"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Jerome Kurnia Jadi Produser di Sekuel *Kuasa Gelap: Perjanjian Darah*



Jerome Kurnia, yang dikenal sebagai aktor ternama di industri perfilman Indonesia, kini memperluas perannya dengan menjadi produser eksekutif dalam sekuel film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Langkah ini menunjukkan komitmennya untuk terlibat lebih dalam dalam pengembangan film dan memperdalam pemahaman tentang industri perfilman.

Menurut Jerome, keterlibatannya dalam proyek ini didorong oleh kepercayaannya terhadap IP (Intellectual Property) Kuasa Gelap. Ia merasa bahwa menjadi produser eksekutif adalah cara terbaik untuk mengambil peran yang lebih luas dan belajar lebih banyak tentang dunia perfilman. “Intinya karena aku percaya sama IP Kuasa Gelap ini. Dan kalau mau terlibat lebih dalam, menurut aku yang paling logis ya dengan menjadi eksekutif produser,” ujarnya saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (27/3).

Ia juga menjelaskan bahwa langkah ini tidak hanya sebagai bentuk eksplorasi peran baru, tetapi juga sebagai cara untuk memperluas ruang lingkup kariernya sebagai aktor. “Kenapa seorang aktor mau jadi eksekutif produser, pasti dia pengen belajar lebih banyak lagi tentang industri perfilman,” tambahnya.

Meski ini pertama kalinya ia secara resmi terlibat sebagai produser eksekutif, Jerome mengungkap bahwa dirinya sudah pernah mencoba peran di balik layar sebelumnya. “Sebenarnya aku dulu udah pernah jadi associate producer di salah satu film pendek di Thailand, tapi itu sudah sekitar 2–3 tahun lalu,” katanya. Dengan pengalaman tersebut, ia merasa tidak merasa tekanan berarti dalam peran barunya.

“Enggak pressure sih, maksudnya ya berjalan aja, kan namanya juga hidup harus nyoba hal-hal baru,” jelasnya. Meski begitu, Jerome menegaskan bahwa akting tetap menjadi prioritas utamanya. “Kalau buat aku nomor satu selalu aku akan menjadi aktor dulu. Karena menurut aku pribadi, pekerjaan seorang aktor itu adalah blessing dan akan aku lakukan sampai aku mati,” tegasnya.

Selain menjadi produser eksekutif, Jerome juga kembali memerankan karakter Romo Thomas dalam film ini. Ia mengaku sedang fokus mendalami karakter tersebut agar cerita dalam sekuel ini terasa lebih kuat dan autentik dibanding film sebelumnya.



Sementara itu, Lukman Sardi, yang kembali memerankan Romo Rendra, menyebut bahwa keterlibatan para pemain dalam sekuel ini terasa lebih mendalam, terutama dalam proses pengembangan naskah. “Di yang kedua ini kita lebih detail membedah skrip, supaya karakternya makin kuat tapi tetap nggak lari dari yang pertama,” ujar Lukman.

Ia juga menjelaskan bahwa karakter Romo Rendra akan dieksplorasi lebih jauh, termasuk latar belakang dan perjalanan emosionalnya. Hal ini membuat hubungan antar karakter, termasuk dengan Romo Thomas, menjadi lebih setara dibanding film sebelumnya. “Kalau di awal lebih ke mentor dan murid, di sini kita jadi partner,” jelasnya.

Chemistry antara Jerome dan Lukman disebut terbangun secara alami sejak film pertama. Lukman menilai Jerome sebagai sosok yang mudah diajak berkolaborasi. “Jerome tuh bukan orang yang sulit untuk kita bisa punya koneksi. Itu sudah jadi modal awal untuk membangun chemistry,” tutur Lukman.



Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah merupakan lanjutan dari film pertamanya yang berhasil menarik lebih dari satu juta penonton. Meski begitu, Jerome mengaku tidak terlalu memikirkan target angka penonton. “Aku nggak pernah peduli penontonnya berapa, yang penting siapa pun yang nonton itu terhibur dan bisa membawa pesan pulang,” tandasnya.

Perjanjian Darah merupakan sekuel dari film Kuasa Gelap yang dirilis pada 2024 lalu. Produser Robert Ronny menyebut sekuel ini akan mengangkat tema yang jarang diangkat di perfilman Indonesia, yakni praktik pesugihan dari sudut pandang iman Katolik.

Proses syuting dijadwalkan dimulai pada April 2026 dan film ini direncanakan tayang pada tahun yang sama.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *