Kecintaan Bupati Siak terhadap Anak-Anak
Kecintaan Bupati Siak, Afni Zulkifli, terhadap anak-anak tampak begitu tulus dan hangat. Kasih sayangnya tercurah tanpa sekat saat ia bertemu anak-anak Raudhatul Athfal (RA) dalam kegiatan Festival Cinta Anak Usia Dini dan Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Balairung Datuk Empat Suku, Komplek Rumah Rakyat.
Afni bukan hanya hadir untuk membuka acara. Ia menyapa satu per satu anak-anak, memeluk mereka dengan penuh kehangatan, bahkan terlibat dalam percakapan ringan yang membuat suasana cair. Gelak tawa dan senyum polos anak-anak berpadu dengan kelembutan sikap sang bupati, menciptakan momen yang mengharukan. Pemandangan itu pun menyentuh hati para guru yang hadir. Mereka melihat langsung bagaimana perhatian seorang kepala daerah mampu menghadirkan rasa aman dan bahagia bagi anak-anak didik mereka.
“Saya senang dengan anak-anak, perhatian tercurah kepada mereka, generasi penerus kita,” kata Afni Z, Kamis (16/4/2026). Dalam sambutannya, Afni menegaskan peran guru RA sangat strategis dalam membentuk fondasi karakter generasi masa depan.
“InsyaAllah, guru RA adalah orang-orang yang meletakkan peradaban anak-anak kita ke depan, menciptakan anak-anak yang saleh dan saleha, serta mampu mewujudkan negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujarnya. Ia juga menyampaikan, RA kini mengusung konsep workshop deep learning yang dipadukan dengan pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkuat pendidikan karakter sejak usia dini. Afni menyambut baik penerapan KBC yang menekankan tiga unsur utama. Mulai cinta kepada Allah dan Rasul, cinta kepada sesama, serta cinta terhadap alam dan tanah air.
“Saya mendukung Kurikulum Berbasis Cinta ini. Selamat mengikuti pelatihan di Kota Siak. Saya yakin ilmu yang ibu-ibu ajarkan insyaAllah menjadi jariyah hingga akhirat. Mari kita jaga dunia pendidikan kita,” ucapnya.
Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta
Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta digelar oleh PD IGRA Kabupaten Siak bersama Kelompok Kerja RA ini diikuti oleh 103 peserta dari 29 lembaga RA se-Kabupaten Siak. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 16–17 April 2026, dengan menghadirkan narasumber dari luar daerah.
Perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Syaifuddin, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting dalam meningkatkan kapasitas guru RA. “Kami berharap materi yang diperoleh dapat dipahami secara utuh dan diimplementasikan dalam proses pembelajaran di masing-masing lembaga,” ujarnya.
Menurutnya, guru RA harus mampu memahami karakter dan kebutuhan anak, serta menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, inovatif, dan dilandasi rasa cinta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penjelasan teknis, pembentukan kelompok belajar, serta penyusunan agenda pelatihan guna memastikan implementasi deep learning dan Kurikulum Berbasis Cinta berjalan optimal.
Melalui kegiatan ini, ia mengharapkan para guru RA mampu menghadirkan pembelajaran berkualitas, sehingga lahir generasi emas yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Tentang Kurikulum Berbasis Cinta
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) adalah sebuah pendekatan pendidikan baru yang diluncurkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) sebagai upaya untuk mentransformasi pendidikan Islam agar lebih humanis, inklusif, dan spiritual. Pendekatan ini menjadikan cinta sebagai poros utama dalam pembentukan karakter peserta didik dan filosofi hidup.
Konsep dan Filosofi Kurikulum Berbasis Cinta
KBC didefinisikan sebagai kurikulum yang berbasis dan dilandasi oleh nilai cinta kasih dan sayang, dimulai dengan cinta kepada Allah, kemudian cinta kepada makhluk-Nya. Kurikulum ini lahir dari kegelisahan terhadap dominasi pendidikan yang hanya berorientasi pada aspek kognitif semata. KBC tidak hanya dirancang sebagai perangkat teknis ajar, melainkan sebagai gerakan nilai yang bertujuan membentuk manusia yang utuh, bukan hanya mencetak orang pintar.
Tujuan Utama
Peluncuran KBC bertujuan untuk melahirkan generasi yang berpikir dengan cinta, merasa dengan cinta, dan bertindak dengan cinta. Selain itu, KBC juga bertujuan untuk menumbuhkan cinta tanah air dan semangat nasionalisme, serta menguatkan karakter kebangsaan melalui pembiasaan nilai-nilai luhur bangsa.
Nilai-Nilai Dasar (Panca Cinta)
Kurikulum Berbasis Cinta dibangun di atas lima nilai utama yang disebut Panca Cinta. Meskipun rincian lengkap “Panca Cinta” tidak tersedia dalam hasil pencarian, konsepnya menekankan pada cinta sebagai fondasi moral dan etika dalam pendidikan.
Implementasi dan Lingkup
KBC diharapkan tidak hanya berlaku di lembaga pendidikan, tetapi juga dalam semua aspek kehidupan, mengingat cinta itu sendiri adalah kurikulum kehidupan. Contoh implementasi nyata KBC di madrasah adalah melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 11 Tahun 2025, yang mewajibkan upacara bendera setiap Senin pagi dan menyanyikan lagu wajib nasional di seluruh madrasah negeri dan swasta di Indonesia. Keberhasilan KBC sangat bergantung pada kesadaran dan dukungan dari semua pemangku kepentingan.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











