RM Meminta Maaf atas Dampak Konser BTS di Gwanghwamun
BTS, boy group asal Korea Selatan, berhasil menggelar pertunjukan bertajuk “BTS The Comeback Live | ARIRANG” pada Sabtu (21/3/2026) di Gwanghwamun Square, Korea Selatan. Konser tersebut berjalan dengan meriah dan menarik banyak penggemar yang berkumpul untuk menyaksikan aksi dari para anggota grup musik ternama ini.
Setelah acara selesai, RM, salah satu anggota BTS yang memiliki nama asli Kim Nam Joon, tidak lupa memposting surat panjangnya melalui platform Weverse. Surat tersebut berisi ucapan terima kasih sekaligus permintaan maaf atas comeback BTS di Korea.
Permintaan Maaf kepada Masyarakat yang Terdampak
Dalam tulisannya, RM menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang terdampak akibat pelaksanaan konser BTS di Gwanghwamun Square. Pasalnya, acara tersebut sempat membuat diberlakukannya pembatasan lalu lintas yang berdampak pada para pedagang lokal, pekerja kantoran, dan warga sekitar.
“Aku juga ingin menyampaikan bahwa aku sungguh menyesal dan berterima kasih kepada warga yang telah menanggung ketidaknyamanan, baik besar maupun kecil, seperti pengaturan lalu lintas dan kebisingan, serta para pedagang dan pekerja kantor di wilayah Gwanghwamun. Kami tidak akan pernah menganggap remeh perhatian hangat yang telah kamu berikan saat menyambut penampilan kami dengan sepenuh hati,” tulis RM.
Untuk diketahui, acara tersebut digelar dengan skala yang sangat besar dan belum pernah terjadi sebelumnya. Sebanyak 40 ribu penggemar berkumpul di alun-alun Gwanghwamun, termasuk 22 ribu pemegang tiket yang mendapatkan tempat duduk. Situasi itu mendorong sekitar 15 ribu personel dari Badan Kepolisian Nasional Korea, pemadam kebakaran, sampai pemerintah daerah setempat dikerahkan untuk memastikan keamanan dan ketertiban umum.
HYBE Turut Sampaikan Permohonan Maaf
Tidak hanya RM, HYBE selaku agensi yang menaungi BTS juga menyampaikan permohonan maaf lewat pernyataan resmi yang dirilis Minggu (22/3/2026). HYBE meminta maaf karena pemberlakuan keamanan yang ketat pada konser BTS kemarin telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi publik yang berada di sekitar Gwanghwamun.
“Kami meminta maaf kepada warga, pedagang, pekerja, dan pengunjung di sekitar Gwanghwamun Square dan menyampaikan rasa terima kasih kami. Untuk memastikan pelaksanaan pertunjukan yang dinantikan secara global dengan aman, langkah-langkah yang tidak dapat dihindari seperti pengendalian lalu lintas dan bangunan, serta pemeriksaan barang-barang berbahaya telah diterapkan. Kami sangat menyesalkan ketidaknyamanan yang disebabkan kepada mereka yang jadwal dan kehidupan sehari-harinya terpengaruh,” tulis HYBE.

RM Berterima Kasih atas Kesabaran ARMY
Di sisi lain, RM pun menyampaikan terima kasih atas kesabaran ARMY yang sudah menunggu selama bertahun-tahun untuk menyaksikan penampilan BTS secara lengkap. Ia mengaku senang dan terharu saat mendengar sorak sorai penggemar yang datang langsung ke Gwanghwamun untuk menyaksikan penampilan BTS secara tertib.
Selain itu, ucapan terima kasih juga disampaikan RM dalam pesannya kepada ARMY di seluruh dunia yang menonton konser comeback mereka secara streaming. Baginya, ARMY merupakan sumber kebanggaan terbesar bagi BTS.
“Saat kami mendengar sorak sorai kalian memenuhi alun-alun, hati kami dipenuhi dengan pikiran, ‘Ah, akhirnya kami kembali.’ Kami sangat terharu melihat bagaimana kalian menikmati penampilan kami dengan cara yang dewasa dan tertib, menunjukkan kepedulian satu sama lain bahkan di tengah kerumunan yang begitu besar. Seperti biasa, kalian adalah sumber kebanggaan terbesar kami,” ungkap RM.

Apalagi, panggung Gwanghwamun kemarin bukan hanya milik BTS saja, mengingat pelaksanaan konser dapat terlaksana berkat kerja keras berbagai pihak yang bertanggung jawab atas keselamatan para member, pengertian dari masyarakat sekitar, sampai cinta yang besar dari ARMY.
“Kami tidak akan pernah melupakan cinta dan dukungan luar biasa yang telah kalian tunjukkan kepada kami, dan kami akan terus menciptakan musik dengan resonansi yang lebih dalam sepanjang perjalanan BTS di masa depan,” tulisnya.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











