Penanganan Sampah di Wilayah Rappocini
Camat Rappocini, Yudistira Ekaputra Nugraha, merespons laporan yang diterimanya terkait keluhan warga dari Kelurahan Buakana mengenai adanya warga dari luar wilayah yang membuang sampah sembarangan. Ia menyatakan akan segera mengonfirmasi informasi tersebut kepada Lurah Buakana untuk memastikan asal warga yang diduga melakukan tindakan tersebut.
“Saya konfirmasi dulu ke lurahnya. Belum jelas juga ini warga dari mana, apakah dari antar RT, antar RW, antar kelurahan, atau memang dari luar wilayah,” ujarnya saat berbicara dengan media.
Yudistira menekankan bahwa peran RT dan RW sangat penting dalam mengingatkan atau menegur warga yang kedapatan membuang sampah tidak pada tempatnya. Menurutnya, pengawasan di tingkat RT/RW menjadi salah satu cara efektif untuk mencegah kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Sistem Pengelolaan Sampah di Kecamatan Rappocini
Secara umum, sistem pengelolaan sampah di wilayah Kecamatan Rappocini telah diatur melalui mekanisme pengangkutan oleh petugas kebersihan. Setiap kelurahan memiliki armada motor pengangkut sampah atau motor Viar yang beroperasi di kawasan permukiman warga. Selain itu, terdapat pula mobil pengangkut sampah yang bertugas di jalan-jalan protokol.
“Di kelurahan ada motor sampah yang masuk ke kawasan perumahan. Kemudian ada mobil sampah yang melayani jalan-jalan protokol,” jelasnya.
Sampah yang dikumpulkan oleh petugas dari lingkungan warga kemudian dibawa ke titik pengumpulan sementara sebelum dipindahkan ke armada pengangkut yang menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Jadwal pengangkutan sampah di setiap kelurahan juga telah diatur oleh pihak kelurahan dan diawasi oleh petugas kebersihan.
Petugas juga melakukan penyisiran sampah di lingkungan warga hingga dua kali untuk memastikan tidak ada sampah yang tertinggal. Yudistira berharap masyarakat dapat ikut berperan aktif dengan mengumpulkan sampah rumah tangga di titik penjemputan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Upaya Peningkatan Pengawasan
Terkait usulan pemasangan kamera pengawas atau CCTV untuk memantau pelaku pembuangan sampah sembarangan, ia mengatakan hal tersebut pernah dilakukan di beberapa lorong oleh Dinas Kominfo. Namun, pemasangan CCTV tersebut belum menjangkau seluruh lorong di wilayahnya.
Meski begitu, ia memastikan akan menindaklanjuti laporan warga dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak kelurahan. “Ini akan saya konfirmasi dulu ke lurahnya, supaya jelas dulu informasinya,” ucapnya.
Keluhan Warga dan Tindakan yang Dilakukan
Sementara itu, Lurah Buakana Yusrina belum menanggapi permintaan wawancara yang dikirimkan hingga berita ini dimuat. Sebelumnya, Ketua RT 003 RW 001 Kelurahan Buakana, Irawati, kesal karena ada warga dari luar wilayah yang masuk membuang sampah sembarangan di wilayahnya. Sampah tersebut dibuang di ujung Jalan Rappocini Raya Lorong 6.
Padahal, menurutnya, ia bersama para warga telah giat dan rutin membersihkan sampah di wilayah tersebut. “Kalau kami giat membersihkan di sekitar lorong, tapi ada saja orang dari luar yang masuk membuang sembarangan,” jelasnya.
Sampah yang dibuang tersebut sangat mengganggu kebersihan lingkungan. Karena itu, Ira mengintensifkan patroli hingga dini hari untuk mencari tahu siapa yang membuang sampah di wilayahnya. Patroli tersebut dilakukan sebagai lanjutan dari kegiatan posko keamanan yang ia jalankan bersama jajaran RT lain di RW 001.
Ia menyebut patroli dilakukan pada waktu-waktu tertentu saat aktivitas warga mulai sepi. “Jam dua, jam tiga subuh kita patroli,” ucapnya. Ia mengungkapkan telah memiliki dugaan dari mana asal warga yang kerap membuang sampah tersebut. Menurutnya, pernah ada pengendara bentor yang dicurigai membawa sampah untuk dibuang di wilayah itu. “Adaji pabentor pernah kita curigai bawa sampah. Baru mau mendekat sudah kita suruh pulang,” ucapnya.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











