Persiapan Garuda Indonesia Cabang Ternate Menghadapi Libur Nataru
General Manager Garuda Indonesia Cabang Ternate, Achmad Allam Rafli, berbicara dalam sebuah podcast bertajuk “Terbang Nyaman Menyambut Nataru: Kesiapan Garuda Indonesia Cabang Ternate”. Dalam sesi tersebut, ia menyampaikan garis besar persiapan maskapai untuk menghadapi musim liburan akhir tahun.
Kata Allam, Garuda Indonesia Cabang Ternate telah memastikan seluruh aspek operasionalnya siap secara maksimal. “Persiapan kami sejauh ini sudah cukup matang karena memang sebelum ini kami sudah berkoordinasi internal juga dengan stakeholder setempat,” ujar Allam. Ia menambahkan bahwa dari sisi kesiapan armada pesawat dan SDM, pihaknya sudah menghadapi libur Nataru seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
Musim libur akhir tahun selalu menjadi periode tersibuk bagi industri penerbangan. Selain libur Nataru, perjalanan dinas Pemerintah serta Kementerian juga meningkat di kuartal IV ini. “Saat ini justru puncaknya, di mana bagi penerbangan ini merupakan peak season. Banyak juga perjalanan dinas yang dilakukan oleh Kementerian, lembaga maupun instansi,” jelas Allam.
Tingginya mobilitas masyarakat membuat Garuda menyiapkan strategi khusus untuk menjaga kelancaran layanan mulai dari bandara hingga kabin pesawat. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Garuda telah melakukan penyesuaian kapasitas dan menyiapkan optimalisasi armada sesuai kebutuhan. Allam juga menyatakan bahwa pihaknya berusaha semaksimal mungkin agar penerbangan Garuda Indonesia berangkat dan tiba sesuai jadwal.

Saat ini, Garuda Indonesia Cabang Ternate hanya menyediakan rute penerbangan Ternate – Jakarta dan sebaliknya. “Di penerbangan pertama kami pastikan akan zero delay commitment, sehingga berdampak ke pesawat-pesawat selanjutnya. Bila mana penerbangan dari Jakarta on time, di sini pun akan kami pastikan on time, karena akan berimbas ke rute lainnya,” jelas Allam.
Di sisi layanan, sejumlah langkah antisipatif dilakukan, terutama untuk mengurangi antrean di check-in counter, boarding gate, dan proses bagasi. “Musim libur biasanya identik dengan antrean panjang. Karena itu kami meningkatkan koordinasi dengan ground handling dan memaksimalkan penggunaan layanan digital, termasuk mobile check-in,” kata Achmad.
Cuaca ekstrem di wilayah timur Indonesia, khususnya di Ternate Maluku Utara, menjadi salah satu tantangan utama di akhir tahun. Mengantisipasi hal ini, Allam menjelaskan bahwa pihak Garuda Indonesia selalu mengkomunikasikan dengan penumpang jika ada keterlambatan karena cuaca. “Kami akan informasikan ke penumpang di satu hari sebelum keberangkatan, sehingga penumpang bisa lebih prepare dan mungkin datang lebih lambat. Jika delay kurang dari 30 menit atau 1 sampai 2 jam, kami akan melakukan SOP untuk service recovery ke penumpang. Dengan menyiapkan air mineral, snack hingga heavy meal,” tambahnya.
Menyoal harga tiket yang kerap menjadi perhatian publik saat Nataru, Allam memastikan Garuda tetap mengikuti regulasi tarif batas atas dan bawah yang ditetapkan pemerintah. “Di periode Nataru ini sesuai aturan pemerintah itu akan memberlakukan promo mulai tanggal 22 Desember hingga 10 Januari akan diberlakukan harga khusus. Ada diskon kurang lebih 12 persen dan itu tidak akan berubah. Potongan harganya kurang lebih Rp 400 ribu untuk rute Ternate-Jakarta dan Ro 500 ribu untuk Jakarta-Ternate,” jelas Allam.
Menutup pembicaraan, Allam menyampaikan pesan kepada masyarakat yang akan bepergian menggunakan Garuda Indonesia selama libur akhir tahun. “Kami mengimbau penumpang datang lebih awal, memanfaatkan mobile check-in, dan memastikan dokumen perjalanan lengkap. Garuda berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat di Ternate dan seluruh Maluku Utara,” tutupnya.











