Kumpulan Pantun Pembuka Kultum Ramadan yang Menarik Perhatian
Setiap bulan Ramadan, suasana di masjid terasa khusuk dan penuh makna. Salah satu tradisi yang sering dilakukan adalah penyampaian kultum setelah salat fardu atau tarawih. Kultum biasanya dibuat singkat namun sarat dengan pesan moral dan kebajikan. Untuk membuat kultum lebih menarik dan santai, banyak orang memilih menggunakan pantun sebagai pembuka.
Pantun merupakan bentuk puisi lama yang memiliki struktur khusus, yaitu dua baris pertama berupa perkenalan atau gambaran, dan dua baris berikutnya berisi pesan utama. Dengan menggunakan pantun, audiens akan merasa lebih nyaman dan tertarik untuk mendengarkan seluruh isi kultum.
Berikut ini adalah beberapa contoh pantun pembuka kultum Ramadan yang bisa digunakan:
-
Makan udang sambil dikepang
Wahai hadirin, selamat datang -
Malam bikin mi instan
Semoga kultum ini membawa keberkahan -
Dulu delman, sekarang gokar
Saya mau kultum, mau dengar? -
Ikan kecil ikan arwana
Assalamualikum semua -
Buah manggis dipetik Bang Somat
Semoga semua yang dating diberi rahmat -
Pagi hari makan kelapa
Rasanya enak bikin tertawa
Kita di sini telah berjumpa
Untuk acara yang istimewa -
Biru laut seperti kolam
Ikan paus pandai menyelam
Dari lubuk hati yang paling dalam
Saya buka kultum dengan salam -
Bunga sekuntum dari pohon talas
Di Purwokerto anak bersekolah
Assalamualaikum mohon dibalas
Ku buka acara dengan bismillah -
Di kota Padang ada goa keramat
Letaknya dekat dari rumah Si Mamat
Selamat datang hadirin yang terhormat
Moga senantiasa mendapat rahmat -
Bunga harum mekar sekuntum
Buah tomat terlihat ranum
Assalamualaikum antum-antum
Semoga sehat dan selalu senyum -
Belajar Fisika teori kuantum
Belajar Kimia tentang kalium
Kata pembuka, “Assalamualaikum.”
Takjilnya sudah diminum? -
Mentari muncul belum tinggi
Hanya selangkah sepanjang hari
Assalamualaikum wahai suadara-saudari
Semoga berkah tertuju padamu hari ini

-
Bangun pagi langsung sarapan
Sebelum pergi mencari ikan
Hati tergerak untuk ucapkan
Slam pembuka untuk kalian -
Bangun pagi langsung sarapan
Sebelum pergi mencari ikan
Hati tergerak untuk ucapkan
Salam pembuka untuk kalian -
Pergi ke pasar membeli ikan
Tak lupa juga membeli terasi
Puji syukur kita ucapkan
Bisa berjumpa di hari ini -
Petik sekuntum bunga pematang
Bunganya kecil dimakan ngengat
Assalamualaikum selamat datang
Ku sapa hadirin dengan hangat -
Rembulan jelita yang menawan
Bingung sejenak cari alamat
Selamat datang tuan dan puan
Moga acara ini membawa manfaat -
Jalan-jalan membawa kolintang
Dari kota makan soto babat
Terima kasih telah berkenan datang
Meski cuaca kurang bersahabat -
Jika haus segeralah minum
Daripada nanti badanmu demam
Saat kuucapkan assalamualaikum
Mohon dijawab waalaikumsalam -
Ke samudera naik kapal selam
Udaranya panas dan juga lembab
Kalau saya nanti memberi salam
Jangan lupa hadirin menjawab

-
Pergi ke sungai memancing ikan
Ikan kecil ikan arwana
Salam sapa saya ucapkan
Assalamualaikum hadirin semua -
Ada jarum di atas papan
Papan kayu tidak tenggelam
Assalamualaikum sebagai sapaan
Sapaan merdu umat Islam -
auh pulau dari Malaka
Pergi haji ke kota Mekkah
Dengan bismillah acara dibuka
Semoga semuanya mendapat berkah -
Pergi ke pasar di hari Senin
Ke pasar membeli pisang
Assalamualaikum saya ucapkan
Untuk bapak ibu yang sudah datang -
Berolahraga memakai kostum
Bajunya cokelat kena yodium
Acara dibuka dengan assalamualaikum
Mohon membalas, “Walaikumsalam.” -
Pagi hari makan kelapa
Rasanya enak bikin tertawa
Kita di sini telah berjumpa
Untuk acara yang istimewa -
Buah mangga sedang ranum
Diberi sambal enak rasanya
Kuucapkan assalamualaikum
Salam sejahtera buat semuanya -
Semua tulisan harus dirangkum
Sebelum dikirim ke Kota Belgia
Ku ucapkan assalamualaikum
Untuk hadirin hadirat yang berbahagia -
Ada burung diatas dahan
Dahannya ada di pohon beringin
Saya ucapkan salam pembukaan
Kepada semua para hadirin -
Adik mendengkur jangan ditahan
Dia bermimpi bertemu bekantan
Puji syukur panjatkan kepada Tuhan
Telah memberi nikmat berupa kesempatan
Itu dia kumpulan pantun pembuka kultum Ramadan yang bisa dijadikan “senjata” untuk menarik perhatian audiens. Dengan menggunakan pantun, kultum tidak hanya lebih santai, tetapi juga tetap penuh pesan kebajikan.
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”











