Jenazah Brigadir Tri Irwansyah Telah Dimakamkan
Jenazah Brigadir Tri Irwansyah, anggota polisi Polda Riau yang tewas dalam insiden banjir bandang di Sumatera Barat (Sumbar), telah dimakamkan pada hari Sabtu (29/11/2025). Prosesi pemakaman dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Delima, Kota Pekanbaru. Jenazah korban ditempatkan di lokasi sekitar 2,5 kilometer dari rumahnya di Jalan Srikandi.
Prosesi pemakaman berlangsung secara kedinasan dengan hadirnya sejumlah personel Brimob Polda Riau yang berbaris rapi dan memegang senjata. Di sekitar makam juga didirikan sebuah tenda putih. Ratusan pelayat hadir, termasuk para tetangga, rekan kerja, dan keluarga besar.
Brigadir Tri Irwansyah merupakan salah satu anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau. Saat kejadian, ia sedang melintasi kawasan Jembatan Kembar, Silaiang, Padang Panjang bersama Ipda Angga Mufajar. Keduanya terjebak banjir bandang saat menggunakan mobil Toyota Innova hitam berpelat BM 1370 AAJ. Sampai saat ini, keberadaan Ipda Angga masih belum diketahui.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, mengungkap bahwa jenazah Brigadir Tri Irwansyah sudah dibawa ke Pekanbaru. Ia menambahkan bahwa pencarian terhadap Ipda Angga masih berlangsung.
Menurut informasi yang dihimpun, kedua anggota tersebut sedang melakukan tugas dinas di wilayah Sumbar. Mereka bertugas untuk penyelidikan dan penyidikan tindak pidana di Padang, khususnya melakukan pemeriksaan saksi di Lapas Padang. Kedua petugas tersebut berangkat ke Sumbar sehari sebelum kejadian, yaitu pada Rabu (26/11/2025).
Penghargaan bagi Almarhum
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menyampaikan bahwa Brigadir Tri Irwansyah akan mendapat kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi. Artinya, almarhum akan diberi pangkat Bripka Anumerta. Hal ini disampaikan setelah Kapolda melaporkan ke pimpinan, termasuk kepada Kapolri.
“Insyaallah akan diberikan penghargaan, pemberian pangkat setingkat lebih tinggi,” ujar Irjen Herry. Penghargaan ini diberikan karena almarhum meninggal dunia saat menjalankan tugas. “(Almarhum) melakukan pemeriksaan terhadap salah satu tersangka di Lapas Padang,” tambahnya.
Kapolda juga memastikan bahwa keberadaan Ipda Angga Mufajar masih belum diketahui. “Yang satu sampai sekarang belum ketemu, nanti bisa dilihat (dicek, red) dari jenazah yang sudah ketemu,” paparnya.
Data Korban Banjir Bandang di Sumbar
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat melaporkan adanya 61 korban meninggal dunia, 90 orang hilang, dan delapan luka-luka akibat rangkaian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumbar. Data tersebut dihimpun hingga Jumat (28/11/2025) pukul 20.00 WIB.
Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, membenarkan jumlah korban tersebut. Ia merinci kondisi korban di masing-masing daerah:
- Kabupaten Padang Pariaman: satu orang hilang dan dua luka.
- Kabupaten Agam: 47 orang meninggal dunia, 83 hilang, dan dua luka.
- Kota Padang: lima orang meninggal.
- Kota Solok: satu orang meninggal.
- Kota Padang Panjang: tujuh orang meninggal, tiga luka.
- Kabupaten Pasaman Barat: satu orang meninggal, enam hilang, dan satu luka.
BPBD Sumbar menegaskan bahwa seluruh data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan serta pencarian yang masih berlangsung.











