"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Bisnis  

Upaya Pokdarwis Tingkatkan Pendapatan UMKM di Kampung Eks Dolly Surabaya

Kekompakan Masyarakat dan Pemkot Surabaya Jadi Kunci Pengembangan Wisata Eks Dolly

Kampung Wisata Eks Dolly di Kota Surabaya memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata yang mampu mendongkrak perekonomian warga sekitar. Namun, perkembangannya kini terlihat menurun, baik dari sisi UMKM maupun kunjungan wisatawan. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Ketua Pokdarwis Kampung Wisata Dolly, Budhi Christiadi.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan wisata eks Dolly sangat bergantung pada kerja sama antara masyarakat, pelaku UMKM, dan pendamping dari Pemkot Surabaya. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, hubungan tersebut mulai renggang. Akibatnya, banyak pelaku UMKM mengalami penurunan daya beli produk mereka. Bahkan, beberapa di antaranya sudah berhenti berproduksi.

Budhi menjelaskan bahwa setelah kawasan prostitusi Dolly ditutup pada 2014 lalu, sekitar 30-40 pelaku UMKM bermunculan di kawasan RW 06 hingga RW 12. Namun, hanya sedikit dari mereka yang bisa bertahan. Menurutnya, UMKM di RW 12 lebih rajin karena ada pendampingan dari pihak swasta seperti Petra, bukan dari stakeholder pemerintah.

Perlu Pendampingan yang Konsisten dari Pemkot Surabaya

Menurut Budhi, kunci utama keberhasilan pengembangan UMKM adalah adanya pendampingan yang konsisten dari pihak pemerintah. Ini mencakup bantuan dalam produksi, branding, dan pemasaran produk. Jika tidak ada pendampingan, maka usaha para pelaku UMKM akan sulit berkembang.

“Kalau 1-2 bulan difasilitasi pendampingan, setelah itu tidak ada lagi, maka produk tidak punya pasar. Mereka akan kesulitan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya program Trip Edukasi Wisata Kampung Dolly yang dulu pernah berjalan. Program ini berpotensi meningkatkan penjualan produk UMKM, karena wisatawan diajak mengunjungi tempat-tempat produksi seperti eks Gedung Wisma New Barbara, pembuatan tempe Bang Jarwo, dan Keripik Samijali. Namun, program tersebut telah berhenti sejak tiga tahun terakhir.

Kunjungan Wisatawan yang Tidak Terlaksana

Kunjungan wisatawan terakhir terjadi pada 2023 silam. Saat itu, rombongan dari sekolah Kabupaten Jombang harus gigit jari karena tidak terfasilitasi dengan baik. Bus yang membawa rombongan parkir di area parkiran umum Gedung Islamic Center, yang jauh dari lokasi Kampung Dolly. Tidak ada petugas dari pokdarwis atau pihak kelurahan yang siap menyambut dan melayani kedatangan wisatawan tersebut.

Akibatnya, informasi yang diperoleh rombongan wisatawan salah. Mereka mencari tahu dari warga yang tidak tahu apa-apa tentang program wisata Dolly. Hasilnya, mereka percaya bahwa Dolly tidak memiliki kegiatan wisata.

Informasi Kurang Mendukung Wisata

Budhi mengungkapkan bahwa minimnya koordinasi antara pelaku UMKM, pokdarwis, dan pemerintahan setempat menjadi penyebab utama. Ia berharap Pemkot Surabaya tetap memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, termasuk dalam hal pengembangan produk dan menyediakan pasar untuk berjualan.

“Kalau hanya memberi program dan pelatihan, tapi tidak ada pendampingan, tidak ada pasar, atau tidak ada yang bisa membantu marketing, maka tidak akan jalan,” katanya.


Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *