"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Warga Bocorkan Detik-detik Pembunuhan di Jalan Raflesia, Pelaku dan Korban Pesta Miras

Kasus Pembunuhan di Jalan Raflesia Palangka Raya Menggegerkan Warga

Kasus pembunuhan yang terjadi di Jalan Raflesia 2A, Kelurahan Petuk Ketimpun, Kota Palangka Raya, Sabtu (10/1/2026) dini hari, menyisakan cerita dari warga sekitar yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Peristiwa tersebut menimpa korban bernama M Agus Duanson, yang tewas setelah ditusuk oleh keponakannya sendiri, Eddy.

Dugaan konflik keluarga menjadi pemicu utama pembunuhan tersebut. Korban diketahui tidur bersama adik perempuan pelaku, yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban. Hal ini disebut memicu kemarahan pelaku hingga berujung tindakan fatal.

Salah seorang warga setempat bernama Punda, yang rumahnya berada tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP), mengaku sempat didatangi pelaku sesaat setelah peristiwa pembunuhan terjadi. “Dia sempat datang ke rumah saya. Dia mengetok pintu rumah. Gimana tidak kaget, awalnya saya kira bercanda, tapi dia bilang habis membunuh,” ujar Punda saat ditemui, Sabtu (10/1/2026).

Ia menuturkan, cekcok dan perkelahian di lingkungan tersebut sebenarnya bukan hal yang asing, terutama karena korban dan pelaku masih memiliki hubungan keluarga. “Kalau masalah kelahi-kelahi, mereka ini kan memang keluarga. Sering minum-minum rame-rame sama teman-temannya, ada cewek, ada cowok,” katanya.

Menurut Punda, selama aktivitas tersebut tidak mengganggu warga sekitar, masyarakat setempat cenderung tidak ikut campur. “Kalau kami ini yang penting mereka tidak meresahkan warga, tidak ganggu. Kecuali ada warga yang terganggu, baru kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perkelahian yang kerap terjadi biasanya dipicu pengaruh minuman beralkohol. Bahkan, dalam beberapa kejadian sebelumnya, warga pernah mendengar teriakan minta tolong, namun saat didatangi, permasalahannya tergolong sepele. “Sering kelahi-kelahi, minta tolong-minta tolong. Tapi setelah kita datangi, ternyata urusannya sepele. Karena pengaruh alkohol, mudah tersinggung, dan kadang membawa senjata tajam,” ungkapnya.

Pada malam kejadian, Punda mengaku baru masuk ke rumah sekitar pukul 02.30 WIB. Ia mendengar suara cekcok yang menurutnya masih dianggap biasa karena kerap terjadi sebelumnya. “Kami dengar mereka cekcok atau kelahi, tapi bagi kami itu sudah hal biasa. Mereka ini sudah sering sekali kelahi, apalagi urusan keluarga, terus nanti damai lagi,” katanya.

Namun, warga tidak menyangka cekcok tersebut berujung fatal. “Tidak tahunya kali ini sampai fatal, ada yang meninggal,” ujar Punda.

Ia juga menyebutkan, bahwa konflik antara korban dan pelaku memang sudah sering terjadi sebelumnya, bahkan melibatkan pihak luar. “Iya, keponakan dan pamannya itu juga sering. Pernah sampai bawa kawan dari luar sini. Tapi biasanya habis kelahi, damai lagi, minum-minum lagi. Namanya juga masih keluarga,” tuturnya.

Berdasarkan pantauan warga di TKP, juga ditemukan sisa minuman beralkohol. “Dari malam itu sebenarnya sudah minum-minuman sekitar jam 7 atau 8 malam. Bisa dibilang pesta miras,” katanya.

Ia menjelaskan, aktivitas minum-minuman tersebut awalnya dilakukan di sekitar rumah pelaku, tepatnya di area kebun depan rumah. Seiring larutnya malam, teman-teman pelaku satu per satu pulang, hingga akhirnya peristiwa tragis itu terjadi.

“Yang tahu pasti itu saksi mata yang kabur, adiknya pelaku,” ujarnya.

Lebih lanjut, Punda mengaku sempat melihat kondisi korban setelah kejadian. “Waktu kami lihat, saat jasad digeser dari posisi semula darah masih menyembur dari bagian dada korban yang ditusuk pakai gunting,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, pelaku dikenal di lingkungan keluarganya sebagai pribadi yang mudah emosi. “Pelaku ini memang dikenal gampang marah. Sampai adik-adiknya tidak mau tinggal serumah dengan dia,” ungkap Punda.

Karena alasan tersebut, pelaku memilih tinggal terpisah di pondok kebun, tidak jauh dari rumah korban. “Makanya dia tinggal di pondok sini, jaga kebun. Tidak cocok juga sama adik-adiknya dan saudaranya,” tutupnya.


Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *