Sejarah Monumen Soerjo di Ngawi
Monumen Soerjo, yang terletak di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dibangun sebagai pengingat akan perjuangan dan pengorbanan RMT Ario Soerjo, Gubernur pertama Jawa Timur. Ia gugur akibat pemberontakan PKI pada 10 September 1948. Monumen ini diresmikan pada 28 Oktober 1975 oleh Pangdam VIII/Brawijaya Mayjen TNI Witarmin, sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa beliau.
Monumen Soerjo berdiri di kawasan hutan Perhutani seluas sekitar 24,8 hektare, sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Ngawi. Lokasinya berada di tepi jalur utama Solo–Ngawi, sehingga mudah dijangkau oleh pengunjung. Kawasan monumen ini juga dikelola oleh Perum Perhutani KPH Ngawi, tepatnya di wilayah Hutan RPH Sidolaju BKPH Kedunggalar.
Tragedi Pembunuhan Gubernur Pertama Jawa Timur
Sejarah berdirinya Monumen Soerjo tidak terlepas dari peristiwa tragis yang menimpa RMT Ario Soerjo. Pada 10 September 1948, ia bersama dua perwira polisi, yakni Komisaris Besar Polisi M. Duryat dan Komisaris Polisi Suroko, menjadi korban penculikan oleh kelompok pemberontak Partai Komunis Indonesia (PKI). Ketiganya diculik dan dibunuh secara tragis di kawasan Hutan Banjarbanggi, Kedunggalar, Kabupaten Ngawi.
Jasad RMT Ario Soerjo ditemukan beberapa hari setelah kejadian. Warga menemukan jenazahnya di Kali Kakah, Dukuh Ngandu, Desa Bangunrejo, Kedunggalar, Ngawi. Diketahui, jenazah ditemukan sekitar empat hari setelah peristiwa pembunuhan tersebut. Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi kelam dalam sejarah perjuangan bangsa pada masa awal kemerdekaan Indonesia.
Pengembangan Monumen Soerjo sebagai Wisata Edukasi
Selain sebagai situs sejarah, Monumen Soerjo kini berkembang sebagai destinasi wisata edukasi. Di kawasan ini terdapat diorama yang menggambarkan kronologi peristiwa penculikan dan pembunuhan RMT Ario Soerjo. Dengan adanya diorama tersebut, pengunjung dapat memahami kembali kejadian bersejarah yang terjadi pada masa itu.
Lingkungan yang berada di tengah kawasan hutan membuat suasana di sekitar monumen terasa teduh, alami, dan masih terjaga keasriannya. Kawasan ini juga dikembangkan sebagai objek wisata edukatif yang menggabungkan nilai sejarah dengan keindahan alam.
Daya Tarik Wisata dan Lingkungan Asri

Di area monumen terdapat berbagai jenis tanaman langka yang sengaja ditanam oleh pengelola kawasan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Tercatat terdapat 23 jenis tanaman langka yang menghiasi kawasan ini, seperti sawo kecik, sonokeling, citradora, hingga cendana.
Selain itu, kawasan ini juga memiliki penangkaran rusa yang menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung. Terdapat sekitar 21 ekor rusa yang dipelihara di kawasan tersebut. Selain penangkaran rusa, terdapat pula pasar burung dengan sekitar 57 kios yang menjual berbagai jenis burung serta kerajinan dari kayu jati. Suasana kicauan burung di area pasar tersebut menambah nuansa alami dan sejuk di sekitar kawasan monumen.
Terdapat pula koleksi burung yang ditempatkan dalam sangkar, antara lain burung kepodang, perkutut, bekisar, dan berbagai jenis burung lainnya.
Fasilitas untuk Pengunjung
Untuk menunjang kenyamanan wisatawan yang datang, pengelola telah menyediakan berbagai fasilitas umum di kawasan Monumen Soerjo. Beberapa fasilitas tersebut antara lain area parkir luas, mushola atau tempat ibadah, ruang informasi, taman bermain, hingga pendopo untuk tempat beristirahat. Selain itu, tersedia pula pos keamanan lalu lintas dari pihak kepolisian serta fasilitas toilet bagi pengunjung.
Menariknya, pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk untuk menikmati kawasan wisata ini. Pengunjung hanya perlu membayar retribusi parkir kendaraan saat berkunjung.
Warisan Sejarah yang Terus Dikenang
Hingga kini, Monumen Soerjo tetap menjadi salah satu tempat penting untuk mengenang jasa RMT Ario Soerjo sebagai Gubernur pertama Jawa Timur. Selain itu, monumen ini juga menjadi pengingat penting bagi generasi masa kini tentang perjuangan serta pengorbanan tokoh-tokoh bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Dengan perpaduan nilai sejarah, suasana alam yang asri, serta berbagai fasilitas yang tersedia, Monumen Soerjo menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi di Kabupaten Ngawi.
Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."











