"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Bisnis  

Wall Street Berpotensi Tutup Tahun 2025 di Zona Hijau, S&P Diperkirakan Tembus 7.000

Harapan Investor untuk Akhir Tahun 2025

Para investor berharap bahwa pasar saham Amerika Serikat, khususnya Wall Street, akan menutup tahun 2025 dengan catatan positif. Indeks S&P 500 bahkan diperkirakan memiliki potensi untuk mencetak rekor baru, dengan kemungkinan melewati level 7.000.

Indeks S&P 500 telah mencatatkan penutupan rekor pada hari Rabu, menjelang liburan Natal dan hanya berjarak sekitar 1% dari mencapai level 7.000 untuk pertama kalinya. Indeks utama ini berhasil mengalami kenaikan selama delapan bulan berturut-turut, yang menjadi rentetan kemenangan bulanan terpanjang sejak 2017 hingga 2018.

Paul Nolte, penasihat kekayaan senior dan ahli strategi pasar di Murphy & Sylvest Wealth Management, menyatakan bahwa momentum saat ini sangat menguntungkan para investor bullish. Ia mengatakan, “Jika tidak ada peristiwa eksternal, jalur termudah bagi saham adalah naik.”

Perhatian pada Kebijakan Fed

Menjelang tahun baru, para investor sangat fokus pada kapan Bank Sentral AS (Fed) akan memangkas suku bunga lebih lanjut. Fed, yang sedang menyeimbangkan tujuan inflasi yang terkendali dan lapangan kerja penuh, telah menurunkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin selama tiga pertemuan terakhirnya di tahun 2025 ke level saat ini 3,50%-3,75%.

Selain itu, investor juga menantikan pengumuman Presiden Donald Trump tentang penunjukan ketua The Fed untuk menggantikan Jerome Powell, yang masa jabatannya berakhir pada bulan Mei. Setiap petunjuk tentang keputusan Trump dapat memengaruhi pasar di minggu mendatang.

Performa Pasar Saat Ini

Dengan hanya beberapa sesi perdagangan tersisa di tahun 2025, S&P 500 naik hampir 18% untuk tahun ini, sementara Nasdaq Composite (.IXIC), yang didominasi sektor teknologi, naik 22%. Namun, sektor teknologi, yang menjadi pendorong utama pasar bullish selama lebih dari tiga tahun, mengalami kesulitan dalam beberapa minggu terakhir, sementara area pasar lainnya bersinar.

Wall Street ditutup turun tipis pada perdagangan Jumat (26/12) setelah libur Natal. Ketiga indeks utama AS berakhir di zona merah secara nominal, mengakhiri reli lima sesi beruntun. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 20,19 poin atau 0,04% ke level 48.710,97. Indeks S&P 500 terkoreksi 2,11 poin atau 0,03% menjadi 6.929,94, sedangkan Nasdaq Composite turun 20,21 poin atau 0,09% ke posisi 23.593,10.

Namun, indeks masih tercatat naik secara mingguan dan berada di jalur untuk mengakhiri Desember dengan lebih tinggi. Harga sejumlah saham pulih dari gejolak awal bulan yang dipicu oleh pelemahan saham teknologi karena kekhawatiran terkait biaya pengembangan kecerdasan buatan.

Fenomena Musiman dan Pergerakan Pasar

Ryan Detrick, kepala ahli strategi pasar Carson Group di Omaha, mengatakan bahwa pelemahan tipis pada akhir pekan lalu adalah wajar terjadi setelah reli kuat dalam beberapa hari terakhir. “Kami mengalami reli lima hari yang sangat kuat, jadi dalam arti tertentu kami hanya beristirahat sejenak setelah liburan hari ini,” kata Detrick.

Menurut dia, perdagangan tersebut baru memasuki hari kedua dari periode reli Santa Claus. Fenomena musiman ini merujuk pada kecenderungan pasar saham menguat pada lima hari perdagangan terakhir di akhir tahun dan dua hari pertama tahun berikutnya. Periode tersebut dimulai pada Rabu lalu dan akan berlangsung hingga 5 Januari.

Dinamika Pasar dan Sebagian Sektor

Hingga akhir tahun, hanya tersisa tiga hari perdagangan di tengah dinamika pasar yang bergejolak sepanjang 2025. Kekhawatiran terkait kebijakan tarif, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta lonjakan saham berbasis kecerdasan buatan sempat memicu volatilitas tinggi.

Meski demikian, ketiga indeks utama Wall Street, dengan Nasdaq yang memimpin saham teknologi, berada di jalur mencatatkan kenaikan dua digit secara tahunan. Anthony Saglimbene, kepala ahli strategi pasar di Ameriprise Financial, menyatakan bahwa pergerakan pasar menunjukkan adanya rotasi ke area di mana valuasi lebih moderat.

Pergerakan Sektor dan Saham

Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, sektor material mencatatkan kenaikan persentase terbesar pada perdagangan terakhir pekan lalu. Sebaliknya, sektor barang konsumsi non-esensial memiliki kinerja paling lemah.

Sepanjang tahun berjalan, sektor layanan komunikasi, teknologi, dan industri tercatat mengungguli kinerja pasar secara keseluruhan. Sementara itu, sektor properti menjadi satu-satunya sektor yang diperkirakan mencatatkan penurunan sepanjang 2025.

Saham perusahaan teknologi chip kecerdasan buatan menguat 1% setelah menyepakati lisensi teknologi chip dengan perusahaan rintisan Groq serta merekrut CEO perusahaan tersebut. Sedangkan saham peritel tertentu melonjak 3,1% setelah Financial Times melaporkan adanya tekanan aktivisme dari hedge fund Toms Capital Investment Management yang telah mengambil investasi besar di perusahaan itu.

Saham perusahaan penambang logam mulia yang tercatat di bursa AS, seperti First Majestic, Coeur Mining dan Endeavour Silver, naik antara 1,2% hingga 3%. Penguatan ini sejalan dengan harga perak dan emas yang menyentuh rekor tertinggi baru.

Volume Perdagangan dan Rasio Saham

Di Bursa Efek New York, jumlah saham yang menguat lebih banyak dibandingkan yang melemah, dengan rasio 1,13:1. Tercatat 342 saham mencetak harga tertinggi baru dan 66 saham menyentuh harga terendah baru.

Di Nasdaq, sebanyak 1.968 saham menguat dan 2.605 saham melemah, dengan rasio saham turun terhadap saham naik sebesar 1,32:1. Indeks S&P 500 mencatatkan 20 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan tidak mencatatkan rekor terendah baru. Sementara Nasdaq Composite mencatatkan 46 rekor tertinggi baru dan 166 rekor terendah baru.

Volume perdagangan di bursa saham AS pekan lalu mencapai 10,22 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 15,98 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *