Pembangunan Jembatan Gantung di Dusun Tinapu Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama
Pembangunan jembatan gantung di Dusun Tinapu, Kecamatan Pasangkayu, resmi dimulai dengan acara peletakan batu pertama yang dilaksanakan secara khidmat dan penuh semangat. Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pihak yang terlibat dalam proses pembangunan, termasuk TNI, pemerintah daerah, Forkopimda, serta tokoh masyarakat setempat.
Suasana Peletakan Batu Pertama
Di lokasi pembangunan, suasana tampak serius namun penuh kebersamaan. Komandan Korem (Danrem) 142/Tatag, Brigjen TNI Hartono, hadir bersama Wakil Bupati Pasangkayu, Herny, dalam kegiatan tersebut. Mereka berdiri berdampingan dengan sejumlah unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya di bawah tenda sederhana berwarna hijau yang dipasang di sekitar lokasi.
Di bagian depan lokasi, terlihat sebuah lubang galian yang telah disiapkan sebagai titik awal pembangunan jembatan. Tanah galian masih basah, dengan garis pembatas menggunakan tali sebagai penanda area kerja. Seorang anggota TNI mengenakan seragam loreng terlihat memegang batu dan secara simbolis meletakkannya di area galian tersebut, disaksikan langsung oleh para pejabat yang hadir.
Tak jauh dari titik peletakan, seorang pekerja dengan pakaian lapangan berwarna merah tampak berada di dalam galian, merapikan posisi material yang dimasukkan. Di sekitar lokasi juga terlihat beberapa ember berisi adukan semen yang siap digunakan untuk proses pembangunan awal. Sejumlah personel TNI lainnya berjajar rapi mengenakan seragam lengkap dan sepatu boots, menunjukkan kesiapan mereka dalam mendukung pembangunan tersebut.
Sementara itu, para pejabat sipil dan tokoh masyarakat tampak mengenakan pakaian formal dan batik, mencerminkan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Hadirnya Berbagai Pihak dalam Acara
Acara peletakan batu pertama ini turut dihadiri oleh perwakilan DPRD, Dandim 1427 Pasangkayu, Komandan Batalyon Teritorial Pembangunan, Kapolres, Kejari, Danpos AL, camat, lurah, hingga tokoh masyarakat setempat. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat.
Program Prioritas Pemerintah dan Kolaborasi TNI-Pemda
Dalam kesempatan itu, Danrem 142/Tatag, Brigjen TNI Hartono, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, pembangunan jembatan gantung ini menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur di daerah, khususnya untuk membuka akses wilayah yang selama ini masih terbatas.
“Pembangunan ini tidak hanya sekadar infrastruktur, tetapi juga bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat, terutama dalam meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan gantung di Dusun Tinapu ini dikerjakan oleh TNI melalui Kodim 1427 Pasangkayu, dan kegiatan peletakan batu pertama dilakukan secara serentak di sejumlah wilayah di Indonesia.
Harapan Wakil Bupati Pasangkayu
Sementara itu, Wakil Bupati Pasangkayu, Herny, mengapresiasi langkah TNI dalam membantu percepatan pembangunan di daerah. Ia berharap kehadiran jembatan gantung ini nantinya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas pertanian dan mobilitas warga.
“Kami sangat mengapresiasi pembangunan ini. Harapan kami, masyarakat juga dapat ikut berpartisipasi dan mendukung proses pembangunan agar berjalan lancar hingga selesai,” tuturnya.
Ia juga menekankan jembatan tersebut nantinya akan menjadi akses penting yang menghubungkan wilayah pertanian dengan pusat distribusi, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Potensi Masa Depan
Dengan dimulainya pembangunan ini, diharapkan konektivitas antarwilayah di Dusun Tinapu semakin terbuka, sekaligus menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan warga Pasangkayu.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











