Penyelidikan Kematian Selebgram Lula Lahfah Masih Berlangsung
Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kematian selebgram Lula Lahfah di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan. Sampai saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil analisis barang bukti dan memeriksa saksi-saksi untuk memastikan penyebab kematian pacar Reza Arap ini.
“Saat ini penyelidik dari Polsek Kebayoran Baru dan Satreskrim Polrestro Jaksel masih mendalami sebab kematian, pemeriksaan saksi-saksi serta analisis barang bukti yang ada,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dihubungi, Minggu (25/1/2026).
Tidak Ada Tanda Kekerasan
Sejauh ini, dari pemeriksaan luar dipastikan tidak ditemukan ada tanda bekas penganiayaan pada tubuh Lula. “Secara umum keterangan dokter yang meriksa luar jenazah tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan. Nanti setelah hasil uji laboratorium terhadap barang bukti dan lain-lain akan kami sampaikan ke publik,” tuturnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah menyebut pihaknya juga masih berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan penyebab Lula tewas. “Sudah kami komunikasikan dan hari Senin, baru ada hasil rekam medis lah jatuhnya karenakan autopsi tidak dilaksanakan,” ungkapnya.
Analisa CCTV
Selain itu, analisa rekaman CCTV di lokasi juga dilakukan. Analisa CCTV ini untuk melihat rentang waktu kejadian sebelum Lula ditemukan meninggal dunia. “Iya masih kita analisa CCTV terkait timeline kejadiannya. Kita lagi urutin timeline-nya,” tuturnya.
Kronologi Kematian Lula Lahfah
Sebagai informasi, Lula Lahfah menghembuskan napas terakhir di apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat, 23 Januari 2026. Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan membenarkan influencer Lula Lahfah pacar dari musisi Reza Oktovian atau Reza Arap. “Benar, telah ditemukan seorang perempuan meninggal dunia atas nama Lula Lahfah di Kamar Ruang 25 BN, Lantai 25 Apartemen Essence,” ujar Kombes Pol I Putu Yuni dari keterangan resmi yang diterima, Sabtu (24/1/2026).
Lula Lahfah Terkunci dari Dalam Kamar
Polisi mengungkap kronologi meninggalnya Lula Lahfah. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh saksi yang berada di luar kamar apartemen korban. Saat itu, pintu kamar Lula Lahfah dalam kondisi terkunci dari dalam. “Saksi merasa curiga dan khawatir karena korban tidak merespons. Mengingat sebelumnya korban sempat berobat bersama sopir atau asisten pribadinya, saksi kemudian meminta bantuan pihak pengelola apartemen untuk membuka pintu,” ucapnya.
Setelah pintu berhasil dibuka, saksi bersama pihak manajemen apartemen yang berjumlah sekitar empat orang masuk ke dalam kamar. Korban ditemukan dalam posisi terlentang, dengan kondisi mulut terbuka dan warna kebiruan. “Kondisi almarhumah tidak adanya nafasnya, dalam kondisi terlentang dengan mulut terbuka warna biru,” ungkapnya.
“Saksi sempat memeriksa denyut nadi dan detak jantung korban, namun sudah tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan,” jelasnya. Pihak kepolisian kemudian menghubungi asisten pribadi korban bernama Sindy, yang saat itu berada di luar apartemen. Sekitar 15 menit kemudian, asisten tiba di lokasi kejadian.
Kronologi Lengkap
Kronologi lain disampaikan saksi kedua yang mengaku sempat bangun sekitar pukul 08.00 WIB dan beraktivitas di kawasan Fatmawati untuk menjaga bazar pakaian milik almarhumah. Pada pukul 17.30 WIB, saksi mendapat telepon dari seseorang bernama Asiah yang mengabarkan bahwa Lula Lahfah sudah tidak bernapas. “Saksi kemudian meminta agar dipastikan kondisi korban dan menyarankan untuk segera dibawa ke rumah sakit terdekat,” kata Putu Yuni.
Saat saksi tiba kembali di apartemen, korban sudah dalam kondisi tidak bernapas, dengan posisi terlentang, mulut terbuka, dan warna kebiruan. Sekitar pukul 19.23 WIB, dokter pribadi korban, tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan menemukan sejumlah obat di sekitar korban.
Pihak kepolisian kemudian datang dan melakukan identifikasi. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah obat-obatan dan surat rawat jalan dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI). “Catatan dari pemeriksaan awal, tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Ditemukan obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI di lokasi,” ungkap Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Endy Mahandika.
Jenazah Lula Lahfah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati pada pukul 21.20 WIB menggunakan ambulans untuk dilakukan visum lebih lanjut.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











