Kegembiraan Berubah Menjadi Kekecewaan
Yulia Nurul dan suaminya, Muskinul Fuad, warga Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, awalnya merasa sangat bahagia setelah menjadi pemenang satu unit mobil Honda Brio dalam undian Jalan Sehat. Namun, kebahagiaan itu berubah menjadi kekecewaan karena hadiah yang dijanjikan belum juga diterima hingga kini.
Masalah utama terletak pada pembayaran yang belum lunas dari pihak panitia kepada dealer mobil. Muskinul Fuad mengungkapkan bahwa sejak pengumuman pemenang, mereka belum bisa mengambil mobil yang dijanjikan. Ia menyebutkan bahwa masalah ini disebabkan oleh pihak panitia yang belum melunasi pembayaran ke dealer.
“Ya sampai dengan saat ini belum dapat hadiah itu. Permasalahannya dari pihak panitia belum melunasi ke dealer, jadi mobilnya masih tertahan di dealer sampai sekarang,” kata Fuad.
Alasan Panitia
Fuad menjelaskan bahwa ia masih berkomunikasi dengan pihak panitia, namun alasan yang diberikan tetap sama, yaitu panitia masih mencari cara untuk menutupi kekurangan pembayaran. Ia menyatakan bahwa hingga saat ini, pihak panitia masih memberikan alasan yang berbeda-beda.
“Panitia ada aja alasannya terus dan masih mencari kekurangan itu,” ujarnya. Fuad juga mengatakan bahwa setelah diumumkan sebagai pemenang, pihak panitia sempat menghubungi Yulia untuk melengkapi administrasi. Saat itu, panitia meminta data seperti KTP untuk keperluan pendataan.
“Waktu pertama kali diumumkan dapat hadiah mobil, disuruh melengkapi administrasi. Panitia minta KTP buat pendataan,” katanya.
Status Mobil dari Pihak Dealer
Fuad juga mengaku sempat menanyakan langsung ke pihak dealer mengenai status mobil tersebut. Dari informasi yang diperoleh, ia mengetahui bahwa pembayaran dari panitia belum lunas.
“Saya tanya ke pihak dealer, Pak ini kenapa mobil tersebut belum bisa diambil? Terus pihak dealer bilang, ini dari pihak panitia belum melakukan pelunasan,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang ia terima, panitia baru membayar sebagian dari harga mobil tersebut. “Yang saya tahu, dari pihak panitia itu baru melunasi Rp 95 juta. Berarti masih kurang sekitar Rp 64 juta,” tambah Fuad.
Pengalaman Mengikuti Undian
Fuad mengungkapkan bahwa ia mengikuti undian tersebut dengan membeli satu bendel kupon jalan sehat. “Saya beli 100 lembar, atau satu bendel. Harga satu tiket Rp2.500,” katanya.
Ia berharap panitia segera menuntaskan kewajiban pembayaran hadiah tersebut. Jika tidak ada kejelasan, ia mengaku siap menempuh jalur hukum.
“Harapannya ya hadiah itu bisa segera diberikan. Kalau tidak, upaya hukum saya akan gugat panitia,” ujarnya.
Agenda HUT ke-80 RI Banyumas
Jalan Sehat Semangat Merah Putih merupakan agenda dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Banyumas. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Panitia HUT ke-80 RI Kabupaten Banyumas bekerja sama dengan Event Organizer, sebagai upaya mengajak masyarakat merayakan kemerdekaan dengan cara yang sehat, meriah, dan penuh kebersamaan.
Acara jalan sehat berlangsung pada Minggu (24/8/2025) di kawasan Menara Teratai Purwokerto. Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum dengan harga tiket Rp2.500 per orang. Panitia menyiapkan beragam hadiah bagi para peserta, termasuk hadiah utama satu unit mobil Honda Brio.
Penjelasan Pihak Penyelenggara
Pihak penyelenggara akhirnya angkat bicara. Direktur Boss Event Organizer, Najmudin, menjelaskan bahwa nama perusahaannya hanya dipinjam oleh seseorang untuk menggelar acara tersebut. “Awal dikenalkan kawan, (orang tersebut mengatakan) saya pinjam benderanya, nanti ada investor Rp150 juta. Tapi selama perjalanan tidak ada apa-apa, bingung saya,” ujar Najmudin.
Najmudin mengaku bahwa sebagai pemilik perusahaan, dirinya hanya menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pemkab Banyumas. Sementara teknis penyelenggaraan dilakukan oleh orang tersebut. “Sebagai pemilik perusahaan otomatis saya yang melakukan MoU. Rekrutmen (crew) juga dari sana semua, saya cuma datang pas hari H,” ujarnya.
Namun dalam perjalanannya, Najmudin menyebut laporan keuangan yang disampaikan oleh pelaksana tidak jelas. “Laporan keuangannya tidak jelas,” imbuhnya. Ia mengaku sudah mencium gelagat mencurigakan sejak acara berjalan. “Ketika perjalanan sudah mulai meragukan, saya minta buat surat pernyataan (bahwa penganggungjawab acara adalah pelaksana), tapi tidak mau tandatangan,” tambah Najmudin.
Najmudin juga menegaskan, tidak ada aliran uang penyelenggaraan jalan sehat yang masuk ke rekening perusahaan maupun rekening pribadinya. “Semua transaksi tidak ada yang masuk ke rekening perusahaan dan pribadi saya,” katanya. Ia juga mengaku tidak mengetahui teknis kerja sama antara panitia dengan pihak dealer Honda. “Lobi dengan (dealer) Honda juga saya tidak dilibatkan,” ujar Najmudin.
Penjelasan Sekda Banyumas
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas sekaligus Ketua Panitia HUT ke-80 RI, Agus Nur Hadie, menjelaskan bahwa kegiatan jalan sehat merupakan bagian dari rangkaian acara yang digelar pemkab bersama pihak event organizer. “Dalam rangka HUT RI pemkab menggelar berbagai acara, ada perlombaan tenis, paduan suara dan sebagainya, termasuk ada jalan sehat,” kata Agus.
Menurut Agus, masing-masing kegiatan memiliki penanggung jawab atau panitia. Untuk kegiatan jalan sehat, pemkab bekerja sama dengan EO. Tiket jalan sehat dijual seharga Rp2.500 per lembar, dengan berbagai hadiah yang dijanjikan, termasuk hadiah utama mobil Honda Brio.
Agus menjelaskan, persoalan muncul karena uang hasil penjualan tiket diduga dibawa kabur oleh salah satu karyawan EO. “Informasinya pada saat akan digunakan untuk membayar mobil, uangnya dibawa oleh salah satu pegawainya. Ini lagi dicari orangnya, EO-nya tetap bertanggungjawab,” ujar Agus.











