"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Detik-detik Rumah di Solok Terseret Banjir Sumatra Hingga Roboh

Banjir Bandang di Solok, Sumatra Barat

Detik-detik genting terjadi ketika sejumlah rumah di Solok, Sumatra Barat terseret arus banjir bandang hingga roboh akibat dihantam air deras. Video yang viral pada Kamis (27/11/2025) menunjukkan betapa mengerakannya kejadian tersebut. Banjir yang merusak puluhan rumah itu terjadi di Solok, Sumatra Barat. Bahkan rumah-rumah lantai dua tersebut tidak kuasa menahan derasnya air hingga tercabut dari pondasi dan roboh. Sebagian rumah juga terseret arus deras air banjir.

Berdasarkan keterangan resmi BNPB, hujan deras yang mengguyur Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat, sejak Rabu (26/11/2025) menyebabkan peningkatan debit air Sungai Batang Lembang dan Batang Gawan. Banjir kiriman dari daerah tetangga memperparah kondisi, sehingga sejumlah pemukiman warga di dua kecamatan terdampak tergenang air, menimbulkan risiko terhadap keselamatan jiwa dan kerusakan materil.

Banjir melanda Kecamatan Tanjung Harapan (Kelurahan Koto Panjang dan Nan Balimo) serta Kecamatan Lubuk Sikarah (Kelurahan Kampai Tabu Karambia, IX Korong, Aro IV Korong, Sinapa Piliang, VI Suku, dan Tanah Garam). Berdasarkan pendataan sementara, tercatat 598 kepala keluarga atau 3.362 jiwa terdampak, dengan 224 unit rumah terdampak. Kondisi terkini debit air masih meningkat dan meluap ke pemukiman warga. Tim BPBD Kota Solok masih melakukan evakuasi ke tempat aman, dan 11 orang telah dievakuasi.

Sejak terjadinya hujan deras, BPBD Kota Solok telah melakukan monitoring lokasi rawan banjir, koordinasi dengan OPD terkait dan perangkat kelurahan, serta melakukan assessment dan pendataan korban terdampak. Walikota Solok telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir melalui Keputusan Nomor 100.3.3.3-2212-2025, berlaku sejak 26 November hingga 27 November 2025.

Kebutuhan mendesak bagi warga terdampak meliputi sembako, makanan siap saji, velbed, selimut, bantal, jaket, family kit, alat kebersihan, tenda pengungsian, mesin sedot air, dan perahu evakuasi. BNPB menghimbau warga di wilayah rawan banjir diminta tetap tenang, waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Diimbau juga hindari aktivitas di sekitar sungai atau aliran air yang sedang naik. Pun warga diimbau siapkan dokumen penting, obat-obatan, dan kebutuhan darurat keluarga. Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi Call Center BNPB di nomor 117.

Tindakan Darurat oleh Pemerintah Daerah

Sementara itu Bupati Solok Jon Firman Pandu menekankan pentingnya gerakan cepat seluruh perangkat daerah dalam memastikan keselamatan masyarakat. “Saya berharap kita benar-benar hadir di tengah masyarakat,” tegasnya. Bupati Solok juga meminta OPD terkait, seperti Dinas PUPR, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, DPRKPP, BKD serta instansi lainnya, untuk memperkuat koordinasi antar sesama guna memberikan solusi dan bantuan kepada masyarakat, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, melaporkan bahwa Dinas Sosial telah membangun dapur umum untuk membantu masyarakat terdampak. “Lebih dari 1.000 warga tidak memungkinkan memasak di rumahnya karena banjir, termasuk warga yang diselamatkan di Muaro Busuk, Nagari Koto Hilang. Sedangkan bagi warga yang terdampak kurang dari 50 Orang, dapur umumnya ditangani oleh pemerintah nagari setempat” ucap Sekda.

Peninjauan lapangan diawali dengan meninjau dapur umum yang berlokasi di Kantor Wali Nagari Selayo. Dapur umum tersebut merupakan dapur umum gabungan untuk Nagari Selayo dan Koto Baru. Selanjutnya Bupati beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke Jorong Munggu Tanah, Nagari Selayo, Kecamatan Kubung. Di lokasi ini, sejumlah rumah penduduk yang berada di dekat tepi sungai tampak nyaris roboh akibat derasnya arus banjir. Selain itu, saluran irigasi mengalami kerusakan parah, dan lebih dari 20 hektare sawah siap panen hanya terbawa banjir.

Di hadapan OPD terkait, Bupati kembali menekankan perlunya langkah cepat dalam penanganan pascabencana agar kerusakan dan dampak sosial dapat diminimalisir. “Persiapkan untuk rehab rekon ke depan, namun yang utama kita fokus membantu masyarakat kita yang terdampak bencana banjir ini. Untuk hal-hal teknis agar segera dipercepat, namun jangan sampai melanggar aturan yang ada, lakukan sesuai prosedur. Kepada masyarakat tetap semangat, kita hadapi bencana ini bersama-sama,” ucap Bupati Jon Firman Pandu.

Selanjutnya Bupati dan Wakil Bupati meninjau Jorong Muaro Busuk, Nagari Koto Hilalang, Kecamatan Kubung. Di lokasi ini, akses masyarakat terputus total setelah jembatan penghubung hanyut terbawa arus. Wali Nagari Koto Hilalang, Yuli Endra, melaporkan bahwa 56 KK atau 175 jiwa terdampak dan tidak memiliki akses keluar dari jorong tersebut. Menangapi kondisi ini, Bupati memerintahkan Dinas PUPR, BPBD, serta OPD terkait lainnya, untuk segera membangun jembatan darurat. Selain itu, Bupati menugaskan Dinas Sosial untuk memastikan pasokan makanan bagi warga yang terlindungi, sementara Dinas Kesehatan diminta mengatur layanan kesehatan darurat.

Bupati juga meninjau adanya kerusakan di bawah jembatan penghubung jalan nasional yang berada di Koto Baru, yang lokasinya tidak jauh dari Kantor Camat Kubung. Di lokasi sekitar jembatan terutama di bawah jembatan tersebut, dapat dilihat kondisi tanahnya sudah tergerus oleh air sungai, sehingga sangat berdampak pada kerusakan jembatan, maupun keselamatan pengendara yang melewati jembatan Koto Baru tersebut. Tampak hadir mendampingi anggota DPRD Kabupaten Solok Endang Fitri.

Selanjutnya Bupati beserta rombongan juga mengunjungi masyarakat yang terdampak di Jorong Sawah Pasia Nagari Koto Baru. Di sana Bupati berdialog langsung dengan masyarakat setempat, dan memberikan semangat untuk tetap tegar dalam menghadapi musibah. “Kita menghadapi sama-sama ya bapak ibu, semoga semuanya lekas pulih dan diberi kekuatan,” ujar Bupati.

Selama peninjauan lapangan, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk hadir sepenuhnya dalam penanganan bencana. “Keselamatan dan kebutuhan masyarakat adalah prioritas utama,” ujarnya. Dengan langkah cepat ini, pemerintah daerah berharap kondisi warga dapat segera tertangani dan akses masyarakat kembali pulih dalam waktu dekat.

Peninjauan Lapangan dan Keterlibatan Stakeholder

Selain Bupati dan Wakil Bupati, tampak hadir mendampingi Sekda Medison, Ketua TP. PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu, Asisten II Jefrizal, jajaran Kepala OPD Teknis terkait, Camat Kubung Acil Fasra, Camat X Koto Singkarak Chrismon Darma, Camat Junjung Sirih Neni Amelia, unsur Forkompimcam dan Wali Nagari setempat.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *