Latihan Marpolex 2025 di Perairan Batam: Kesiapsiagaan Maritim dan Peralatan Dalam Negeri
Latihan penanggulangan keadaan darurat laut dalam rangka Marine Pollution Exercise (Marpolex) 2025 digelar di perairan Batam pada Selasa, 18 November 2025. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan unsur maritim nasional dalam menghadapi insiden darurat di laut, terutama tumpahan minyak. Skenario utama yang digunakan adalah tabrakan antara kapal tanker MT Rina 36 dengan kapal kargo KM Melati, yang memicu kebakaran di geladak, tumpahan minyak, serta situasi Man Overboard dengan tiga awak kapal tercebur ke laut.
Salah satu fokus utama latihan ini adalah penanganan tumpahan minyak. Oil boom ditempatkan untuk membatasi sebaran tumpahan agar tidak mencapai garis pantai. Proses ini dilanjutkan dengan penggunaan skimmer untuk mengumpulkan minyak di permukaan laut. KN Sarotama P112 dari Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Uban menjadi kapal utama pembawa perangkat GULCEMAR, mulai dari oil boom sepanjang 200 meter, oil tank, diesel power pack, hose reel, hingga skimmer. Sementara itu, KN Rantos P210 turut membantu penggelaran oil boom di lokasi latihan.
Peralatan Dalam Negeri Mengisi Latihan
Menariknya, seluruh perangkat penanggulangan tumpahan minyak yang digunakan di Marpolex 2025 merupakan produk buatan Indonesia. Hal ini ditegaskan oleh Capt. Gajah Rooseno, mantan Direktur KPLP yang kini menjabat sebagai Technical Expert di Pelabuhan Bintang 99 Persada sekaligus Direktur Maritime National Training Center (MNTC) Batam.
“Peralatan yang dipakai di simulasi ini buatan OSCT Indonesia dan Slickbar Indonesia, dua industri nasional yang sudah lebih dari 25 tahun menangani peralatan oil spill,” ujar Rooseno.
Ia menambahkan bahwa OSCT juga mengerahkan oil boom sepanjang 400 meter menggunakan formasi kapal U dan J untuk latihan lokalisasi tumpahan minyak. Rooseno menekankan pentingnya respons cepat terhadap insiden tumpahan minyak.
“Begitu minyak menyentuh daratan, proses penanganannya jauh lebih sulit dan dampaknya terhadap lingkungan pesisir bisa lebih berat,” jelasnya.
Unsur-unsur yang Terlibat dalam Latihan
Latihan Marpolex 2025 melibatkan berbagai instansi maritim seperti TNI AL, Bakamla, Polairud, Basarnas, serta unsur komersial pendukung. Beberapa kapal yang terlibat dalam latihan ini antara lain:
- KN Trisula
- KN Rantos
- KN Kalian
- KN Adhara
Jajaran kapal KSOP Batam seperti KN 376, KN 330, RIB, dan KN 5249 juga turut serta dalam latihan ini. Armada PLP Tanjung Uban juga terlibat, antara lain KN Sarotama dan KN 546. Unsur Polairud, Bakamla Zona Barat, Basarnas, hingga kapal komersial pendukung seperti MT Rina 36 dan beberapa tug boat juga hadir dalam simulasi ini.
Evaluasi dan Penyempurnaan
Kepala KSOP Khusus Batam, M. Takwim Masuku, menyampaikan bahwa jalannya komunikasi antarinstansi dan mekanisme penanganan berjalan cukup baik. Meski demikian, evaluasi tetap mencatat adanya kebutuhan peningkatan teknis.
“Perlu peningkatan waktu persiapan dan kualitas sarana komunikasi. Selain itu, perlu juga dilakukan live streaming agar bisa dipantau langsung melalui link yang ditentukan,” ujar Takwim.
Latihan ini tidak hanya menjadi ajang pengujian kemampuan koordinasi dan respons cepat di lapangan, tetapi juga menjadi wadah untuk menunjukkan kesiapan dan kemandirian industri maritim nasional dalam menghadapi ancaman pencemaran laut.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











