Inisiatif Bank Indonesia dalam Mendorong Digitalisasi Pembayaran di Pelabuhan Kaltara
Bank Indonesia (BI) semakin memperkuat komitmennya untuk mendorong digitalisasi sistem pembayaran di sektor transportasi laut di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Hal ini dilakukan dengan menargetkan seluruh pelabuhan di lima kabupaten/kota di Kaltara menyediakan pembayaran non-tunai berbasis QRIS pada tahun 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Perwakilan BI Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, dalam pertemuan dengan media di awal tahun 2026. Menurutnya, digitalisasi pembayaran di pelabuhan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera diwujudkan. Hal ini mengingat karakteristik wilayah Kaltara yang sangat bergantung pada transportasi laut.
“Untuk menghadirkan alternatif pembayaran secara digital, menurut kami ini sudah harus dilakukan di provinsi kita, sama seperti yang telah diterapkan di beberapa provinsi lain di Indonesia,” ujar Hasiando.
Program Pelabuhan Siap QRIS
Sebagai langkah awal, BI Kaltara telah meluncurkan program Pelabuhan Siap QRIS pada 11 Desember 2025 di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan. Dalam peluncuran tersebut, sebanyak delapan agen tiket speedboat di pelabuhan sudah mulai menerima pembayaran menggunakan QRIS dan hingga kini masih beroperasi.
Hasiando menegaskan bahwa penerapan QRIS ini bukan untuk menghapus pembayaran tunai, melainkan memberikan opsi tambahan bagi masyarakat. “Karena sudah di-launching, ini harus kita pertahankan. Alternatif sistem pembayaran digital harus tetap ada, di samping pembayaran tunai. Ini bukan berarti pembayaran tunai dihentikan, tetap ada,” tegasnya.
Ia menjelaskan, masyarakat tetap bebas memilih metode pembayaran, baik secara tunai maupun non-tunai, sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.
Fokus pada Lima Pelabuhan Utama
BI Kaltara bersama pemerintah daerah telah menetapkan lima pelabuhan utama sebagai fokus penerapan digitalisasi pembayaran QRIS. Kelima pelabuhan tersebut tersebar di berbagai wilayah Kaltara:
- Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, dikelola Pemerintah Provinsi Kaltara.
- Pelabuhan Kayan II, berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Bulungan.
- Pelabuhan Limang (Bulungan), dikelola Dinas Perhubungan Provinsi.
- Pelabuhan Speedboat Malinau, dikelola Dinas Perhubungan Kabupaten Malinau.
- Pelabuhan Keramat, di bawah Dinas Perhubungan Kabupaten Tana Tidung (KTT).
Dari lima pelabuhan di atas, saat ini sudah dua pelabuhan yang menyediakan pembayaran melalui QRIS. “Harapannya, pada 2026 seluruh pelabuhan sudah memiliki alternatif pembayaran digital,” kata Hasiando.
Timeline Penerapan QRIS
BI Kaltara juga telah menyusun timeline penerapan QRIS di masing-masing wilayah. Pelabuhan Tengkayu I Tarakan menjadi yang pertama menerapkan QRIS sejak Desember 2025. Selanjutnya, penerapan QRIS direncanakan berlanjut secara bertahap di daerah lain.
Sedangkan Bulungan dan Malinau, penerapan QRIS ditargetkan mulai Februari 2026. Kemudian Nunukan menyusul pada Maret 2026, dan Kabupaten Tana Tidung pada April 2026. “Targetnya, sebelum semester kedua 2026, seluruh pelabuhan sudah memiliki alternatif pembayaran QRIS,” ujarnya.
Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat
Tak hanya menyiapkan sistem pembayaran, BI juga memastikan masyarakat benar-benar mengetahui dan memahami keberadaan QRIS di pelabuhan. Untuk itu, BI Kaltara bersama pemerintah daerah akan melakukan sosialisasi secara masif, salah satunya melalui pemasangan spanduk dan media informasi di area pelabuhan.
“Pembayaran ini harus dibuat nyaman. Informasi ke masyarakat itu penting supaya mereka tahu QRIS sudah hadir di pelabuhan-pelabuhan kita,” ujarnya.
Mengikuti Progres Provinsi Lain
Hasiando menegaskan, digitalisasi kepelabuhanan di Kaltara diharapkan mampu menyamai provinsi lain yang telah lebih dulu menerapkan sistem serupa, salah satunya Provinsi Kepulauan Riau, yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan hampir sama dengan Kaltara.
“Selama saya di sini, saya ingin digitalisasi pelabuhan benar-benar bisa terwujud. Kita ingin Kaltara tidak tertinggal dan memiliki sistem pembayaran yang modern, aman, dan efisien,” jelasnya.
Libatkan Agen Tiket Speedboat
Berdasarkan data BI Kaltara, implementasi digitalisasi pembayaran di pelabuhan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan sejumlah agen tiket speedboat di masing-masing kabupaten/kota. Di Kota Tarakan, sebagai daerah percontohan, penerapan QRIS telah berjalan sejak Desember 2025 di Pelabuhan Tengkayu I. Tercatat, delapan agen tiket speedboat sudah aktif menerima pembayaran non-tunai.
Di Kabupaten Bulungan, terdapat tiga agen tiket speedboat yang disiapkan untuk penerapan QRIS, yakni PT Kayan Citra Bahari Baru, PT Tumbu Surya Jaya, dan PT Wahana Maritim Servis. Sementara di Kabupaten Nunukan, terdapat lima agen tiket speedboat yang masuk dalam rencana digitalisasi. Adapun di Kabupaten Malinau, terdapat tiga agen tiket speedboat yang akan menerapkan sistem pembayaran QRIS.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











