"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Bisnis  

Menteri Koperasi Dorong UMKM Tampilkan 4.000 Produk di Gerai Ritel Kopdes Merah Putih

Menteri Koperasi Ajak UMKM Persis Tingkatkan Kualitas Produk

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya yang berada di bawah naungan organisasi masyarakat Persatuan Islam (Persis), untuk meningkatkan kualitas produk dan kapasitas produksi agar mampu mengisi gerai-gerai ritel modern milik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan Ferry dalam acara Persis Ramadan Expo 2026 di Kota Bandung, Jawa Barat.

“Dalam setiap ritel modern, ada sekitar 4.000 jenis produk yang dijual di sana. Bila UMKM kita, termasuk UMKM binaan Persis, mampu memproduksi separuhnya saja, itu sudah sangat bagus,” ujar Ferry dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Ferry menekankan bahwa pelaku UMKM harus mulai masuk ke sektor-sektor produksi seperti produk air mineral dalam kemasan, shampoo, kecap, sambal, roti, dan sebagainya. “Harus diproduksi dengan kualitas baik dan dengan harga kompetitif. Saya menjamin seluruh produk UMKM kita bisa dijual di gerai ritel Kopdes Merah Putih,” tambah dia.

Menkop juga menyebutkan bahwa para pelaku UMKM harus percaya diri mampu memenuhi seluruh kebutuhan pokok masyarakat. “Bila perlu, bikin pabrik dan industri besar milik umat sendiri,” ucap Menkop.

Dalam kesempatan tersebut, Ferry mengapresiasi Pimpinan Pusat (PP) Persis yang terus berkomitmen memperkuat ekonomi umat melalui kegiatan produktif seperti Ramadan Expo ini. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi usaha, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi ekonomi umat dan pemberdayaan masyarakat,” kata Ferry.

Adanya penandatanganan nota kesepahaman antara Kemenkop dengan PP Persis merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam membangun ekonomi berbasis koperasi di lingkungan Jamiyah Persatuan Islam.

Ferry menjelaskan kerja sama ini mencakup beberapa aspek penting, seperti pengembangan dan penguatan kelembagaan koperasi, peningkatan kapasitas SDM, penguatan usaha dan unit bisnis, perluasan akses pembiayaan dan permodalan, hingga penguatan jaringan dan kemitraan.

Prabowonomics dan Peran Koperasi

Ferry juga mengungkapkan bahwa program pembangunan Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia merupakan implementasi konkret dari ekonomi kerakyatan yang sering digaungkan Presiden Prabowo Subianto. “Program Kopdes Merah Putih juga menjadi salah satu poin penting dan bagian dari apa yang dinamakan Prabowonomics,” ujar Ferry saat menjadi narasumber pada acara peluncuran buku Menggugat Republik karya Syahganda Nainggolan dan Seminar Nasional Prabowonomics, Demokrasi, dan Arah Republik ke Depan di Aula Barat Kampus ITB, Bandung.

Ideologi ekonomi yang dibangun dalam bingkai Prabowonomics merujuk pada visi Presiden Prabowo untuk mengembalikan arah ekonomi Indonesia yang dinilai telah menyimpang, terlalu liberal dan kapitalis, menjadi ekonomi kerakyatan dalam wadah koperasi, khususnya Kopdes Merah Putih.

“Kini, koperasi sudah menjadi program penting pemerintahan Presiden Prabowo dalam mengoreksi arah perekonomian nasional ke depan,” kata Ferry.

Ferry menambahkan bahwa akar Prabowonomics sebenarnya berasal dari pemikiran tokoh bangsa seperti RM Margono Djojohadikusumo dan Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo, yang merupakan kakek dan ayah Presiden Prabowo. Ideologi ekonomi kedua tokoh bangsa tersebut adalah sosialis religius.

“Maka, pemerintah akan berjuang keras agar program Kopdes ini bisa sukses. Kalau sampai gagal, saya meyakini ke depan tidak akan ada lagi yang namanya eksistensi koperasi di Indonesia,” ungkap Ferry.

Koperasi sebagai Alat Perjuangan Ekonomi Rakyat

Ferry meyakini perlunya mengembalikan ekonomi Indonesia kepada rakyat sesuai cita-cita luhur Pasal 33 UUD 1945. Dia mengatakan ekonomi nasional harus dibangun dengan semangat ekonomi Pancasila, sehingga demokrasi politik berjalan beriringan dengan demokrasi ekonomi.

“Dalam konteks tersebut, koperasi memiliki posisi strategis sebagai instrumen utama dalam mewujudkan demokrasi ekonomi sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 UUD 1945,” ucap Ferry.

Arahnya, ekonomi Indonesia harus kembali pada cita-cita luhur para pendiri bangsa, yaitu ekonomi yang berkeadilan, ekonomi yang berbasis gotong royong, serta ekonomi yang memberikan ruang kepemilikan kepada rakyat.

“Karena itu, koperasi tidak hanya menjadi lembaga ekonomi, tetapi juga alat perjuangan ekonomi rakyat dan menjadi sokoguru perekonomian nasional,” tegas Ferry.

Narasumber lainnya, Filsuf UI Rocky Gerung menjabarkan konstitusi membolehkan ekonomi dihasilkan dari akumulasi, yaitu kapitalisme (korporasi). Namun, konstitusi juga menyatakan ekonomi harus menghasilkan kemakmuran bersama yang diadopsi melalui BUMN.

“Tapi, di sisi lain, kehidupan ekonomi juga harus berpihak pada rakyat kecil. Itu ada dalam tubuh dan semangat koperasi. Bahkan, koperasi menjadi wujud dari semangat human solidarity,” kata Rocky.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *