"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Bisnis  

Indonesia Ungkap Pelaku Penyebab Premi Asuransi Tertunda

Tantangan Pertumbuhan Premi Reasuransi di Indonesia

PT Reasuransi Indonesia Utama atau Indonesia Re mengungkapkan sejumlah tantangan yang dialami industri reasuransi selama beberapa tahun terakhir. Direktur Teknik Operasi Indonesia Re, Delil Khairat, menjelaskan bahwa kondisi industri reasuransi menghadapi kendala berat, salah satunya adalah pasar asuransi yang stagnan dan tidak menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Menurutnya, pertumbuhan premi di asuransi umum dan jiwa terlihat sangat sulit, sementara eksposur risiko meningkat setiap tahun. Hal ini berdampak pada premi reasuransi yang juga kesulitan untuk tumbuh karena asuransi itu sendiri tidak berkembang.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa premi asuransi jiwa terkontraksi sebesar 3,81% secara Year on Year (YoY), sedangkan premi asuransi umum dan reasuransi hanya tumbuh tipis 1,51% YoY per akhir 2025. Angka tersebut berada di bawah inflasi Indonesia yang mencapai 2,92% per akhir 2025.

Delil menyatakan bahwa stagnannya pertumbuhan premi reasuransi disebabkan oleh isu fundamental yang belum sepenuhnya terselesaikan. Salah satu isu tersebut adalah kompetisi yang terlalu ketat di pasar asuransi, dengan jumlah pemain yang sangat banyak. Kondisi ini menekan tingkat premi sehingga sulit untuk naik.

Selain itu, literasi publik mengenai asuransi masih rendah. Hal ini menyebabkan penetrasi asuransi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih rendah, sekitar 2,7% hingga 3%. Delil menilai bahwa kondisi ini jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Industri perasuransian berharap transformasi yang dilakukan OJK melalui sejumlah Peraturan OJK (POJK) akan menghasilkan pemain yang lebih besar dengan modal yang kuat. Delil berharap adanya transformasi dalam jumlah pemain agar tidak terlalu banyak. Dengan demikian, bisnis potensial dapat seimbang di industri perasuransian.

“Kami di reasuransi juga berharap seperti itu. Jadi, ada konsolidasi di OJK dan Danantara yang sedang melakukan konsolidasi asuransi dan reasuransi BUMN. Mudah-mudahan bisa terjadi dengan baik dan membuat Indonesia memiliki pemain asuransi dan reasuransi yang lebih tangguh secara finansial dan keahliannya,” ujarnya.

Delil menilai mandat dari Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) mengenai asuransi wajib perlu direalisasikan. Dia meyakini bahwa pengimplementasian asuransi wajib kendaraan bermotor, bencana, dan lainnya akan menutup protection gap.

“Dengan demikian, masyarakat yang selama ini tak terproteksi menjadi terproteksi. Hal itu juga akan secara signifikan menaikkan pendapatan premi dari suatu market. Jadi, saya mendorong industri asuransi bersama stakeholder lain untuk serius mendorong terealisasinya asuransi wajib sebagai amanat UU P2SK,” katanya.

Delil mengakui bahwa merealisasikan asuransi wajib tidak mudah. Ditambah, adanya isu kebijakan tersebut akan menambah beban rakyat. Oleh karena itu, dia merasa pemerintah dan berbagai stakeholder di perasuransian perlu duduk bersama untuk berperan secara lebih efektif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya asuransi wajib.

“Edukasi diperlukan untuk memastikan rakyat Indonesia makin banyak terproteksi baik risiko bencana, apalagi Indonesia rentan bencana. Sepanjang 2025 hingga sekarang juga masih ada risiko dari bencana, seperti banjir, longsor, dan terkait cuaca. Tentu risiko itu mengancam aset dan jiwa masyarakat,” ujar Delil.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Indonesia Re mencatatkan pendapatan premi bruto sebesar Rp 4,57 triliun per akhir 2025. Adapun klaim bruto tercatat sebesar Rp 3,71 triliun per akhir 2025.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *