Pemkab Mitra Perkuat Kapasitas UMKM Melalui Edukasi Literasi Keuangan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra) terus berupaya memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program edukasi literasi keuangan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan secara profesional, sehingga UMKM dapat berkembang lebih baik dan berdaya saing.
Kegiatan edukasi keuangan digelar di Plaza Ratahan pada Kamis 16 April 2026. Acara ini dilaksanakan dalam kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGoMalut, PT Bank Negara Indonesia (Persero), serta PT Bank SulutGo. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program nasional GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) 2026 yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya pelaku UMKM di daerah.
Acara dibuka oleh Wakil Bupati Mitra, Fredy Tuda. Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Mitra, David H Lalandos. Dalam sambutannya, Wabup Mitra menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah dilakukan antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan instansi terkait.
Menurut Fredy, tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha saat ini tidak hanya terkait keterbatasan modal, tetapi juga rendahnya pemahaman dalam mengelola keuangan secara profesional. Ia menjelaskan bahwa banyak usaha dengan produk potensial justru gagal karena pengelolaan keuangan yang tidak terstruktur. “Keuangan rumah tangga dan usaha sering kali masih tercampur,” ujarnya.
Fredy menegaskan bahwa literasi keuangan menjadi kunci penting agar pelaku UMKM dapat naik kelas dan berdaya saing. Hal ini sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Cerdas Kelola Keuangan dan Bangun Kepercayaan Diri”. Tujuannya adalah membentuk pola pikir pelaku usaha agar lebih disiplin, terstruktur, dan berorientasi jangka panjang.
Selain teori, kegiatan ini juga memberikan akses bagi pelaku usaha untuk mengenal lebih dekat layanan perbankan yang aman dan terpercaya. Hal ini penting untuk memperluas akses pembiayaan formal serta mengurangi ketergantungan terhadap sumber pendanaan informal yang berisiko tinggi.
Kepala OJK SulutGoMalut, Robert H P Sianipar, menyampaikan bahwa kolaborasi antara regulator, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan merupakan elemen krusial dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif. Menurutnya, penguatan literasi dan inklusi keuangan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja sama agar masyarakat, khususnya pelaku UMKM, semakin percaya diri dalam memanfaatkan layanan keuangan formal.
Robert menambahkan bahwa peningkatan literasi keuangan akan berdampak langsung pada kualitas pengambilan keputusan bisnis, pengelolaan risiko, hingga kemampuan ekspansi usaha.
Manfaat Edukasi Literasi Keuangan
- Meningkatkan kesadaran finansial: Pelaku UMKM akan lebih memahami cara mengelola keuangan secara profesional.
- Mendorong pengambilan keputusan yang bijak: Dengan literasi keuangan yang baik, pelaku usaha dapat membuat keputusan bisnis yang lebih tepat.
- Meningkatkan daya saing: Pelaku UMKM yang memiliki pemahaman keuangan yang baik akan lebih mudah bersaing di pasar.
- Memperluas akses pembiayaan: Pelaku usaha akan lebih mudah mengakses layanan perbankan formal yang aman dan terpercaya.
Komentar dari Peserta
Banyak peserta yang merasa terbuka dengan materi yang disampaikan. Mereka mengakui bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya literasi keuangan dalam menjalankan usaha. Beberapa peserta juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa diadakan secara rutin agar pemahaman mereka terus berkembang.











