"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Barcode tidak sesuai, sopir ancam petugas SPBU dengan parang karena tidak dilayani

Kekerasan di SPBU Mamuju dan Kebakaran Mobil di Tabalong

Pada hari Selasa (7/4/2026), seorang pengemudi mobil pickup mengancam petugas SPBU Belang-Belang di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dengan menggunakan senjata tajam jenis parang. Insiden ini berawal dari penolakan yang dilakukan oleh operator SPBU karena barcode kendaraan pelaku tidak sesuai dengan nomor polisi mobilnya. Hal tersebut merupakan bagian dari prosedur pemerintah dalam penyaluran BBM subsidi.

Pelaku yang diketahui bernama IS (56) merasa kesal dan emosional hingga akhirnya mengancam korban, yaitu Mutiara, karyawan SPBU tersebut. Beruntung, tidak ada korban luka dalam kejadian ini. Aksi nekat IS kemudian direspons cepat oleh pihak kepolisian, yang akhirnya berhasil mengamankannya beserta barang bukti berupa satu bilah parang.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Sabtu (11/4/2026), Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Agustinus Pigay, menjelaskan bahwa pelaku mengakui perbuatannya dan menyatakan penyesalan atas tindakan yang telah dilakukan. Saat ini, IS sedang dalam proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Polresta Mamuju juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban serta mengedepankan cara-cara bijak dalam menyelesaikan setiap persoalan, tanpa harus menggunakan kekerasan. Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada dan menghindari tindakan yang bisa memicu konflik.

Peristiwa Kebakaran Mobil di Depan SPBU Mantuil

Selain insiden di SPBU Mamuju, terjadi pula kebakaran mobil di depan SPBU Mantuil, Desa Mantuil, Kecamatan Muara Harus, Kabupaten Tabalong, Kalsel, pada Jumat (27/3/2026) pagi. Kebakaran ini bermula saat pemilik kendaraan selesai mengisi bahan bakar dan keluar dari area SPBU. Saat itu, ia sedang menggunakan rokok elektrik, dan tak lama kemudian muncul percikan api dari dalam kendaraan yang dengan cepat membesar.

Lokasi kebakaran yang berada di dekat SPBU membuat warga sekitar kaget dan panik. Petugas UPBS dan pemadam kebakaran gabungan langsung respons cepat untuk mengantisipasi kebakaran semakin meluas. Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga sempat terhenti karena mobil yang terbakar berada di tepi jalan.

Berdasarkan keterangan dari pemilik kendaraan, kejadian ini terjadi secara tiba-tiba setelah mengisi bahan bakar. Korban segera melompat keluar untuk menyelamatkan diri dari nyala api yang membakar mobilnya. Petugas SPBU bersama warga sekitar melakukan upaya pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Kemudian, petugas relawan pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan lanjutan hingga api berhasil dipadamkan.

Kendaraan yang terbakar adalah mobil jenis mini colt milik HAR (42), warga Desa Sungai Buluh Kecamatan Kelua. Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa. Namun, satu unit mobil mengalami kerusakan berat dengan perkiraan kerugian materiil sekitar Rp12 juta.

Polres Tabalong mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati, khususnya tidak menggunakan atau menyalakan perangkat yang berpotensi menimbulkan api setelah mengisi bahan bakar. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Langkah-langkah Pencegahan dan Edukasi Masyarakat

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, pihak kepolisian dan instansi terkait terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

  • Peningkatan pengawasan di area SPBU untuk memastikan kepatuhan terhadap prosedur penyaluran BBM subsidi.
  • Pelatihan bagi petugas SPBU dalam menghadapi situasi darurat seperti ancaman kekerasan atau kebakaran.
  • Penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya penggunaan perangkat elektronik setelah mengisi bahan bakar.
  • Kerja sama dengan komunitas lokal untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan keamanan di lingkungan sekitar.

Edukasi ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua pihak. Dengan kesadaran dan tanggung jawab bersama, diharapkan kejadian kekerasan atau kebakaran dapat diminimalisir dan mencegah terjadinya kerugian yang lebih besar.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *