Komentar Haldy Sabri Mengenai Pembelaan Ammar Zoni
Haldy Sabri, suami dari Irish Bella, memberikan respons tegas terkait pembelaan hukum yang disampaikan oleh Ammar Zoni dalam sidang pleidoi. Menurutnya, isi pleidoi tersebut tidak seharusnya membawa isu pribadi dan menyeret pihak lain yang tidak terkait langsung dengan kasus.
Fokus pada Perkara Hukum Saja
Haldy menilai bahwa fokus utama dalam proses hukum harus tetap berada pada perkara yang sedang dibahas. Ia menegaskan bahwa pembelaan hukum seharusnya bersifat objektif dan tidak mengandung perasaan pribadi atau opini yang tidak relevan.
“Harusnya kemarin focus dulu aja dengan pembelaan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa pleidoi yang disampaikan terkesan seperti curhatan pribadi, bukan pembelaan hukum yang kuat dan berdasarkan fakta.
Tidak Perlu Melibatkan Pihak Lain
Ia menyoroti bahwa Ammar Zoni justru membawa masuk pihak ketiga yang tidak terlibat langsung dalam kasus ini. Hal ini dinilai bisa memperburuk situasi dan menciptakan polemik baru.
“Jangan bikin pembelaan lebay dengan membawa-bawa istri orang,” sindir Haldy. Ia menekankan bahwa keputusan pengadilan harus dihormati dan semua pihak harus menjaga hubungan baik antara satu sama lain.
Mempertahankan Hubungan Baik
Haldy juga mengingatkan agar semua pihak tidak saling melebarkan perselisihan. Ia berharap keputusan pengadilan nantinya dapat memberikan hasil yang terbaik bagi semua pihak yang terlibat.
“Jangan membuka ruang untuk memutuskan silaturahmi,” tambahnya. Ia juga berdoa agar Allah SWT memberikan keputusan terbaik dalam proses hukum yang sedang berlangsung.
Pengakuan Ammar Zoni di Sidang Pleidoi
Sebelumnya, dalam sidang pleidoi terkait dugaan kasus peredaran narkoba di dalam rutan, Ammar Zoni secara terbuka mengungkapkan luka batin yang ia alami. Ia mengungkapkan bahwa permintaan cerai dari Irish Bella menjadi pukulan berat yang memperparah kondisinya.
Kabar Perceraian yang Menyakitkan
Ammar mengungkapkan bahwa kabar perceraian dari mantan istrinya menjadi titik terendah dalam hidupnya. Ia menceritakan bagaimana hal itu terjadi saat dirinya sedang berusaha bangkit usai divonis rehabilitasi dan berharap bisa memperbaiki diri demi keluarganya.
“Sungguh menyakitkan bukan karena rehabnya, melainkan kabar yang saya terima datang dari mantan istri saya,” katanya. Ia mengungkapkan bahwa keinginan Irish Bella untuk bercerai membuatnya merasa ditinggalkan di saat paling membutuhkan dukungan.
Penolakan Terhadap Perceraian
Ammar menolak keras keputusan perceraian tersebut. Ia menilai bahwa perceraian bukanlah jalan yang sejalan dengan nilai keluarga yang ia pegang sejak kecil, terinspirasi dari kesetiaan orang tuanya.
“Ya tentu saja saya menolak. Untuk saya yang dibesarkan oleh keluarga yang tidak ada kata bercerai,” jelasnya. Ia bahkan mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan rumah tangganya, termasuk memohon, menangis, hingga meminta kesempatan untuk memperbaiki diri.
Rasa Ditinggalkan dan Sakit
Peristiwa tersebut membuatnya merasa ditinggalkan di saat paling membutuhkan dukungan. Ia menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang sedang “sakit” akibat kecanduan, yang seharusnya mendapat perawatan, bukan dijauhi.
“Kecanduan adalah penyakit otak kronis yang sulit disembuhkan. Lalu kenapa orang yang sedang sakit dibuang?” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa di saat hanya dialah satu-satunya sebagai rumah tempat ia kembali pulang, tetapi malah diasingkan atas kekurangan yang ia miliki.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











