"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Ramalan Harga Emas Hari Ini: Naik 4 Hari Berturut-turut

Harga Emas Terus Menguat, Dukungan dari Berbagai Faktor

Harga emas kembali menunjukkan penguatan pada hari keempat beruntungnya, yaitu pada Kamis (13/11/2025), setelah sebelumnya melonjak hampir 2% dalam perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi AS yang semakin memperuncing, akibat penutupan pemerintahan selama enam minggu tanpa data resmi.

Berdasarkan data yang dirangkum oleh Bloomberg, harga emas di pasar spot mengalami kenaikan sebesar 0,34% atau 14,31 poin, mencapai level US$4.209,7 per troy ounce pada pukul 10.24 WIB. Sementara itu, harga emas berjangka Comex AS juga menguat sebesar 0,19% menjadi US$4.221,7 per troy ounce.

Kongres AS telah menyetujui rancangan undang-undang pendanaan sementara untuk mengakhiri penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah. Namun, Gedung Putih memberi peringatan bahwa laporan ketenagakerjaan dan inflasi bulan Oktober kemungkinan tidak akan dirilis dalam waktu dekat. Hal ini membuat investor harus bergantung pada survei dan data swasta untuk mengevaluasi kondisi ekonomi AS.

Sepanjang pekan ini, harga emas telah menguat hampir 5%, didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan kembali memangkas suku bunga setelah aktivitas pemerintahan kembali normal. Kondisi ini biasanya mendukung performa emas sebagai aset yang tidak memiliki imbal hasil bunga.

Namun, pandangan di dalam bank sentral masih terbelah. Beberapa pejabat seperti Presiden Federal Reserve Bank of Atlanta Raphael Bostic dan Presiden Bank of Boston Susan Collins berpendapat bahwa suku bunga sebaiknya dipertahankan untuk menjaga tekanan inflasi tetap terkendali.

Analis TD Securities, Oscar Munoz, menyatakan bahwa minimnya data ekonomi resmi dan perdebatan tentang seberapa ketat kebijakan moneter saat ini menciptakan ketidakjelasan dalam ekspektasi pasar terhadap keputusan The Fed pada Desember mendatang.

“Data seharusnya menjadi dasar pengambilan keputusan, tetapi ketiadaan data justru memperdalam perbedaan pandangan,” ujarnya.

Faktor Teknikal dan Fundamental Mendorong Penguatan Emas

Sementara itu, analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, mengatakan bahwa penguatan emas hari ini didorong oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental. Dari sisi teknikal, formasi candlestick harian menunjukkan pola bullish yang semakin kokoh, sementara indikator Moving Average (MA) juga menegaskan arah tren naik yang konsisten.

“Jika tekanan beli (bullish) terus berlanjut, emas berpotensi menguji area resistensi berikutnya di US$4.267,” jelas Andy dalam risetnya, Kamis (13/12/2025).

Namun, jika harga gagal mempertahankan momentum dan mengalami koreksi, maka harga akan turun menuju support terdekat di kisaran level US$4.122.

Dukungan dari Pasar Global

Kondisi pasar global turut memberikan dukungan terhadap reli emas. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan pelemahan Dolar AS membuat emas kembali menjadi aset lindung nilai yang menarik bagi investor. Di sisi lain, membaiknya selera risiko di pasar keuangan global yang biasanya menekan harga emas tidak cukup kuat untuk membendung minat beli terhadap logam mulia ini.

Faktor geopolitik dan ekonomi makro juga memainkan peran penting. Saat ini, perhatian investor tertuju pada pemungutan suara di Kongres AS untuk mengakhiri penutupan pemerintah (shutdown) terpanjang dalam sejarah. Senat AS sebelumnya telah menyetujui paket pendanaan yang akan memulihkan operasional lembaga-lembaga pemerintah hingga 30 Januari.

Harapan akan berakhirnya kebuntuan politik ini memunculkan optimisme terhadap stabilitas ekonomi AS, sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) dapat segera memangkas suku bunga pada bulan Desember mendatang.

Data dari CME FedWatch Tool menunjukkan peluang sekitar 64% bahwa Fed akan menurunkan suku bunga bulan depan. Penurunan suku bunga secara historis menjadi katalis positif bagi emas, karena mengurangi biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti logam mulia ini.

“Jika The Fed memberikan sinyal lebih dovish, maka harga emas berpotensi melanjutkan reli menuju area $4.267 atau bahkan lebih tinggi,” tambah Andy.

Faridah Hasna

Reporter berita yang mengulas peristiwa cepat dan trending topic. Ia gemar memantau media sosial, mencoba aplikasi baru, dan membuat konten singkat. Waktu senggangnya dihabiskan dengan mendengarkan podcast opini. Motto: “Kecepatan harus sejalan dengan ketepatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *