"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Daerah  

Ratusan Ibu-ibu Menunggu Berjam-Jam untuk Nasi Rp11 Ribu, Banyak yang Kecewa

Antusiasme Tinggi Warga Harjamukti dalam Gerakan Pangan Murah

Ratusan warga Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Cirebon, rela mengantre berjam-jam di Lapangan Kebon Pelok demi mendapatkan sembako dengan harga di bawah pasar. Khususnya beras SPHP yang dijual dengan harga Rp11.000 per kilogram. Acara ini digelar sebagai bagian dari Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bertujuan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

Stok Sembako Cepat Habis

Kegiatan GPM berlangsung pada Selasa (3/3/2026), dan sejak siang hari, antrean panjang terlihat di bawah tenda putih. Para ibu-ibu berhijab yang datang membawa uang tunai tampak tertib menunggu giliran. Mereka ditemani oleh personel Polres Cirebon Kota yang menjaga meja pelayanan. Meski suasana terlihat ramai, tidak sedikit warga yang harus menahan kekecewaan karena stok barang habis sebelum mereka tiba.

Ulfa (42), salah satu warga setempat, mengaku telah mengantre selama sekitar satu jam. Namun, sayangnya ia tidak berhasil mendapatkan beras murah. Ia hanya bisa membawa pulang minyak goreng dan telur. “Saya cari beras, tapi tidak dapat. Kehabisan,” kata Ulfa.

Hal serupa dialami Nurmini (48), yang bahkan mengantre lebih lama di tengah panas. Ia mengaku tidak berhasil mendapatkan beras dan gula pasir. “Saya antre berjam-jam, tapi habis,” keluh Nurmini. Meski demikian, ia merasa terbantu karena minyak goreng yang dibeli lebih murah dibanding harga di pasar.

15 Stand Disiapkan dengan Harga Di Bawah Pasaran

Gerakan Pangan Murah ini turut dihadiri oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, serta Irwasda Polda Jawa Barat Kombes Pol Benny Subandi dan Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar. Benny menyatakan bahwa ada 15 stand yang disiapkan dengan harga di bawah pasar. Ia menekankan bahwa beras SPHP dijual sesuai harga resmi Bulog tanpa tambahan.

“Beras itu memang harga dari Bulog ya, Rp 11.000 itu kita tidak nambah-nambah. Memang harga Bulog beras SPHP itu Rp 11.000 per 5 kilo,” jelas Benny. Program ini digelar serentak di delapan Polres di Jawa Barat dan akan berlanjut secara bergiliran setiap dua minggu.

Pengawasan Penimbunan Diperketat

Menjelang Lebaran, pengawasan terhadap bahan pokok diperketat untuk mencegah penimbunan. Benny menyatakan bahwa pengawasan tetap dilakukan dengan berkoordinasi dengan Satgas Pangan. Strategi turun ke pasar juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan sembako yang cukup.

Bagi warga Harjamukti, GPM menjadi angin segar di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Meski beras dan gula cepat habis, minyak goreng menjadi ‘penyelamat’ dapur menjelang Lebaran. Antrean panjang hari itu menjadi gambaran sederhana, yakni kebutuhan pokok murah masih menjadi rebutan utama warga.


Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *