"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Wanita di Sukabumi Diduga Diperlakukan Tidak Senonoh Saat Naik Angkot

Kronologi Pelecehan di Angkot Rute Cibadak–Cicurug

Seorang penumpang wanita di angkot rute Cibadak–Cicurug, Sukabumi, diduga mengalami pelecehan. Kejadian ini terjadi saat korban sedang naik angkot pada pagi hari (11/3/2026). Menurut keterangan korban, pelaku menatap dan mencoba memegang kakinya. Korban sempat menegur, tetapi pelaku tetap berulah bahkan mencoba memotret korban diam-diam.

Tidak terima dengan tindakan korban, pelaku langsung mengamuk. Keduanya pun turun dari angkot dan sempat beradu mulut. Korban merekam terduga pelaku dan mengancam untuk memviralkannya. Ia juga meminta agar foto yang sempat diambil oleh pelaku untuk dihapus. Sementara itu, terduga pelaku tampak berjalan mundur dan mengaku tidak kenal dengan wanita tersebut.

Saat dihampiri seorang pria, terduga pelaku seketika berubah. Ia mengamuk dan balik menyerang sembari mengeluarkan senjata tajam berupa kapak. Bahkan ia sempat mengayunkan sajamnya dan nyaris mengenai pengendara motor. Korban mengaku hampir diserang menggunakan sajam tersebut.

Video kejadian ini viral di media sosial setelah dibagikan oleh akun Instagram @bandungterkini. Berdasarkan unggahan tersebut, kasus ini kini dalam penanganan pihak berwenang. Namun hingga artikel ini dimuat belum ada keterangan lanjutan dari pihak kepolisian.

Tanggapan Warganet

Video tersebut menyita perhatian warganet dan mendapat beragam komentar. Beberapa antaranya adalah:

  • “Ini alasan aku agak takut lagi naik angkot kalau sendiri, pernah di himpit beberapa penumpang, melihat dengan ekspresi yang tidak mengenakan.”
  • “Jangan ada kata maaf…. Make Jeung nanya ai sia Saha? Puguh MANEH Saha? Wawanian koplokkkk”
  • “Harus berani speak up.. salute sama si teteh, masih banyak yang ga seberani teteh nya”
  • “Salah satu penyebab orang makin males naik kendaraan umum”
  • “Pernah ngalamin, di foto diam-diam, pas ditegur diminta cek hp nya malah kaburrrr, orang sekeliling cuma liatin,” tulis beragam komentar warganet.

Cara Mengantisipasi dan Melaporkan Kejadian Pelecehan

Jika Anda merasa berada dalam situasi yang tidak aman atau mulai merasakan tanda-tanda pelecehan, bisa menggunakan beberapa cara tindakan antisipasi berikut ini:

  • Distract (Alihkan): Buat gangguan visual atau suara. Pura-pura bertanya arah, waktu, atau jatuhkan barang untuk memecah fokus pelaku.
  • Direct (Tegur Langsung): Jika merasa cukup aman, katakan dengan tegas teguran kepada pelaku. Ketegasan memungkinkan membuat pelaku urung melanjutkan aksinya.
  • Delegate (Minta Bantuan): Cari orang di sekitar yang memiliki otoritas (satpam, sopir bus, polisi, atau staf toko) dan katakan secara spesifik apa yang terjadi.
  • Document (Dokumentasikan): Jika memungkinkan, rekam kejadian atau ambil foto pelaku. Jika tidak sempat, segera tulis detail kejadian (waktu, lokasi, ciri fisik pelaku, pakaian) di catatan ponsel selagi ingatan masih segar.
  • Delay (Tunggu dan Dampingi): Jika Anda adalah saksi, dekati korban setelah kejadian dan tanyakan kondisi korban.

Cara Melaporkan Kejadian

Kasus pelecehan tercantum pada UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Korban dapat melaporkan kejadian ke kepolisian, berikut caranya:

  • Datangi unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) di Polres atau Polda setempat.
  • Bawa bukti (rekaman CCTV, tangkapan layar chat, baju yang dikenakan saat kejadian, atau saksi).
  • Berdasarkan UU TPKS, keterangan saksi korban sudah cukup sebagai alat bukti yang sah untuk memulai penyidikan.

Jika Anda butuh bantuan cepat atau pendampingan psikologis:

  • SAPASAPA 129: Hubungi via telepon ke nomor 129 atau WhatsApp ke 08111-129-129 (Layanan KemenPPPA).
  • Komnas Perempuan: Melalui media sosial resmi atau situs web untuk rujukan pendampingan hukum.


Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *