JAKARTA – Susu merupakan salah satu asupan penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian, terutama untuk anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Saat ini, produk susu dan turunannya semakin mudah ditemukan di berbagai pasar dengan berbagai merek dan harga yang terjangkau.
Beberapa merek susu bahkan masuk dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun kini tidak lagi menganut konsep 4 sehat 5 sempurna. Namun, belakangan yang menjadi perhatian adalah Susu Sekolah yang diberikan kepada anak-anak, namun hanya mengandung 30% susu segar. Susu tersebut diproduksi oleh PT Diamond Food Indonesia Tbk.
Di Indonesia, banyak merek susu yang beredar. Di balik merek-merek tersebut, terdapat nama-nama taipan besar dengan kekayaan melimpah. Berikut ini adalah lima taipan yang ada di balik brand susu yang bisa ditemukan di Indonesia.
1. Sabana Prawirawidjaja
Sabana Prawirawidjaja adalah pendiri PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) yang menciptakan produk susu Ultra. Usaha ini dimulai 53 tahun lalu dari usaha rumahan.
Melalui perusahaan tersebut, ia menjadi pelopor kehadiran susu UHT di Indonesia. Awalnya, produksi susu sulit karena susu cepat basi setelah diperah. Namun, Sabana berhasil menghadirkan susu dengan metode UHT yang membuatnya lebih awet tanpa merusak khasiatnya pada tahun 1972.
Kekayaannya saat ini mencapai US$940 juta atau sekitar Rp14,3 triliun. Dia bersama ayahnya, Ahmad Prawirawidjaja, membangun perusahaan susu pertamanya di Bandung pada tahun 1958.
2. Bambang Sutantio
Bambang Sutantio adalah pendiri Grup Cimory, produsen dan distributor produk susu serta makanan olahan di Jakarta. Awalnya, grup ini didirikan sebagai pengolah daging Macroprima Panganutama pada tahun 1993.
Pada tahun 2004, dia mulai bisnis susu untuk mendukung peternak sapi perah di Jawa Timur. Setelah 16 tahun berbisnis, Bambang membawa grup Cisarua Mountain Dairy ke publik pada Desember 2021. Dari aksi tersebut, Perseroan berhasil mengumpulkan dana hingga lebih dari US$200 juta.
Berdasarkan data Forbes, kekayaan Bambang Sutantio mencapai US$2,5 miliar atau sekitar Rp42 triliun.
3. Anthony Salim
Anthony Salim adalah CEO Indofood dan berada di balik produsen susu Indomilk, PT Indolakto, yang merupakan anak usaha dari Indofood CBP. Merek ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 1969.
Salim Group sendiri merupakan perusahaan milik ayahnya yang pernah mengalami masa kejayaan sebelum krisis moneter pada tahun 1998. Kini, Salim Group bercabang di berbagai bidang seperti makanan, minuman, ritel, perbankan, telekomunikasi, dan energi.
Anthony Salim memiliki kekayaan hingga US$12,5 miliar atau sekitar Rp209 triliun.
4. Chen Tsen Nan
Chen Tsen Nan adalah pendiri dan Direktur dari PT Diamond Food Indonesia Tbk. (DMND). Perusahaannya memproduksi susu dengan merk Diamond Milk serta susu yang diketahui ada di MBG, Susu Sekolah.
PT Diamond Food Indonesia Tbk awalnya didirikan pada 1995 dengan nama PT Jayamurni Tritunggal. Pada tahun 2016, PT Jayamurni Tritunggal resmi mengubah namanya dan kemudian menggelar IPO pada tanggal 22 Januari 2020 dengan kode saham DMND.
5. Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono
Hartono bersaudara, orang terkaya ketiga dan keempat di Indonesia, juga terlibat dalam bisnis susu lewat PT Global Dairi Alami (GDA) yang menjual produk susu dengan merek MilkLife.
Jejak MilkLife bermula dari pembangunan peternakan sapi modern di Subang pada tahun 2019, dua tahun setelah GDA resmi berdiri. Milklife sendiri didirikan oleh Grup Djarum dan penerus grup Kapal Api. Mereka mengembangkan bisnis ini bersama beberapa anggota trah pendiri Kapal Api Group, konglomerasi ritel penguasa pangsa pasar kopi kemasan di Indonesia.











