang menghalangi seorang ibu kandung untuk bertemu dengan anak-anaknya. Bahkan, tindakan mengambil anak secara paksa tanpa persetujuan ibu kandung dianggap sebagai tindak kekerasan.
“Tentu kami tidak bisa membiarkan siapa pun, bahkan ayah kandungnya, dengan secara paksa untuk mengambil anak tanpa persetujuan dari Ibunya yang memiliki hak asuh anak,” ujar Agustinus Sirait.
“Itu bagian dari kekerasan sebetulnya. Karena kita juga harus memikirkan bagaimana psikisnya anak-anak,” lanjutnya.
Tindakan Mengambil Anak Secara Paksa
Komnas Anak menilai bahwa aksi mengambil anak secara paksa dan menghalangi pertemuan dengan ibu kandung merupakan tindak kekerasan. Bahkan, hal tersebut bisa termasuk dalam kasus hukum.
“Kekerasan psikis sebetulnya terhadap anak-anak. Dan itu tentu bisa menimbulkan delik hukum, saya pikir seperti itu,” tutupnya.
Sebelumnya, Virgoun membawa tiga buah hatinya keluar dari rumah Inara Rusli sejak sang mantan istri berkasus terkait dugaan perzinahan dan perselingkuhan. Dalam chat WhatsApp yang beredar, Virgoun menyebut membawa tiga anaknya setelah masalah Inara Rusli mereda.
Sementara itu, selama bersama Virgoun, anak-anak Inara Rusli juga diasuh oleh sang tante, Febby Carol. Melalui media sosial, Febby Carol kerap membagikan momen kebersamaan dengan keponakannya, tak terkecuali Starla.
Netizen kemudian melihat perbedaan Starla saat bersama Inara Rusli dan Febby Carol. Menurut netizen, Starla terlihat lebih ekspresif ketika bersama sang tante dibandingkan ibunya sendiri.
Kasus Pernikahan Siri yang Masih Berlangsung
Kasus pernikahan siri Inara Rusli dan Insanul Fahmi masih belum menemui titik terang. Inara Rusli memilih mempertahankan pernikahan sirinya dengan Insanul Fahmi meskipun dilakukan di luar izin istri sah, Wardatina Mawa.
Laporan Wardatina Mawa terhadap Insanul Fahmi dan Inara Rusli pun masih berlanjut. Wardatina Mawa melaporkan Inara Rusli dan Insanul Fahmi ke Polda Metro Jaya atas dugaan kasus perzinahan dan perselingkuhan.
Sementara itu, Insanul Fahmi sendiri masih bersikeras untuk kembali dengan Wardatina Mawa meskipun sang istri masih enggan. Bahkan terdapat dugaan bahwa Insanul Fahmi rela melepas Inara Rusli demi kembali pada Wardatina Mawa.
Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."











