"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Guru Agus Memukul Siswa SMK, Korban Laporkan ke Polisi, Kakak Minta Penyelidikan Jelas

Perkembangan Kasus Pengeroyokan Guru oleh Siswa SMK Negeri 3 Berbak

Pihak keluarga siswa yang terlibat dalam kasus pengeroyokan guru Agus Saputra, berinisial MLP, kini resmi mengambil langkah hukum. Keluarga MLP telah membuat laporan ke Polsek Berbak terkait dugaan penganiayaan dan ancaman kekerasan yang dilakukan oleh guru tersebut. Kakak kandung MLP, Muhammad Ardi, menyatakan bahwa tindakan ini dilakukan sebagai bentuk keberatan atas perlakuan yang dialami adiknya di lingkungan sekolah.

Laporan ke Polsek Berbak

Muhammad Ardi menjelaskan bahwa laporan tersebut dibuat pada malam sebelumnya, dan pihak keluarga akan mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan. Ia meminta pihak kepolisian mengusut tuntas dugaan kekerasan yang terjadi di lingkungan SMK Negeri Tanjung Jabung Timur, Jambi. Menurutnya, keluarga percaya sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat kepolisian.

“Intinya kita percaya kepada Kapolri dan kepada pihak kepolisian supaya permasalahan ini ditindaklanjuti,” ujar Muhammad Ardi. Ia juga menegaskan bahwa pihak keluarga tidak menutup mata apabila adiknya memang terbukti bersalah. Namun ia meminta proses hukum tetap berjalan secara adil.

Pengakuan Siswa

Sebelumnya, seorang siswa berinisial MLP yang terlibat pengeroyokan guru bernama Agus Saputra memiliki panggilan tersendiri di sekolah tersebut. Ia meminta siswa memanggilnya bukan dengan sebutan pak melainkan prince alias pangeran. “Dia mau dipanggil prince (pangeran) karena kalau dipanggil bapak dia gak mau marah,” tuturnya.

Menurut pengakuan MLP, ketegangan bermula dari kesalahpahaman di ruang kelas saat jam pelajaran hampir usai. Situasi kelas yang bising membuat MLP spontan berteriak meminta rekan-rekannya diam. Namun hal itu justru memicu reaksi keras dari sang guru.

Kejadian Pengeroyokan

Situasi semakin memanas ketika para siswa menuntut permintaan maaf sang guru karena dianggap telah menghina orang tua salah satu siswa. Meski sudah dimediasi oleh guru lain dan komite sekolah untuk berpidato di depan siswa, sang guru justru membahas hal lain yang memicu kekecewaan.

Puncak pengeroyokan terjadi saat sang guru dibawa ke kantor oleh Bapak Komite. MLP mengeklaim sang guru justru mengejek dan tersenyum sinis ke arah para siswa. Saat mendekat untuk meminta kejujuran, ia mengaku justru mendapat bogem mentah. Melihat aksi Agus yang meninju itulah membuat siswa meradang hingga mengeroyok sang guru.

Pengakuan Agus Saputra

Agus Saputra, guru Bahasa Inggris di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, mengaku sempat melakukan kekerasan terhadap siswa hingga berujung dikeroyok. Menurutnya, hal itu dilakukannya karena refleks diteriaki siswa dengan kata yang tidak pantas. Agus menjelaskan bahwa kejadian bermula saat dirinya ditegur oleh seorang siswa.

“Dia menegur dengan tidak sopan dan tidak hormat kepada saya dengan meneriakan kata yang tidak pantas saat dia belajar,” katanya. Agus menuturkan bahwa dirinya masuk ke kelas siswa tersebut dan menanyakan terkait hal itu. “Kemudian, saya masuk ke kelas saya tanyakan siapa yang memanggil saya seperti itu,” lanjutnya.

Agus menegaskan bahwa tidak ada niat menganiaya siswa. Dia bilang tamparan yang dilakukan sebagai bentuk pembinaan spontan. “Saya tidak melawan, hanya membela diri. Bisa dilihat di video,” katanya.

Tindakan Hukum oleh Guru

Setelah mediasi, Agus Saputra resmi melapor ke Polda Jambi, pada Kamis (15/1/2026) sore. Agus didampingi kakaknya, datang ke Polda Jambi sekitar pukul empat sore dan melakukan pembuatan laporan polisi hampir empat jam. Kakak kandung Agus, Nasir, mengatakan bahwa langkah hukum ini diambil karena adiknya merasa dirugikan terlebih secara mental setelah kasus ini viral di sosial media.

Nasir menjelaskan bahwa pasca kejadian Agus telah melakukan visum. Di mana ada beberapa luka lebam di tubuhnya yang juga akan menjadi bukti untuk pihak kepolisian. “Sudah ada visum dan ada bekas lebam,” ujarnya.

Agus yang juga hadir ke Polda Jambi enggan memberikan banyak komentar atas kejadian ini. Diketahui laporan tersebut ditujukan ke beberapa siswa dalam video yang viral di sosial media. Nasir mengatakan ada lebih dari satu orang yang dilaporkan.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *