"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Ahmad Sahroni Gelontorkan Rp250 Juta Perbaiki Rumah Rusak Akibat Banjir

Rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok Dibongkar Setelah Di Jarah

Rumah milik politisi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, di Jalan Swasembada Timur XXII, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kini rata dengan tanah. Bangunan mewah yang sebelumnya memiliki fasad kokoh, jendela besar berbingkai kaca, serta interior berisi perabotan mahal itu mengalami kerusakan parah setelah peristiwa penjarahan pada akhir Agustus 2025.

Proses pembongkaran dimulai pada Senin (10/11/2025) dan ditargetkan selesai dalam dua pekan. Kontraktor menyebut biaya keseluruhan mencapai sekitar Rp 250 juta, mencakup perobohan bangunan utama hingga pembersihan total area. Mandor pembongkaran, Abdullah, menjelaskan bahwa luas bangunan yang dibongkar mencapai 400 meter persegi dengan tinggi bangunan sekitar 13 meter.

“Untuk pembongkaran dua minggu, biayanya itu sekitar Rp 250 juta,” ucap Abdullah. Puing-puing bangunan akan dibawa ke pengepul. Pihak kontraktor hanya bertugas melakukan pembongkaran, sementara rencana pembangunan kembali di lokasi tersebut belum diketahui. Ke depannya, pihak kontraktor lain yang akan melanjutkan pembangunan di lokasi itu.

Kondisi Sebelum Dibongkar

Sejumlah warga sekitar menyebut rumah tersebut sudah berkali-kali menjadi sasaran penjarahan setelah ditinggalkan penghuni. Jejak kerusakan terlihat jelas, mulai dari kaca pecah, pintu dan jendela hilang, hingga interior yang rusak parah.

Ahmad Sahroni kucurkan Rp250 juta untuk bongkar rumahnya yang rusak usai dijarah. Ia juga meminta izin warga untuk bangun kembali rumahnya. Sebelumnya, Ahmad Sahroni kembali muncul ke publik setelah lama menghilang pascaperistiwa penjarahan di rumahnya di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Ia menghadiri acara doa bersama di depan kediamannya pada Minggu (2/11/2025) pagi dan untuk pertama kalinya menceritakan detik-detik mencekam saat insiden itu terjadi. Dalam kesempatan itu, Ahmad Sahroni tampak mengenakan kemeja putih lengan panjang dan menyampaikan sambutan kepada warga.

Dalam acara tersebut, Sahroni menceritakan bagaimana ia bersembunyi di plafon rumahnya saat penjarahan terjadi pada akhir Agustus lalu. Namun, karena plafon tersebut tidak kuat menahan beban, Sahroni pun terjatuh dan kemudian bersembunyi di kamar mandi. Selain itu, dirinya juga mengaku bahwa sempat ditemui warga yang menjarah rumahnya. Namun, warga tersebut tidak menyadari bahwa orang di dalam kamar mandi itu adalah dirinya.

“Ada tiga orang bapak ibu menghampiri di kamar mandi melihat saya dan bertanya sama saya, kebetulan muka saya kasih debu dan sebelumnya saya bersembunyi di atas plafon, plafonnya enggak kuat saya jatuh. Akhirnya, plafonnya saya hancurin sekalian, tapi pintu kamar mandinya saya buka,” ungkap Sahroni. “Saya satu jam pertama duduk, bapak ibu. Sudah berserah diri kepada Allah SWT. Kalaupun hari itu meninggal, saya Ikhlas,” imbuhnya.

Sahroni menambahkan, pada malam kejadian, dirinya sempat diselamatkan oleh warga sekitar. “Saya ucapkan terima kasih buat Pak Haji Dhani dan istri yang telah menerima saya di rumah belakang pada saat saya persis jam 22.15 WIB malam, saya lompat dari belakang ke rumahnya beliau,” ujarnya.

Insiden Penjarahan yang Menimpa Rumah Ahmad Sahroni

Usai doa bersama, Sahroni menyampaikan rencananya untuk membangun kembali rumahnya yang rusak akibat dijarah massa. Sebelumnya, rumah Ahmad Sahroni menjadi sasaran massa yang melakukan perusakan dan penjarahan pada Sabtu (30/8/2025) lalu. Saat itu, ratusan massa tak dikenal merangsek masuk ke Jalan Swasembada Timur XXII dan merusak sampai akhirnya memasuki rumah Ahmad Sahroni.

Dari penjarahan itu, rumah Ahmad Sahroni rusak parah. Pagarnya dirubuhkan, mobil-mobil mewah milik Ahmad Sahroni pun dihancurkan. Massa yang beringas juga menjarah seisi rumah Ahmad Sahroni, misalnya barang-barang elektronik, perabotan, bahkan uang tunai.

Sosok Ahmad Sahroni disorot publik lantaran ucapan kontroversialnya di tengah kisruh kenaikan tunjangan DPR RI. Dalam salah satu keterangannya, Ahmad Sahroni mengatakan bahwa desakan membubarkan DPR yang banyak dilontarkan masyarakat usai isu kenaikan tunjangan itu adalah hal keliru. Sahroni menyebut bahwa desakan itu adalah hal yang tolol.

“Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita,” kata Sahroni dalam kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara, Jumat (22/8/2025) lalu.


Faridah Hasna

Reporter berita yang mengulas peristiwa cepat dan trending topic. Ia gemar memantau media sosial, mencoba aplikasi baru, dan membuat konten singkat. Waktu senggangnya dihabiskan dengan mendengarkan podcast opini. Motto: “Kecepatan harus sejalan dengan ketepatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *