Blora, Daerah Strategis Pengembangan Jagung Nasional
Blora menjadi salah satu daerah yang memiliki peran penting dalam pengembangan jagung nasional. Daerah ini terus menunjukkan potensi produksi yang meningkat pesat, sehingga menjadi basis utama dalam sektor pertanian. Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan swasembada, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah pusat, daerah, dan petani.
Peran BULOG dalam Menyerap Hasil Panen Petani
Perum BULOG turut serta dalam kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal I dan Tanam Jagung Serentak Kuartal II di Randublatung. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Acara ini dihadiri oleh pejabat penting dari pemerintah daerah hingga perwakilan pusat, termasuk para petani yang menjadi ujung tombak produksi jagung di wilayah tersebut.
Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang hadir dalam acara tersebut. Ia menjelaskan bahwa Blora merupakan daerah basis pertanian dan peternakan dengan produksi jagung terbesar kedua di Jawa Tengah. Ia juga menyoroti pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen petani. “Kami berharap ada pembangunan pabrik pakan agar nilai ekonomi petani meningkat dan kesejahteraan semakin baik,” tambahnya.
Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen pihaknya untuk menyerap seluruh produksi jagung dari petani Blora. “Kami melihat langsung semangat luar biasa para petani Blora. BULOG berkomitmen menyerap seluruh produksi jagung yang ada di Blora, baik untuk pakan ternak maupun kebutuhan bioetanol,” ungkapnya.
Sinergi Hulu-Hilir dalam Pengembangan Jagung
Panglima Kopassus Djon Afriandi menegaskan dukungan terhadap pengembangan jagung di Blora sebagai proyek percontohan nasional. “Kami akan memastikan dari hilir hingga hulu berjalan dengan baik. Mulai dari permodalan, benih, pupuk, pendampingan hingga off-taker, semuanya didukung oleh BULOG dan Kementerian Pertanian,” kata Djon Afriandi.
Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Yudi Sastro menyebut kebutuhan jagung nasional terus meningkat. “Kebutuhan jagung nasional untuk pakan mencapai 15 juta ton per tahun. Selain itu, kita juga diarahkan untuk mengembangkan 1 juta hektare jagung untuk bioetanol. Blora menjadi titik awal pengembangan tersebut,” ujar Yudi Sastro.
Target Produksi dan Pengembangan Industri
Pemerintah Kabupaten Blora optimistis luas tanam jagung dapat terus meningkat. “Kalau sekarang sekitar 83.000 hektare, ke depan bisa lebih dari 100.000 hektare. Dengan dukungan semua pihak, kami optimis bisa menjadi nomor satu di Jawa Tengah,” ungkap Bupati Arief Rohman.
Pada panen kali ini, produktivitas mencapai 7 ton per hektare dari lahan seluas 15 hektare. “Ini kebanggaan bagi kita semua. BULOG akan terus hadir sebagai off-taker untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik,” kata Ahmad Rizal.
Penguatan Industri Tebu dan Gula
Selain jagung, BULOG juga menyiapkan langkah strategis untuk mendukung sektor tebu di Blora melalui penguatan industri gula. “BULOG akan membantu penyaluran hasil panen tebu petani ke pabrik-pabrik PTPN dan SGN di Jawa Tengah. Petani tidak perlu bimbang, kami pastikan hasil panen tetap terserap,” tegasnya.
“Kami akan segera mereorganisasi manajemen dan melakukan perbaikan pabrik agar ke depan dapat menyerap tebu petani secara optimal. Kami juga akan melibatkan putra daerah dalam pengelolaannya,” tambah Ahmad Rizal.











