Penemuan Korban yang Meninggal Dunia di Desa Bitefa
Pada 11 November 2025, seorang pria berinisial LWC (18) ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di wilayah Desa Bitefa, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penemuan ini dilakukan oleh rombongan peziarah yang sedang berziarah ke Gua Maria di Desa Manamas.
Fakta yang Terungkap dari Keluarga Korban
Donatus Kolo, kakek korban, mengungkapkan bahwa LWC adalah cucu kandungnya dan selama ini tinggal bersama mereka sejak kecil. Ia menjelaskan bahwa kedua orang tua korban memiliki masalah dalam pernikahan, sehingga tidak dapat merawat LWC secara layak.
Pada Minggu, 9 November 2025, Donatus mengajak LWC untuk pergi ke Benlutu, Kabupaten TTS, untuk kunjungan keluarga dan membakar lilin. Namun, LWC menolak pergi dan memilih untuk menjaga rumah. Setelah kembali dari Benlutu, Donatus tidak melihat LWC di rumah dan mencoba menghubungi via telepon, tetapi handphone korban tidak aktif.
Donatus juga mencari LWC dengan menghubungi keluarga di Kampung Seroja, Kota Kefamenanu, namun tidak berhasil menemukannya. Informasi lain menyebutkan bahwa pada hari yang sama, LWC mengaku berada di Kota Kefamenanu (Tulip) di sekitar pukul 20.27 WITA.
Proses Penemuan dan Evakuasi
Korban ditemukan meninggal dunia sekira pukul 13.00 WITA, tergantung di pohon johar. Saat ditemukan, ia mengenakan celana hitam dan baju kaos berwarna hitam. Di lokasi penemuan, para peziarah juga menemukan satu unit sepeda motor hijau dengan nomor polisi DH 4839 HL di semak-semak dekat TKP.
Selain itu, polisi menemukan 1 pasang sandal hitam dan sobekan jaket korban yang digunakan sebagai tali. Sobekan jeket tersebut ditemukan di dalam jok sepeda motor.
Proses Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)
Menurut informasi dari IPDA Markus Wilco Mitang, Kasubsi PIDM Humas Polres TTU, korban ditemukan gantung diri menggunakan tali dari sobekan jaket. Pihak kepolisian melakukan olah TKP dan menemukan barang bukti yang relevan.
Setelah proses olah TKP selesai, korban dievakuasi pukul 15.30 WITA oleh Kapolsek Miomaffo Timur bersama anggota dan dibantu oleh warga. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah keluarga di Desa Sunsea untuk disemayamkan.
Pengungkapan Awal dari Peziarah
Beberapa orang dari rombongan peziarah ingin membuang air kecil di sekitar TKP. Mereka kaget ketika melihat korban sudah dalam keadaan gantung diri dan tidak bernapas lagi. Mereka kemudian memberitahukan kepada satu orang pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas di TKP. Pengendara tersebut meneruskan informasi tersebut kepada dua orang aparat Desa Sunsea yang berada di sekitar TKP dengan jarak kurang lebih 1 km.
Dua aparat desa tersebut kemudian mendatangi TKP dan melaporkan kepada Kapolsubsektor Naibenu. Usai menerima informasi, Kapolsubsektor Naibenu meneruskan informasi itu kepada Kapolsek Miomaffo Timur via telepon.
Tindakan Polisi dan Pemeriksaan Lanjutan
Sekitar pukul 14.30 WITA, Kapolsek Miomaffo Timur bersama Unit Identifikasi Polres TTU dan personil Polsek tiba di TKP untuk melakukan upaya kepolisian dan olah TKP. Setelah proses selesai, korban dievakuasi dan dibawa ke rumah keluarga untuk disemayamkan.











