"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Daerah  

Pengecoran Jalan Pantura Cepiring-Kendal Selesai, Pemudik Diminta Waspada

Pengerjaan Jalan Nasional Pantura Cepiring dan Ketapang Kabupaten Kendal Selesai

Pengecoran jalan nasional Pantura Cepiring dan Ketapang di Kabupaten Kendal telah selesai dilakukan. Proses pengecoran ini dimulai dua bulan lalu, dengan mengganti konstruksi jalanan yang sebelumnya berupa aspal menjadi cor beton.

Polisi memastikan bahwa kedua titik jalan tersebut kini sudah dapat dilalui secara normal dan siap menyambut para pemudik. “Alhamdulillah untuk pengerjaan jalan di Cepiring dan Ketapang sudah selesai,” ujar Kanit Turjawali Polres Kendal, Ipda Veri Okta Dwi Saputra, pada Minggu (8/3/2026).

Veri menambahkan bahwa meskipun jalur sudah bisa dibuka sepenuhnya, dia tetap meminta pengguna jalan untuk tetap waspada. Saat ini, di beberapa titik masih ada proses pengerjaan pembatas jalan. “Di Ketapang masih ada pembangunan pembatas jalan. Di Cepiring juga sudah dilalui normal,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, mengimbau pengguna jalan untuk tetap waspada di musim penghujan ini, terlebih saat melintasi jalur alternatif di Kabupaten Kendal. Pihaknya juga sudah memetakan daerah-daerah di Kendal yang rawan dilanda bencana. Menurutnya, wilayah Kendal bagian bawah atau Pantura berpotensi dilanda banjir maupun angin kencang terutama wilayah-wilayah langganan.

Wilayah Kendal bagian atas rawan adanya bencana tanah longsor, termasuk jalur-jalur alternatif di Kendal. “Termasuk juga di jalur alternatif Darupono – Boja, kemudian juga jalur Weleri – Sukorejo. Itu potensi longsor dan pohon tumbang,” ungkapnya.

Dijelaskannya, BPBD Kendal juga rutin membagikan informasi perkembangan cuaca kepada warga, sampai ke pelosok desa. “Tentunya kami sudah memberitahukan update informasi cuaca, lewat grup-grup WhatsApp, ada kepala desa di dalamnya. Nanti itu yang bertugas menyampaikan ke warganya,” paparnya.

Di sisi lain, Iwan menuturkan seluruh peralatan BPBD siap digunakan manakala dibutuhkan untuk menangani kebencanaan. “Untuk peralatan di kami sudah siap tempur, kami juga selalu siaga,” tandasnya.

Berdasarkan laporan BMKG Ahmad Yani Semarang, sejumlah wilayah di Jawa Tengah dilanda cuaca ekstrem selama 3 hari ke depan mulai 8-10 Maret 2026. Pada 8 Maret, wilayah Brebes, Kabupaten Tegal, Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Batang, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo dan Temanggung berada di level waspada dengan guyuran hujan sedang – lebat.

Sejumlah wilayah lain juga mengalami kondisi serupa, di antaranya Kabupaten dan Kota Magelang, Kendal, Kabupaten Semarang, Salatiga, Boyolali, Kudus, Sragen, serta Karanganyar.

Adapun pada 9 Maret, wilayah Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Salatiga, Boyolali, Kudus, Sragen, serta Karanganyar berpotensi mengalami hujan sedang – lebat yang berstatus waspada. Sedangkan kawasan berstatus siaga akan hujan lebat – sangat lebat, di antaranya Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Batang, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Kabupaten dan Kota Magelang.

Sehari kemudian, tepatnya 10 Maret, hujan sedang – lebat diprediksi juga mengguuyur Brebes, Kabupaten Tegal, Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Batang, Kendal, Kab. Semarang, Salatiga, Boyolali, Kudus, Sragen serta Karanganyar. Wilayah lain juga berpotensi terdampak hujan kategori lebih lebat hingga sangat lebat, di antaranya Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung serta Kabupaten dan Kota Magelang.

Perbaikan Jalan di Kabupaten Kendal

Kepala DPUPR Kendal, Sudaryanto, menuturkan total jalan berstatus kabupaten di Kendal yang sudah diperbaiki mencapai 87 persen. Dalam kurun waktu dua tahun ke depan, pihaknya menargetkan pembangunan jalan dalam kondisi mantap mencapai di atas 90 persen.

“Jalan berstatus mantap akhir tahun 2024 itu 83 persen, kemudian tahun 2025 meningkat menjadi 87 persen. Target mantap di atas 90 persen itu kita targetkan di tahun 2027-2028,” paparnya.

Sedangkan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan pihaknya akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur meski terdampak pengurangan dana TKD sebesar Rp 189 M. “Kami akan tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan,” tandasnya.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *