Tragedi Longsoran Bukit Bekas Tambang di Purbalingga
Pada hari Minggu (12/4/2026), sebuah bencana alam yang tidak terduga terjadi di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Longsoran bukit bekas galian tambang menghancurkan tiga rumah warga dan menewaskan satu orang serta melukai dua lainnya. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, saat dua perempuan sedang memasak di dapur.
Peristiwa yang Menimpa Dua Korban
Korban tewas bernama Yanti (38 tahun), yang mengalami luka parah di bagian kepala akibat tertimpa batu besar dan puing bangunan. Sementara itu, Kasini (35 tahun), kerabat Yanti, berhasil selamat namun menderita luka pada kaki. Keduanya sedang berada di area dapur ketika tebing setinggi 12 meter di belakang rumah mereka runtuh mendadak.
Penyebab Bencana
Menurut Kepala Pelaksana Harian BPBD Purbalingga, Revon Harpindiat, kejadian ini dipicu oleh hujan intensitas tinggi yang mengguyur lokasi. Tanah menjadi sangat labil karena tebing tersebut merupakan bekas galian tambang rakyat. Awalnya, suara gemuruh yang terdengar dikira sebagai suara kendaraan, namun tiba-tiba lereng bukit longsor dan membawa material tanah serta batu besar.
Material tersebut langsung menghantam bagian belakang tiga rumah warga, tepat di area dapur tempat kedua korban berada. Kejadian ini menyebabkan kerusakan parah pada tiga rumah, khususnya di bagian dapur.
Proses Evakuasi dan Pengungsian
Pasca-kejadian, tim gabungan bersama warga setempat langsung melakukan evakuasi tubuh kedua korban dari balik reruntuhan dapur milik Sugiatno. Yanti dan Kasini sempat dilarikan secara dramatis ke RS PKU Muhammadiyah Bobotsari. Sayangnya, nyawa Yanti tidak tertolong saat penanganan, sedangkan Kasini langsung mendapatkan perawatan intensif.
Selain jatuhnya korban jiwa, hantaman material longsor meluluhlantakkan tiga rumah warga. Rumah Sugiatno dan Yono dinyatakan rusak berat, sementara rumah Sunaryo rusak sedang beserta kandang ternaknya. Total kerugian material dari ketiga rumah tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp127 juta.
Hingga saat ini, sebanyak tiga Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 11 jiwa terpaksa diungsikan ke rumah kerabat terdekat demi keselamatan. Di antara para pengungsi, terdapat tiga anak di bawah umur yang masih trauma.
Tindakan dan Persiapan Berikutnya
Proses pembersihan material tanah dan batu raksasa belum bisa dilakukan. BPBD Purbalingga masih menunggu kondisi aman serta rekomendasi teknis dari tim geologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) sebelum melakukan pembersihan.
Saat ini, jenazah Yanti telah dimakamkan oleh pihak keluarga yang masih dirundung duka mendalam. Sementara itu, BPBD mencatat kebutuhan mendesak bagi para pengungsi berupa pasokan logistik dan alat berat untuk normalisasi area terdampak.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











