"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Daerah  

Jalintim Betung Macet Parah, Polres Muba Imbau Pemudik Gunakan Jalur Alternatif

Kemacetan di Jalintim Palembang-Jambi, Polres Muba Ajak Pemudik Gunakan Jalur Alternatif

Kemacetan yang panjang dan mengganggu terjadi di ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, khususnya lintas Palembang–Jambi. Kepadatan kendaraan dilaporkan menumpuk dari kawasan Sembawa KM 27 hingga mencapai titik krusial di Simpang Tiga Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). Keadaan ini telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir, sehingga memicu kekhawatiran terhadap kelancaran arus lalu lintas.

Untuk mengurai kemacetan yang semakin parah dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran 1447 H, Polres Musi Banyuasin (Muba) mengeluarkan imbauan strategis. Bagi pengendara yang belum terjebak dalam antrean panjang di Jalintim Betung, disarankan untuk mengalihkan rute perjalanannya menggunakan jalur alternatif Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera.

Sejumlah titik pengalihan arus telah disiapkan petugas di lapangan. Pemudik dari arah Jambi menuju Palembang dapat mengambil jalur alternatif mulai dari Simpang C2, Simpang Siku di Kecamatan Sungai Lilin, atau melalui Desa Bonot. Rute alternatif ini akan mengarahkan kendaraan menuju Kota Sekayu, Ibukota Kabupaten Muba. Dari Sekayu, perjalanan dapat dilanjutkan ke arah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui jalur poros, untuk kemudian menembus jalur utama Jalinteng Palembang–Muara Enim.

Rambu Penunjuk Jalan Sudah Terpasang

AKP Rendy Novriady, Kasat Lantas Polres Muba, saat dikonfirmasi membenarkan adanya imbauan pengalihan arus tersebut. Ia memastikan bahwa pemerintah setempat bersama kepolisian telah memasang rambu-rambu penunjuk jalan yang jelas di sepanjang rute alternatif yang disediakan untuk memudahkan pemudik.

“Rambu-rambu penunjuk arah untuk jalur alternatif dari Simpang Siku menuju Sekayu hingga PALI sudah terpasang. Kami imbau pemudik memperhatikannya dengan seksama agar tidak tersesat,” ujar AKP Rendy Novriady dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).

Meskipun demikian, Rendy menyebutkan bahwa untuk kendaraan pribadi dan bus penumpang, prioritas penggunaan ruas utama Jalintim Palembang-Jambi tetap dipertahankan. Hal ini dilakukan berdasarkan hasil kajian dan mitigasi kepolisian di lapangan.

“Mengingat apabila seluruh kendaraan menggunakan rute alternatif tersebut, dikhawatirkan tetap akan menumpuk di titik keluar Tugu Polwan Betung, dan justru akan memperparah kondisi kemacetan horor yang terjadi di Wilayah Hukum Polres Banyuasin,” jelasnya komprehensif.

Mitigasi Truk Sumbu 3 dan Penguraian Arus

Lebih lanjut, Rendy memaparkan bahwa langkah konkret yang diambil Polres Muba saat ini adalah melakukan mitigasi ketat terhadap kendaraan angkutan barang dengan sumbu 3 ke atas (truk besar). Pihaknya secara tegas mengarahkan kendaraan-kendaraan besar tersebut untuk masuk dan parkir sementara di kantong-kantong parkir yang telah disediakan di sepanjang jalur utama.

Langkah ini krusial untuk memberikan ruang yang lebih luas dalam proses penguraian kemacetan yang tengah dilakukan secara maksimal oleh jajaran Polres Banyuasin di titik pusat ketersendatan arus. Adapun lokasi kantong parkir yang tersedia antara lain di wilayah Kecamatan Babat Supat KM 101 dan KM 102.

“Informasi terkini dari personel Satlantas yang siaga di perbatasan Muba-Banyuasin, saat ini upaya penarikan arus kendaraan dari arah Jambi menuju Palembang sudah mulai berjalan meskipun lambat. Ekor kemacetan di titik perbatasan dilaporkan sudah mulai bergerak tertarik menuju arah Palembang,” imbuh AKP Rendy.

Pihaknya juga menegaskan bahwa seluruh personel Satlantas Polres Muba di sepanjang Jalintim telah disiagakan (standby) secara penuh. Fokus utama petugas adalah menjaga agar arus lalu lintas tetap tertib dan tidak menjadi dua lajur akibat pemudik yang tidak sabar dan menyerobot jalan.

“Sementara masih seperti itu dulu untuk langkah-langkah penanganan di lapangan. Agar terhindar dari kemacetan, kami sarankan pemudik mengambil waktu perjalanan yang pas, misalnya bepergian saat pagi hari, karena jalanan masih sepi dan cukup nyaman,” pungkas AKP Rendy Novriady.


Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *