Penetapan Harga Token Listrik PLN Mulai 1 Maret 2026
Pemerintah telah menetapkan harga token listrik PLN yang akan berlaku mulai 1 Maret 2026. Harga tersebut tidak mengalami perubahan dari tarif yang berlaku pada Februari 2026. Berikut adalah rincian perbedaan harga token listrik untuk semua golongan pelanggan PLN yang berlaku pada hari Senin, 2 Maret 2026.
Pelanggan prabayar dan pascabayar memiliki besaran tarif listrik yang sama. Namun, cara pembayaran berbeda. Pelanggan prabayar membeli token listrik dan memasukkan kode ke meteran untuk mendapatkan daya listrik. Sementara itu, pelanggan pascabayar cukup membayar tagihan setelah pemakaian dalam periode tertentu.
Tarif Listrik Maret 2026
Berikut ini adalah harga token atau tarif listrik yang berlaku untuk seluruh pelanggan PLN mulai 1 Maret 2026:
Tarif Listrik Pelanggan Rumah Tangga:
- Golongan R-1/TR kecil daya 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh
- Golongan R-1/TR kecil daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
- Golongan R-1/TR kecil daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
- Golongan R-2/TR menengah daya 3.500-5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
- Golongan R-3/TR,TM besar daya di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh.
Tarif Listrik Pelanggan Bisnis:
- Golongan B-2/TR kecil daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh
- Golongan B-3/TM,TT menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh.
Tarif Listrik Pelanggan Industri:
- Golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
- Golongan I-4/TT daya di atas 30.000 kVA: Rp 996,74 per kWh.
Tarif Listrik Kepentingan Fasilitas Pemerintah dan Penerangan Jalan Umum:
- Golongan P-1/TR daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.699,53 per kWh
- Golongan P-2/TM tegangan menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.522,88 per kWh
- Golongan P-3/TR untuk penerangan jalan umum: Rp 1.699,53 per kWh
- Golongan L/TR, TM, TT daya pada berbagai tegangan: Rp 1.644,52 per kWh.
Tarif Listrik Kepentingan Pelayanan Sosial:
- Golongan S-1/TR daya 450 VA: Rp 325 per kWh
- Golongan S-1/TR daya 900 VA: Rp 455 per kWh
- Golongan S-1/TR daya 1.300 VA: Rp 708 per kWh
- Golongan S-1/TR daya 2.200 VA: Rp 760 per kWh
- Golongan S-1/TR daya 3.500 VA-200 kVA: Rp 900 per kWh
- Golongan S-2/TM daya lebih dari 200 kVA: Rp 925 per kWh.
Tarif Listrik Subsidi Pelanggan Rumah Tangga:
- Golongan R-1/TR daya 450 VA: Rp 415 per kWh
- Golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp 605 per kWh.
Penghitungan kWh dari Token Listrik
Pelanggan PLN prabayar dapat membeli token listrik dengan nominal beragam hingga Rp 1 juta sesuai kebutuhan. Token listrik yang dibeli kemudian dikonversikan ke dalam satuan kWh. Kode token dimasukkan ke meteran untuk mendapatkan daya listrik dengan menekan tombol yang tersedia.
Perlu diketahui bahwa nominal token listrik yang dibeli akan dipotong Pajak Penerangan Jalan (PPJ) daerah sesuai kebijakan pemerintah setempat. Misalnya, besaran PPJ Jakarta yang dikenakan terhadap pelanggan PLN sebagai berikut:
- Sampai 2.200 VA: 2,4 persen
- 3.500-5.500 VA: 3 persen
- 6.600 VA ke atas: 4 persen.
Rumus penghitungan besaran kWh yang diperoleh adalah sebagai berikut:
(Nominal token – PPJ daerah) : tarif dasar listrik = kWh yang didapatkan.
Lebih rinci, berikut rincian besaran kWh yang diperoleh jika beli token Rp 100.000 untuk masing-masing golongan pelanggan rumah tangga non-subsidi di Jakarta:
Rumah Tangga Daya 900 VA
- (Rp 100.000 – 2,4 persen) : Rp 1.352 = kWh yang didapatkan
- (Rp 100.000 – Rp 2.400) : Rp 1.352 = kWh yang didapatkan
- Rp 97.600 : Rp 1.352 = 72,19 kWh.
Rumah Tangga Daya 1.300-2.200 VA
- (Rp 100.000 – 2,4 persen) : Rp 1.444,70 = kWh yang didapatkan
- (Rp 100.000 – Rp 2.400) : Rp 1.444,70 = kWh yang didapatkan
- Rp 97.600 : Rp 1.444,70 = 67,56 kWh.
Rumah Tangga Daya 3.500-5.500 VA
- (Rp 100.000 – 3 persen) : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
- (Rp 100.000 – Rp 3.000) : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
- Rp 97.000 : Rp 1.699,53 = 57,07 kWh.
Rumah Tangga Daya 6.600 VA Lebih
- (Rp 100.000 – 4 persen) : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
- (Rp 100.000 – Rp 4.000) : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
- Rp 96.000 : Rp 1.699,53 = 56,49 kWh.
Informasi ini diharapkan bermanfaat bagi pelanggan PLN.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











