"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Budaya  

Tradisi Gen Halilintar Tidak Cocok, Aaliyah Massaid Berikan Perjanjian Khusus Saat Nikah

Perbedaan Budaya yang Membentuk Kehidupan Rumah Tangga Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar

Perjalanan cinta antara Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar tidak hanya sekadar tentang kasih sayang, tetapi juga menghadirkan tantangan dalam bentuk perbedaan budaya yang cukup mencolok. Sejak awal hubungan, Aaliyah sempat merasa syok dengan cara hidup keluarga Thariq yang begitu dinamis dan penuh kehangatan. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa ia memutuskan untuk menyampaikan pendapatnya secara langsung kepada Thariq sebelum mereka menikah.

Aaliyah mengungkapkan bahwa ia merasa perlu adanya diskusi serius mengenai tradisi keluarga di masa depan. Baginya, menyamakan visi sejak dini adalah kunci utama dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Ia tidak ingin membiarkan segala sesuatunya berjalan tanpa rencana, terutama dalam hal bagaimana mereka akan menghabiskan waktu bersama di hari-hari besar atau momen penting lainnya.

Perbedaan Budaya yang Mengubah Perspektif Aaliyah

Pernikahan yang resmi terjalin pada 26 Juli 2024 bukan hanya sekadar penyatuan dua hati, tetapi juga dua dunia yang sangat berbeda. Aaliyah yang terbiasa hidup dalam suasana tenang dan terstruktur mendadak dihadapkan pada realitas baru yang jauh dari bayangannya. Lingkungan keluarga Thariq yang penuh kehangatan justru hadir dengan ritme yang begitu ramai dan nyaris tanpa jeda.

Suasana rumah yang selalu dipenuhi banyak orang menjadi hal pertama yang membuat Aaliyah tertegun. Bukan hanya keluarga, tetapi juga tamu-tamu yang bahkan tak selalu ia kenal, silih berganti datang seolah tanpa batas. Namun, di balik keramaian itu, terlihat betapa kuatnya ikatan keluarga besar Thariq. Tradisi yang telah lama terbangun menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka sejak dulu.

Dalam masa pendekatan, Aaliyah tak memungkiri bahwa ia sempat merasa kaget dengan budaya tersebut. Perbedaan yang begitu kontras membuatnya harus berpikir ulang tentang langkah besar yang akan diambil. Dengan keberanian yang jarang terlihat, Aaliyah memutuskan untuk menyampaikan apa yang ia rasakan secara langsung kepada Thariq, tanpa basa-basi.

Kesepakatan Penting yang Diusulkan Aaliyah

Aaliyah pun mengajukan sebuah kesepakatan penting. Sebuah batasan yang ia yakini perlu ada, agar kehidupan pribadinya tetap memiliki ruang di tengah budaya keluarga besar Thariq. “Sumpah aku tuh pertama kali ya pas masih PDKT, kayak misalkan main ke rumahnya rame banget, kayak aku bahkan kayak ‘Ini apa sih kok rame banget’ gitu ya,” ujar Aaliyah Massaid dikutip dari YouTube TS Media.

Perbedaan ini dirasakan mengingat Thariq memiliki latar belakang masa kecil yang komunal. Ia menceritakan pengalamannya saat tinggal di Malaysia dan kawasan Bangka, Jakarta Selatan, di mana pintu rumah selalu terbuka untuk siapa saja saat Lebaran. “Kalau aku dulu di Bangka 2, kita buka pintu kan ada yang antri biasanya ngantri masuk, masuk rumah-rumah kayak gitu, kayak ular gitu. Jadi kita harus say hi,” tutur Thariq Halilintar.

Menyadari adanya perbedaan budaya keluarga yang mencolok, Aaliyah Massaid merasa perlu adanya diskusi serius mengenai tradisi keluarga mereka sendiri di masa depan. Baginya, menyamakan visi sejak dini adalah kunci keharmonisan rumah tangga. “I think as a family kita harus punya apa ya, kesepakatan ‘kita ini yuk, kita ini yuk’ gitu,” tegas Aaliyah.

Ia tak ingin membiarkan segala sesuatunya mengalir tanpa rencana, terutama mengenai bagaimana mereka akan menghabiskan waktu di hari-hari besar. Bagi adik Zahwa Massaid tersebut, membicarakan hal sensitif seperti tradisi keluarga bukanlah hal tabu, melainkan sebuah keharusan agar tidak terjadi perselisihan di kemudian hari. “Mendingan bahas dari sekarang, karena ternyata itu akan menjadi cekcok yang panjang,” tandas Aaliyah.

Kini, setelah resmi menjadi pasangan suami istri, kesepakatan tersebut menjadi fondasi mereka dalam membesarkan buah hati. Kehadiran Baby Arash pun semakin melengkapi kebahagiaan mereka. Aaliyah ingin agar Baby Arash tumbuh dengan memori indah tentang tradisi keluarga yang mereka bangun bersama.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *