Tradisi dan Pantangan dalam Perayaan Imlek yang Masih Dipatuhi
Menjelang Imlek 2026, berbagai tradisi dan kepercayaan kembali menjadi perhatian masyarakat Tionghoa. Perayaan Tahun Baru Imlek selalu dianggap sebagai awal yang menentukan keberuntungan sepanjang tahun. Karena itu, apa yang dilakukan saat Imlek diyakini membawa pengaruh besar bagi nasib ke depan. Sejumlah pantangan pun masih dijaga karena disebut bisa mendatangkan kesialan.
Tradisi ini diwariskan turun-temurun dan tetap dipraktikkan hingga kini. Menjelang Imlek 2026, berikut beberapa pantangan Imlek yang dipercaya tidak boleh dilanggar. Berikut penjelasannya:
Makna Pantangan dalam Perayaan Imlek
Imlek merupakan perayaan penting bagi warga Tionghoa karena menandai pergantian tahun dalam kalender tradisional China. Kepercayaan yang berkembang menyebutkan bahwa tindakan di hari pertama Imlek akan memengaruhi keberuntungan selama setahun penuh. Oleh sebab itu, berbagai larangan dijalankan sebagai bentuk kehati-hatian.
Pantangan-pantangan ini bukan sekadar larangan, melainkan simbol harapan akan rezeki, kesehatan, dan keharmonisan. Berikut rangkuman pantangan Imlek yang disebut bisa membawa sial.
Daftar Pantangan Imlek yang Masih Dijaga
-
Membersihkan Rumah saat Imlek
Membersihkan rumah, termasuk menyapu dan membuang sampah, dipercaya dapat menghilangkan keberuntungan. Pantangan ini masih banyak dipatuhi hingga menjelang Imlek 2026. Jika terpaksa membersihkan rumah, dianjurkan menyapu dari tepi luar ke arah dalam. Sampah sebaiknya disimpan dan baru dibuang setelah hari kelima Imlek. Hal ini melambangkan menjaga rezeki agar tidak “terbuang” di awal tahun. -
Memecahkan Benda
Memecahkan benda seperti piring, gelas, atau mangkuk dianggap sebagai pertanda putusnya kemakmuran. Dalam kepercayaan Imlek, kejadian ini dapat membawa nasib buruk. Jika hal tersebut terjadi, pecahan benda biasanya dibungkus kertas merah. Sambil membungkusnya, orang dianjurkan mengucapkan kalimat bermakna keberuntungan. Pecahan baru dibuang setelah perayaan Imlek berakhir. -
Mengucapkan Kata-Kata Negatif
Mengucapkan kata berkonotasi negatif sangat dihindari saat Imlek. Kata seperti sakit, mati, miskin, hancur, atau terbunuh diyakini membawa energi buruk. Ucapan tersebut dipercaya dapat menarik kemalangan bagi diri sendiri maupun keluarga. Karena itu, saat Imlek 2026, masyarakat dianjurkan memperbanyak ucapan doa dan harapan baik. -
Menggunakan Benda Tajam
Penggunaan benda tajam seperti gunting, jarum, dan pisau juga menjadi pantangan Imlek. Benda tajam dianggap dapat “memotong” aliran kekayaan dan kesuksesan. Karena alasan ini, banyak salon rambut memilih tutup selama perayaan Imlek. Aktivitas memotong rambut biasanya baru dilakukan setelah rangkaian Imlek selesai. -
Menagih dan Meminjam Uang
Menagih utang saat Imlek dipercaya membawa nasib buruk. Pantangan ini mengandung pesan moral tentang empati dan kebersamaan. Semua orang diharapkan dapat merayakan Imlek tanpa beban pikiran. Selain menagih utang, meminjam uang juga sebaiknya dihindari. -
Minum Obat di Hari Pertama Imlek
Dalam kepercayaan tradisional, minum obat pada hari pertama Imlek dianggap membawa sakit sepanjang tahun. Oleh karena itu, sebagian orang menghindari menyeduh jamu atau obat di hari tersebut. Di beberapa wilayah, orang sakit bahkan memecahkan pot obat setelah pergantian tahun. Ritual ini dipercaya dapat mengusir penyakit di tahun mendatang. -
Tidak Makan Bubur dan Daging saat Sarapan
Bubur dianggap sebagai makanan orang miskin sehingga tidak boleh dimakan saat sarapan Imlek. Mengonsumsinya dipercaya menjadi pertanda kesialan. Selain itu, daging juga dihindari saat sarapan sebagai bentuk penghormatan kepada dewa-dewa. -
Tidak Mencuci Rambut dan Pakaian
Mencuci rambut dan pakaian dilarang pada hari pertama dan kedua Imlek. Dua hari tersebut dipercaya sebagai hari ulang tahun Shuishen atau Dewa Air. Dalam bahasa China, kata rambut memiliki pengucapan sama dengan “fa” yang berarti kaya. Mencuci rambut di awal tahun dianggap sama dengan menghanyutkan kekayaan. -
Menjahit dan Aktivitas Serupa
Menjahit juga termasuk pantangan saat Imlek. Aktivitas ini dianggap berpotensi membawa kesialan dan mengurangi rezeki. Selain itu, penggunaan jarum, pisau, dan gunting sebaiknya dihindari.
Kesimpulan
Pantangan Imlek merupakan bagian dari tradisi yang sarat makna simbolis. Meski tidak semua orang memercayainya secara harfiah, nilai kehati-hatian dan harapan baik tetap dijunjung tinggi. Menjelang Imlek 2026, memahami pantangan ini dapat menjadi cara menghormati tradisi leluhur. Lebih dari sekadar larangan, pantangan Imlek mengajarkan pentingnya menjaga sikap, ucapan, dan perbuatan di awal tahun. Dengan demikian, Imlek tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga momentum refleksi dan harapan baru.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











