"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Tim gabungan tangkap tersangka pungli viral di Pantai Padang

Tim Gabungan Menindaklanjuti Dugaan Pungli di Jembatan Kasiah Tak Sampai

Tim gabungan melakukan penindakan terhadap dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi di kawasan Jembatan Kasiah Tak Sampai, Pantai Padang. Kegiatan ini dilakukan setelah adanya laporan masyarakat dan viralnya video yang menunjukkan aksi tersebut. Petugas gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB pada hari Jumat (27/3/2026), dan berhasil mengamankan terduga pelaku.

Dalam penindakan tersebut, petugas melibatkan berbagai instansi seperti Dinas Perhubungan (Dishub), Polsek Padang Barat, camat setempat, dubalang, serta masyarakat sekitar. Mereka melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan warga yang melihat kejadian tersebut. Hasil dari pendataan menunjukkan bahwa pelaku memiliki inisial Z (27 tahun). Dalam sesi wawancara dengan tim gabungan, ia mengakui perbuatannya dan membuat video permintaan maaf.

Terduga pelaku mengatakan bahwa ia bertindak sendiri dan tidak melakukan pemaksaan kepada pengunjung. Ia hanya meminta uang sebesar Rp2.000 kepada pengunjung, dan tidak melebihi nominal tersebut. Selain itu, Ketua RT 03 setempat juga memberikan keterangan bahwa pelaku benar-benar terlibat dalam aksi pungli tersebut.

Tim gabungan telah mencari terduga pelaku sejak Kamis (26/3/2026) sore dan berhasil menemukan lokasinya. Pada Jumat sore, pelaku dibawa ke lokasi tempat ia melakukan pungli untuk menjelaskan kronologi lengkapnya. Setelah itu, pelaku diminta membuat video permintaan maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut.

Penindakan Terhadap Dugaan Pungli di Pantai Padang

Video viral yang menunjukkan dugaan pungli di Pantai Padang telah menjadi perhatian serius dari pihak kepolisian. Polsek Padang Barat melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah aksi tersebut dilakukan oleh warga lokal atau oknum dari luar daerah. Dugaan pungli terjadi di kawasan Jembatan Kasih Tak Sampai, Pantai Padang, pada Kamis (26/3/2026) sore.

Dalam keterangan di video yang tersebar di Instagram Infosumbar, pengunjung Pantai Padang mengeluhkan adanya oknum yang diduga memaksa mereka membayar biaya parkir. Kapolsek Padang Barat, AKP Nurasni, melalui Kanit Intel, Iptu Andesisgo, menyampaikan bahwa pihaknya sedang menyelidiki terduga pelaku. Ia mengatakan bahwa belum diketahui apakah pelaku merupakan warga setempat atau dari luar daerah.

Pihak kepolisian juga akan mengumpulkan berbagai stakeholder dan melakukan patroli di sekitar lokasi. Mereka akan bekerja sama dengan camat setempat, dubalang, bhabinkamtibmas, serta pihak terkait lainnya. Rencananya, pertemuan akan dilakukan setelah salat ashar. Jika terduga pelaku berhasil diamankan, akan dilakukan tindakan preventif. Namun, sebelumnya, pihak kepolisian akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu.

Kejadian Sebelumnya: WNA Kena Pungli

Sebelum kejadian viral terbaru di Pantai Padang, kejadian serupa juga pernah terjadi. Seorang pria diamankan jajaran Polsek Padang Barat setelah diduga melakukan pungli terhadap dua Warga Negara Asing (WNA) asal Belanda. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Samudera, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Senin (23/2/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.

Kapolsek Padang Barat, AKP Nurasni, melalui keterangan resminya menjelaskan bahwa pelaku berinisial JS (32) diamankan setelah adanya laporan dari korban yang merasa dimintai sejumlah uang secara tidak resmi. Dalam kejadian tersebut, pelaku meminta uang parkir sekaligus uang sewa kursi yang digunakan oleh korban. Korban kemudian menyerahkan uang sebesar Rp24 ribu kepada pelaku.

Setelah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Padang Barat, pelaku akhirnya diamankan di kediamannya beserta barang bukti berupa uang tunai Rp24 ribu. Setelah dilakukan pemeriksaan, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Meski demikian, pihak kepolisian tetap mengimbau agar tidak ada lagi praktik pungli di kawasan wisata karena dapat merusak citra pariwisata Kota Padang.

Gusun Fawaida

Gusun Fawaida merupakan seorang Penulis yang fokus pada isu lingkungan kerja, produktivitas, dan human interest. Ia senang mengamati perilaku manusia, membaca buku self-improvement, dan minum kopi sambil menulis ide. Motto: “Tulislah untuk memberi dampak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *