Tradisi Ruwahan di Bulan Syaban
Di bulan Syaban, masyarakat Indonesia seringkali melaksanakan tradisi Ruwahan sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk anggota keluarga yang telah meninggal. Tradisi ini biasanya dilakukan menjelang Puasa Ramadhan, yang diperkirakan jatuh pada tanggal 18 Februari 2026. Dengan masih tersisa beberapa hari sebelum Ramadhan tiba, banyak keluarga memanfaatkan waktu tersebut untuk menggelar acara Ruwahan.
Acara Ruwahan memiliki susunan kegiatan yang harus diikuti agar berjalan lancar dan bermakna. Berikut ini beberapa contoh susunan acara Ruwahan yang bisa menjadi referensi bagi Anda:
Contoh Susunan Acara Ruwahan di Rumah
Contoh (1)
– Pembukaan:
Acara dibuka oleh MC dengan membaca Basmalah atau Al-Fatihah.
– Sambutan Tuan Rumah:
Tujuan acara disampaikan, termasuk permintaan maaf atas kekurangan dan ucapan terima kasih kepada tamu.
– Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an:
Opsional, biasanya berupa pembacaan surat-surat pendek.
– Pembacaan Dzikir, Tahlil, dan Tahmid:
Dipimpin oleh Kyai atau sesepuh setempat.
– Pembacaan Doa Arwah:
Nama-nama almarhum/almarhumah disebutkan secara spesifik.
– Mauidzah Hasanah:
Ceramah singkat tentang makna bulan Ruwah dan persiapan menyambut Ramadhan.
– Penutup:
Doa penutup dan ucapan syukur.
– Ramah Tamah / Makan Bersama:
Menikmati hidangan yang disediakan, seperti nasi berkat atau tumpeng.
Contoh (2)
– Pembukaan oleh Tuan Rumah:
Pemilik rumah menyampaikan daftar nama keluarga yang sudah meninggal.
– Pembacaan Surat Yasin:
Dibaca bersama-sama oleh seluruh tamu.
– Tahlil Ringkas:
Dzikir tahlil untuk mendoakan ahli kubur.
– Doa Penutup:
Doa khusus untuk arwah dan keselamatan keluarga.
– Pembagian Sedekah / Berkat:
Bingkisan makanan diberikan kepada tamu.
Contoh (3)
– Pembukaan:
MC membuka acara dengan salam, hamdalah, dan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
– Sambutan Tuan Rumah:
Simbolis, jika tuan rumah ingin memberikan sambutan maka sesi ini diadakan.
– Pembacaan Ayat-Ayat Suci Alquran:
Dilakukan oleh Qori untuk mendapatkan pahala.
– Pembacaan Surat Yasin dan Tahlil:
Diiringi oleh ulama yang menyebutkan nama-nama keluarga yang telah wafat.
– Membaca Doa:
Doa dimohonkan untuk keselamatan dunia dan akhirat serta tempat yang layak bagi arwah.
– Penutup:
MC memimpin bacaan hamdalah dan mengucapkan permintaan maaf jika ada kesalahan.
– Makan Bersama:
Keluarga menyiapkan makanan untuk disantap bersama, sebagai bentuk sedekah ruwahan.
Keistimewaan Acara Ruwahan
Tradisi Ruwahan tidak hanya menjadi sarana untuk berdoa, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antar keluarga dan masyarakat. Selain itu, acara ini juga menjadi momen untuk memberikan makanan kepada sesama muslim, sehingga menjadi amal yang pahalanya terus mengalir hingga kita wafat.
Dalam pelaksanaannya, acara Ruwahan biasanya dilengkapi dengan bacaan Al-Qur’an, dzikir, tahlil, dan doa untuk para arwah. Hal ini bertujuan agar roh mereka mendapat kedamaian dan ampunan dosa. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan dengan penuh kebersihan hati dan jiwa.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











