"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Bisnis  

Produsen Gatsby dan Pixy (TCID) Kembangkan Bisnis Sewa Gudang



JAKARTA — PT Mandom Indonesia Tbk. (TCID), perusahaan kosmetik yang memiliki merek ternama seperti Gatsby dan Pixy, tengah melakukan ekspansi usaha ke sektor penyewaan gudang. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya optimalisasi aset yang dimiliki oleh perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Jumat (10/4/2026), TCID menambahkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 68126 terkait penyewaan gudang dan fasilitas penyimpanan mandiri. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan kapasitas gudang yang sudah ada sebelumnya.

Ekspansi bisnis ini tidak hanya bertujuan untuk membuka sumber pendapatan baru, tetapi juga untuk memaksimalkan penggunaan aset yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Studi kelayakan yang dilakukan oleh perseroan menunjukkan bahwa pasar pergudangan memiliki prospek yang kuat. Pertumbuhan ekonomi nasional yang kembali mencapai sekitar 5% per tahun pasca-pandemi menjadi salah satu indikator positif bagi sektor ini.

Selain itu, sektor transportasi dan pergudangan dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, permintaan terhadap layanan penyimpanan diproyeksikan akan terus meningkat.

Secara historis, antara tahun 2013 hingga 2025, lapangan usaha transportasi dan pergudangan rata-rata mengalami pertumbuhan sebesar 6,6% per tahun. Kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga mengalami peningkatan setiap tahun, yaitu dari 3,3% pada 2013 menjadi 4,83% pada 2025.

Dari data analisis tersebut, rata-rata pertumbuhan sub lapangan usaha pergudangan dan jasa penunjang angkutan, pos, dan kurir selama periode 2013–2025 mencapai 8,7% per tahun. Sub lapangan usaha ini menjadi yang paling cepat pertumbuhannya dibandingkan sub lapangan usaha lain di sektor transportasi dan pergudangan.

Perseroan juga menilai bahwa bisnis penyewaan gudang memiliki pasar yang terbatas (captive market). Hal ini berarti potensi persaingan relatif lebih rendah dibandingkan pemain pergudangan lain di sekitar lokasi operasional.

Dalam strategi pemasaran, TCID akan menargetkan penyewa baik dari kalangan afiliasi maupun non-afiliasi. Perseroan akan menawarkan tarif yang kompetitif serta menjaga kualitas fasilitas gudang yang tersedia. Penambahan KBLI ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menciptakan nilai tambah bagi perusahaan.

Selain itu, ekspansi ini juga berpotensi meningkatkan kredibilitas TCID di mata investor dan pemangku kepentingan. Dengan menggunakan sumber daya yang sudah ada, perseroan dapat mengoptimalkan penggunaan aset tanpa harus melakukan investasi besar-besaran.

Dari sisi finansial, hasil studi kelayakan menunjukkan bahwa proyek ini memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi. Indikator internal rate of return (IRR) tercatat mencapai 84,12%, dengan nilai net present value (NPV) sebesar Rp234,72 miliar dan rasio manfaat-biaya (B/C ratio) sebesar 2,58.

Sementara itu, periode pengembalian investasi diperkirakan hanya sekitar 2,58 tahun. Angka ini mencerminkan potensi pengembalian yang relatif cepat.

TCID bermaksud untuk meminta persetujuan Pemegang Saham Perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang akan diselenggarakan pada 19 Mei 2026.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *