"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Daerah  

Gempa 9 km di Pasuruan, Informasi Terkini BMKG

Gempa di Kota Pasuruan, Jawa Timur

Baru saja terjadi gempa bumi di wilayah timur laut Kota Pasuruan, Jawa Timur. Gempa tersebut terjadi pada hari Rabu, 25 Maret 2026 pukul 04:58 WIB. Berdasarkan informasi yang diterima, gempa memiliki magnitudo 2.1 dan berada pada kedalaman 9 km. Lokasi gempa berada sekitar 25 km dari Kota Pasuruan dengan koordinat 7.44 LS, 112.99 BT.

Gempa ini termasuk dalam kategori gempa kecil (minor) yang umumnya tidak terasa oleh masyarakat dan tidak menimbulkan kerusakan signifikan. Meskipun demikian, BMKG tetap memberikan informasi secara real-time untuk memastikan masyarakat tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan gempa yang lebih besar.

BMKG atau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas melaksanakan urusan pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, hingga kualitas udara. Selain itu, BMKG juga memberikan informasi penting seperti peringatan dini cuaca ekstrem, potensi bencana alam, dan data iklim yang sangat berguna bagi masyarakat, pemerintah, dan sektor industri.

Kota Pasuruan sendiri merupakan sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Lokasinya berada di bagian timur Kota Surabaya, yang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Timur. Wilayah ini dikenal sebagai pusat perdagangan dan industri yang berkembang pesat.

Magnitudo gempa adalah ukuran kekuatan atau energi yang dilepaskan oleh gempa bumi dari pusatnya (hiposentrum), yang diukur menggunakan skala magnitudo, seperti Skala Richter (ML) atau Moment Magnitude (Mw). Informasi terkait gempa ini disampaikan oleh BMKG melalui laman resmi mereka di X (@infoBMKG).

Dalam rilis terbaru, BMKG menyebutkan bahwa gempa terjadi pada pukul 04:58:33 WIB pagi. Titik koordinat gempa berada di 7.44LS, 112.99BT. Pusat gempa berada sejauh 25 km di timur laut Kota Pasuruan. Gempa ini memiliki kedalaman 9 km dan belum menunjukkan indikasi bahaya serius.

BMKG juga memberikan informasi mengenai skala MMI (Modified Mercalli Intensity) untuk membantu masyarakat memahami intensitas getaran gempa. Berikut penjelasannya:

  • I MMI

    Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

  • II MMI

    Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

  • III MMI

    Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

  • IV MMI

    Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

  • V MMI

    Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

  • VI MMI

    Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

  • VII MMI

    Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

  • VIII MMI

    Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

  • IX MMI

    Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

  • X MMI

    Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

  • XI MMI

    Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

  • XII MMI

    Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.


Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *