"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Bisnis  

Juliana Simarmata, dari hobi parfum jadi bisnis menguntungkan

Perjalanan Juliana Simarmata dari Hobi ke Bisnis Parfum Lokal

Bagi sebagian perempuan, parfum hanya sekadar pelengkap penampilan. Namun bagi Juliana Simarmata, aroma justru menjadi titik awal perjalanan hidupnya sebagai pengusaha. Berangkat dari kegemaran membeli berbagai jenis parfum, perempuan asal Kabanjahe ini berhasil mengubah hobi menjadi industri yang kini mempekerjakan banyak orang.

Juliana mengaku sejak lama menyukai parfum. Ia kerap mencoba berbagai merek, dari yang terjangkau hingga premium. Dari kebiasaan itu, muncul kegelisahan kecil di benaknya. Ia merasa harga parfum yang dibelinya sering kali terlalu mahal, padahal secara fungsi, parfum sudah menjadi kebutuhan harian masyarakat.

“Aku mulai berpikir, kenapa parfum berkualitas selalu identik dengan harga tinggi? Padahal seharusnya semua orang bisa menikmati wangi yang bagus,” ujarnya.

Dari pemikiran itu, muncul tekad untuk menciptakan parfum lokal dengan standar internasional, namun tetap ramah di kantong. Awalnya, Juliana hanya menjual parfum yang dipasok dari pihak lain. Ia belajar mengenal karakter aroma, respons pasar, hingga selera konsumen. Proses itu dijalaninya dengan penuh kesabaran.

Namun, sifat perfeksionis dalam dirinya membuat Juliana tidak puas hanya menjadi reseller. Ia ingin lebih dari sekadar menjual. Ia ingin menciptakan.

“Karena aku orangnya perfeksionis, aku berpikir bagaimana kalau aku punya kuasa untuk meracik resep parfum sendiri. Dari bahan sampai hasil akhirnya,” katanya.

Keputusan besar itu akhirnya diambil. Pada 2019, Juliana mulai merintis pabrik parfumnya sendiri. Langkah ini tentu tidak mudah. Ia harus memulai dari nol, mulai dari riset bahan, formulasi aroma, hingga membangun brand dari dasar.

“Semuanya aku bangun sendiri. Dari nama brand, konsep, sampai proses produksi. Itu benar-benar perjalanan yang melelahkan, tapi menyenangkan,” tuturnya.

Kini, Juliana memiliki dua brand parfum yang telah dikenal di berbagai daerah, yakni JSPremier dan ULOS Parfum. Kedua brand tersebut dipasarkan ke berbagai kota di Indonesia melalui sistem reseller.

Juliana juga sadar bahwa dunia bisnis terus berkembang. Ia tidak ingin tertinggal. Karena itu, ia memanfaatkan teknologi digital sebagai senjata utama pemasaran. TikTok, Instagram, Shopee, hingga berbagai marketplace menjadi etalase produknya.

“Kalau UMKM nggak mengikuti perkembangan teknologi, kita akan kesulitan berkembang. Sekarang semuanya serba digital,” tegasnya.

Tantangan Terbesar adalah Ego

Perjalanan delapan tahun di dunia parfum tentu tidak selalu berjalan mulus. Juliana mengaku pernah menjalani hampir semua peran sendiri. Mulai dari promosi, branding, hingga pengemasan produk.

“Awalnya aku jadi kurir sendiri, packing sendiri, promosi sendiri. Tiap hari mikir inovasi. Capek, tapi aku nikmati,” katanya sambil tersenyum.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam berwirausaha justru datang dari diri sendiri. Ego, rasa malas, dan ketakutan sering kali menjadi penghambat.

“Melawan diri sendiri itu yang paling susah. Tapi kuncinya konsisten dan yakin. Tanamkan di mindset: saya pasti bisa,” ungkapnya.

Keyakinan itulah yang terus dipegang Juliana hingga hari ini. Ia percaya, dengan pikiran positif, setiap masalah bisa dihadapi satu per satu.

“Dengan keyakinan ‘bisa’, kita akan bisa melewati semua tantangan,” ujarnya.

Hasil Kerja Keras yang Terasa

Kini, hasil kerja kerasnya mulai terasa. Juliana sudah memiliki jaringan seller dan reseller yang tersebar di sekitar 30 kota di Indonesia. Dari yang awalnya hanya satu karyawan, kini bisnisnya telah membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang.

“Dulu aku nggak dikenal siapa-siapa. Sekarang peningkatannya signifikan. Aku bersyukur karena bisa membantu orang lain punya penghasilan,” katanya.

Salah satu produk unggulan dari ULOS Parfum adalah aroma Gold Queen, yang terinspirasi dari kehangatan kain ulos. Wangi ini diracik langsung oleh pakar parfum asal Prancis dan hanya dimiliki oleh ULOS Parfum.

“Aromanya amber, honey, musky. Elegan dan mewah, tapi tetap bisa dipakai sehari-hari,” jelas Juliana.

Sesuai cita-citanya sejak awal, Juliana ingin menciptakan parfum yang bisa dinikmati semua kalangan. Karena itu, harga produknya dibanderol mulai Rp 72 ribu hingga Rp 99 ribu.

“Harga harus masuk akal, tapi kualitas tetap premium,” katanya.

Visi Keberlanjutan

Saat ini, Juliana telah memiliki beberapa store resmi di berbagai kota, seperti Medan (Simpang USU), Kisaran, dan Air Batu. Selain itu, produknya juga tersedia di sejumlah toko mitra di kota lain.

Bagi Juliana, bisnis bukan hanya soal keuntungan. Ia punya visi hidup mandiri dan berkualitas. “Berdiri di kaki sendiri tanpa menyulitkan orang lain itu prinsip hidup aku,” ucapnya.

Ia percaya bahwa bisnis juga bisa menjadi jalan kebaikan. Dengan membuka lapangan pekerjaan, ia ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

“Lapangan kerja itu awal penggerak ekonomi. Aku ingin usaha ini berdampak,” tutupnya.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *