Tiga Berita Populer Sumbar yang Menarik Perhatian
Berikut adalah tiga berita populer dari Sumatera Barat yang telah menarik perhatian masyarakat dalam 24 jam terakhir. Berita ini mencakup isu sosial, kejahatan narkoba, dan tragisnya kisah seorang ayah yang diduga mengakhiri hidupnya.
1. Tiga Faktor Pemicu Pemasungan ODGJ di Padang Pariaman Diungkap Sosiolog Unand
Sosiolog Universitas Andalas, Prof. Afrizal, menjelaskan bahwa pemasungan terhadap ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) di Padang Pariaman disebabkan oleh tiga faktor utama. Pertama, kesulitan perawat atau pengasuh di rumah karena ODGJ memiliki keinginan sendiri dan membutuhkan pengawasan khusus. Kedua, masalah biaya dan BPJS, di mana banyak keluarga kesulitan mendanai pengobatan karena tidak memiliki BPJS atau enggan mengurusnya. Terakhir, kesulitan isolasi karena ODGJ sering mengganggu dan sulit dikendalikan di rumah.
Menurut Prof. Afrizal, pemasungan merupakan solusi terakhir yang diambil karena masyarakat melihat ODGJ sebagai orang yang mengganggu dan membuat malu. Ia menegaskan bahwa ODGJ memiliki hak hidup yang layak dan dilindungi seperti manusia lainnya. Pemasungan bukanlah solusi, melainkan pelanggaran hak asasi manusia dan cerminan kegagalan sistem sosial dan pemerintah dalam melindungi kelompok yang rentan.
2. Diduga Bandar Narkoba di Sungai Lansek Sijunjung Ditangkap, Polisi Sita 6,4 Gram Sabu
Seorang pria berinisial N (55) ditangkap atas dugaan peredaran penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Penangkapan dilakukan di rumahnya di Jorong Talang, Kenagarian Sungai Lansek, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, pada Selasa (18/11/2025). Dalam penggeledahan, polisi menemukan barang bukti berupa sabu-sabu dengan berat kotor 6,4 gram, serta alat-alat pendukung seperti timbangan, pipa kaca, dan handphone.
Kasat Resnarkoba Polres Sijunjung, AKP Syafwal, menyatakan bahwa penangkapan dilakukan setelah menerima informasi masyarakat tentang aktivitas transaksi narkotika yang meresahkan. Pelaku mengakui semua barang bukti tersebut adalah miliknya. Saat ini, pelaku beserta barang bukti sudah dibawa dan diamankan di Mapolres Sijunjung guna proses hukum lebih lanjut.
3. Ayah di Padang Pariaman Diduga Akhiri Hidup di Pohon Alpukat, Sempat Kirim Pesan Haru ke Anak
Seorang ayah dua anak di IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, diduga mengakhiri hidupnya di pohon alpukat usai empat hari pulang dari perantauan. Jasad korban berinisial IJ (45) ditemukan tergantung di atas pohon alpukat menggunakan seutas kabel listrik warna putih.
Hasil visum menunjukkan bahwa IJ meninggal dunia karena gantung diri. Sebelum ditemukan, IJ sempat mengirimkan pesan haru kepada anak dan mantan istri. Pesan-pesan tersebut menunjukkan perasaan rindu dan permintaan maaf. Setelah mengirimkan pesan-pesan tersebut, IJ memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.










