Pembunuhan di Kamar Kos: Dua Orang Tewas, Satu Luka Berat
Sebuah kejadian mengerikan terjadi di Jl Monginsidi, Nganjuk, pada malam hari Selasa (25/11/2025). Dua penghuni kos, EN (41) dan EK (22), ditemukan tewas bersimbah darah. Sementara itu, satu korban lainnya, ED, masih kritis dan dirawat di rumah sakit.
Pelaku pembunuhan, DS (30), warga Tanjunganom, berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian pada Rabu (26/11/2025) dini hari. Menurut informasi yang diperoleh, pelaku tidak hanya melakukan penusukan terhadap korban, tetapi juga diduga membakar kamar kos yang ditinggali para korban.
Fakta-Fakta Terkait Kasus Pembunuhan
Insiden ini terjadi di Jalan Monginsidi, Kelurahan Payaman, Nganjuk, Jawa Timur. Korban yang merupakan ibu dan anak tersebut ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Selain dua korban meninggal, satu lagi masih dalam kondisi kritis.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor (Kasihumas Polres) Nganjuk, Kompol Supriyanto, menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait kasus ini. “Benar (dugaan pembunuhan), TKP di Jl Monginsidi,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon.
Menurut Supriyanto, hingga saat ini penyidik masih melakukan pendalaman mengenai kasus tersebut. “Untuk korban meninggal ada dua, perempuan, satu korban lainnya masih kritis,” tambahnya.
Pelaku Membakar Kamar Kos
Selain melakukan pembunuhan, pelaku juga diduga membakar kamar kos yang ditinggali korban. Hal ini terungkap melalui video yang beredar di media sosial, khususnya Facebook. Video tersebut menampilkan momen warga yang sedang berusaha memadamkan api yang melalap kamar kos korban.
Video berdurasi 35 detik ini telah ditonton sebanyak 83 ribu kali dengan 463 like dan 255 komentar. Pengunggah video juga menambahkan tulisan bahwa “pelaku membunuh dengan menusuk dan membakar 3 korban.”
Petugas dari Satreskrim Polres Nganjuk tengah menangani kasus ini. Mereka telah melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi-saksi. Garis polisi terpasang di depan kamar kos korban, serta terdapat sisa-sisa barang yang terbakar di depan kamar tersebut.
Kesaksian Warga
Seorang warga setempat, Supinah (75), mengatakan bahwa ia mendengar suara keramaian dari luar rumahnya pada malam kejadian. Ia mengaku takut untuk keluar dan hanya melihat situasi melalui jendela.
“Saya terbangun, cepat-cepat beranjak dari kasur menuju jendela. Saya mengecek situasi lewat jendela. Ternyata sudah banyak orang, berlarian dan berteriak,” katanya.
Sementara itu, Meilysa, tetangga kos di kamar nomor 5, mendengar suara jeritan dari kamar nomor 2 yang ditempati korban. Suara tersebut terdengar sangat keras dan menembus tembok kamar kosnya.
“Teriakan itu tiba-tiba muncul, tanpa ada cek-cok atau pertengkaran terlebih dulu. Teriakan itu kencang, meminta tolong beradu dengan tangisan dan kesakitan,” kata Meilysa.
Pelaku Ditangkap
Akhirnya, pelaku pembunuhan EN dan EK berhasil ditangkap. DS (30), warga Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk, ditangkap oleh personel Satreskrim di kediamannya, Rabu (26/11/2025) dini hari.
Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso, mengungkapkan bahwa pelaku berhasil diamankan di rumahnya. “Pemeriksaan masih berlangsung,” ujarnya.
Motif Pembunuhan
Polisi mengungkapkan bahwa DS tega menghabisi nyawa korban karena rasa sakit hati. “Motif sementara mengarah pada rasa sakit hati,” kata Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca, Rabu (26/11/2025).
Sukaca menjelaskan bahwa motif itu terkuak dari hasil pemeriksaan awal terhadap pelaku. Meskipun demikian, penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan konstruksi kejadian secara menyeluruh.
Penyidik Masih Mengumpulkan Bukti Tambahan
Tim penyidik masih mengumpulkan bukti tambahan, memeriksa saksi-saksi, dan memperjelas hubungan antara terduga pelaku dan para korban. Proses penyelidikan ini dilakukan untuk memastikan kebenaran fakta-fakta yang terjadi.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."










