"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Satu Tabung Jadi Bukti Kematian Lula Lahfah, Bahaya Whip Pink Dibongkar

Tabung Pink Jadi Barang Bukti dalam Kasus Kematian Selebgram Lula Lahfah

Dalam kasus kematian selebgram Lula Lahfah, polisi mengamankan satu tabung berwarna pink sebagai barang bukti. Kematian perempuan yang merupakan mantan kekasih Reza Arap ini menjadi sorotan publik. Tabung pink yang dikenal dengan nama Whip Pink menjadi perhatian pihak kepolisian dalam penyelidikan kematian Lula Lahfah.

Lula Lahfah meninggal dunia di Apartemen Essence Darmawangsa, tempat ditemukan satu nama produk yang mendadak menjadi pusat perhatian, yaitu Whip Pink. Barang bukti berupa tabung berwarna merah muda ini memicu rasa penasaran publik tentang fungsi dan keterkaitannya dengan kasus tersebut.

Produk Berbahaya yang Menjadi Tren Global

Penggunaan Whip Pink untuk rekreasi di luar keperluan non medis menjadi tren global yang perlu diwaspadai Indonesia. Penyebutan Whip Pink merujuk pada tabung gas kecil berwarna merah muda atau pink yang berisi nitrogen oksida (N₂O). Gas ini sebenarnya legal dan bermanfaat jika digunakan sesuai peruntukannya.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, menyatakan bahwa penggunaan N2O untuk rekreasi (bukan untuk keperluan medis) semakin meningkat dari waktu ke waktu. Penelitian internasional The Global Drug Survey yang melibatkan lebih dari 32.000 partisipan dari 22 negara (sebagian besar dari Eropa) menunjukkan bahwa 22,5 persen responden pernah menggunakan N2O ini untuk mendapat efek euforia.

Selain itu, penelitian lain mencatat peningkatan penggunaan N2O ini di dunia, dari 10 persen di tahun 2015 menjadi 20 persen di tahun 2021. Di Inggris, penggunaan N2O menduduki peringkat ketiga, setelah kanabis dan kokain.

“Melihat data dan bahayanya, semua perlu waspada. Masyarakat jangan pernah menyalahgunakan Whip Pink,” kata dia di Jakarta, Jumat (30/1).

Tren Global di Amerika Serikat

Tidak hanya di Inggris, Whip Pink juga menjadi tren di Amerika Serikat. Seperti yang tertera dalam publikasi jurnal ilmiah “Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR)” dari “Center of Disease Control and Prevention (CDC)” pada April 2025. Dalam jurnal disebutkan bahwa data penyalahgunaan N2O meningkat 4 sampai 5 kali pada tahun 2023 dibanding 2029.

“BNN harus terus mengimbau masyarakat jangan mencoba gas ini di luar peruntukannya,” kata pakar kesehatan ini.

Tiga Dampak Buruk Penyalahgunaan Whip Pink

Setidaknya ada tiga dampak buruk penyalahgunaan Whip Pink yang tertulis pada jurnal Lancet. Pertama adalah gangguan neurologi, sistem saraf. Secara umum bentuknya adalah mielo neuropati dan neuropati perifer, yang berhubungan dengan defisiensi fungsi B12 akibat menghirup N2O ini.

“Gas ini saat dihirup langsung dengan jumlah yang banyak bisa mengganggu fungsi vitamin B12, yang penting bagi saraf,” ungkap Prof Tjandra. Gejala yang timbul dapat berupa parastesia, ataxia, kelemahan, gangguan buang air besar dan buang air kecil dan lainnya.

Kedua adalah gangguan psikiatri. Kondisi ini dapat berupa delusi, halusinasi, paranoid dan depresi, dan pernah pula dilaporkan psikosis akut.

Ketiga adalah gangguan kesehatan lain. Bisa terjadi di paru dan saluran napas. Dapat terjadi bekuan darah di paru serta dapat terjadi luka dingin (“frostbite”). Hingga gangguan di darah dalam bentuk hiperhomosisteinemia punya potensi -walaupun amat jarang- berhubungan dengan infark jantung dan stroke.

Penggunaan dalam Bidang Kuliner dan Medis

Terpisah, Pakar farmakologi dan farmasi klinik UGM, Prof. Apt. Zullies Ikawati menyebut, whip pink yang sedang jadi sorotan pasca kematian seorang selebgram aman digunakan untuk keperluan dapur namun berbahaya saat dihirup.

Di bidang kuliner, N₂O digunakan dalam alat pembuat whipped cream untuk menciptakan tekanan sehingga krim mengembang dan bertekstur lembut. Kemudian, untuk keperluan medis, gas N₂O ini digunakan sebagai obat bius tambahan atau pereda nyeri ringan.

Gas ini biasanya digunakan untuk tindakan kedokteran gigi atau persalinan. Penggunaannya dalam dosis terkontrol, selalu dicampur dengan oksigen serta diawasi oleh tenaga kesehatan. Sayangnya, gas ini kini digunakan untuk kegiatan rekreasional atau gas ini dihirup langsung tanpa ada pengawasan medis.

“Saat masuk ke tubuh, N₂O bekerja pada otak dan sistem saraf pusat,” tutur guru besar UGM ini.


Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *