"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Lari Kebutaan WNA Irak Usai Bunuh Cucu Mpok Nori, 2 Bukti Tersisa di TKP

Penangkapan Pelaku Pembunuhan yang Tidak Sengaja Tinggalkan Bukti Penting

Seorang pria asal Irak, Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad atau RFTJ (49), yang diduga membunuh cucu almarhumah Mpok Nori, Dewhinta Anggary, berhasil ditangkap oleh polisi. Fuad adalah seorang Warga Negara Asing (WNA) yang pernah menjadi mantan suami siri korban.

Penangkapan terjadi ketika pelaku sedang berada di dalam bus dalam pelariannya menuju kota lain. Panit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Fechy J Ataupa, mengonfirmasi penangkapan tersebut. Menurutnya, pelaku sempat membawa kabur gulungan karpet dan ponsel korban. Namun, ia malah meninggalkan barang bukti penting yaitu pisau berlumur darah dari lokasi kejadian.

Fuad meninggalkan pisau tersebut di atas tumpukan sepatu milik korban. “Ditaruh aja gitu di atas,” ungkap Fechy dikutip dari sebuah sumber. Selain itu, baju Fuad yang terkena darah juga ditinggalkan. Setelah itu, polisi langsung menjadikan kedua barang bukti sebagai petunjuk pembunuhan keji tersebut.

AKP Fechy menyebut Fuad mengambil ponsel milik korban karena diyakini menyimpan bukti tuduhan perselingkuhan. Dalam penangkapan Fuad, pihak kepolisian berhasil menyita ponsel serta paspor korban. “Jadi katanya selain melihat tertangkap basah bersama pria lain, ada juga foto mesra. Cuma HP korban sampai saat ini belum kami buka karena tidak ada yang tahu password-nya,” jelas Fechy.

Kini Fuad telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan dengan Pasal 458 subsider Pasal 468 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Niat Pelaku untuk Melarikan Diri ke Sumatera

Pelaku mengaku bahwa setelah menghabisi nyawa korban, ia berniat kembali ke negara asalnya di Irak. “Usai membunuh korban, tersangka rencananya akan melarikan diri ke negara asalnya di Irak,” kata Panit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Fechy J Ataupah, Senin (23/2/2026).

Fechy mengungkapkan, pelaku berniat kabur ke wilayah Sumatera sebelum kembali ke Irak. Namun, upaya itu gagal karena ia lebih dulu ditangkap polisi. “Sambil menunggu situasi tenang, tersangka berniat bersembunyi terlebih dahulu di Sumatera,” ungkap dia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku menghabisi nyawa korban karena terbakar api cemburu. “Dari hasil pemeriksaan, motif di balik pembunuhan ini adalah karena tersangka cemburu dengan korban,” kata Fechy.

Kepada polisi, RTFJ mengaku kerap memergoki korban sedang menjalin hubungan dengan pria lain. Keduanya pun terlibat keributan hingga berujung aksi pembunuhan. “Tersangka mengaku beberapa kali memergoki korban sedang menjalin hubungan dengan pria lain,” ungkap Fechy. “Hingga akhirnya terjadi keributan dan perkelahian antara tersangka dan korban yang menyebabkan korban tewas dengan luka senjata tajam di bagian leher,” imbuh dia.

Penemuan Jenazah Korban

Adapun jasad Dewhinta ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di rumah kontrakan tempat tinggalnya di wilayah Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Ibu korban sempat mendatangi kontrakan anaknya, namun pintu dalam kondisi terkunci dari dalam.

Tak lama kemudian, kakak korban mencoba mengecek ke rumah kontrakan tersebut. Saat pintu berhasil dibuka, korban sudah dalam kondisi tak bernyawa. Korban tergeletak di lantai dan terdapat bercak darah yang sudah mengering. Jenazah korban lalu dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sementara itu, tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Timur dan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya bergerak cepat memburu pelaku. Setelah keberadaannya teridentifikasi, pelaku berhasil ditangkap di sebuah bus di ruas Jalan Tol Tangerang-Merak KM 68, Sabtu siang. Pelaku kemudian dibawa ke Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *