"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Sampah Jadi Berkah, Pendidikan Jadi Nyata: PLN UID S2JB Luncurkan Program Bayar SPP dengan Sampah

Program SPP Dibayar Sampah: Kolaborasi untuk Pendidikan dan Lingkungan

PLN UID S2JB menghadirkan inovasi baru dalam upaya mengatasi masalah lingkungan sekaligus memberikan akses pendidikan bagi anak-anak yatim dan dhuafa. Program Pengelolaan Sampah Pintar untuk Pendidikan resmi dijalankan dengan kolaborasi antara PLN UID S2JB, Yayasan Qur’anic Farm Indonesia, dan Bank Sampah Indonesia.

Program ini dirancang sebagai solusi kreatif yang menggabungkan isu sosial dan lingkungan. Dengan memanfaatkan sampah organik dari rumah warga, siswa-siswi di Sekolah Qur’anPreneur Indonesia dapat melanjutkan pendidikan tanpa biaya SPP. Mereka cukup menyetorkan sampah seperti sisa sayuran, kulit buah, dan limbah dapur lainnya.

Proses Pengolahan Sampah Menjadi Manfaat

Sampah yang dikumpulkan kemudian diolah oleh tim Bank Sampah Indonesia Legacy menjadi pupuk kompos dan Nutrisi Organik Cair (NOC). Produk-produk ini memiliki nilai ekonomis dan digunakan untuk mendukung operasional sekolah serta pengembangan fasilitas pendidikan.

Setiap periode pengumpulan, rata-rata 350 hingga 800 kilogram sampah organik berhasil dihimpun. Selain itu, program Sedekah Sampah juga berhasil mengumpulkan 1.454 kilogram sampah plastik. Sebanyak 311 peserta dari berbagai sekolah telah mengikuti kegiatan edukasi lingkungan dan praktik pengolahan sampah di lokasi baru Bank Sampah Indonesia Legacy.

Partisipasi Masyarakat yang Luas

Kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong partisipasi luas masyarakat. Sebanyak 150 kepala keluarga terlibat dalam pemilahan sampah dari rumah. Hal ini mencerminkan perubahan pola pikir masyarakat tentang sampah.

General Manager PLN UID S2JB Adhi Herlambang, yang diwakili oleh Senior Manager Perencanaan PLN UID S2JB, Armunanto, menyampaikan bahwa program ini adalah bukti bahwa energi kolaborasi dapat mengubah masalah menjadi manfaat bagi masyarakat.

“Program ini bukan sekadar tentang pengelolaan sampah, tetapi tentang membuka akses pendidikan tanpa menyerah pada keadaan, serta membangun budaya peduli lingkungan dari rumah,” ujarnya.

Apresiasi dari Pemerintah Kota Palembang

Pemerintah Kota Palembang juga memberikan apresiasi terhadap program ini. Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi Pembangunan dan Investasi, Riza Pahlevi MA, menegaskan pentingnya gotong royong dalam menyelesaikan persoalan sosial dan lingkungan.

“Program Pengelolaan Sampah Pintar untuk Pendidikan adalah bukti bahwa kolaborasi mampu menjawab persoalan masyarakat secara kreatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Peran Bank Sampah Indonesia Legacy

Ketua Bank Sampah Indonesia Legacy, Denny Satria, menyampaikan bahwa program ini telah mengubah cara masyarakat memandang sampah. “Program ini mengajarkan bahwa sampah bukan lagi beban, tetapi sumber keberkahan ketika dikelola dengan benar,” katanya.

Dukungan PLN membuat fasilitas dan kapasitas produksi Bank Sampah Indonesia Legacy berkembang sehingga manfaatnya terasa luas. Semoga semangat gotong royong ini terus tumbuh dan menginspirasi.

Apresiasi dari Yayasan Qur’anic Farm Indonesia

Ketua Yayasan Qur’anic Farm Indonesia, Brillian, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan oleh PLN. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN UID S2JB atas kepercayaan dan dukungan melalui program TJSL PLN Peduli,” ujarnya.

Berkat kolaborasi ini, anak-anak yatim dhuafa dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya, dan masyarakat mendapatkan pengetahuan baru tentang pengelolaan sampah yang bermanfaat. Mudah-mudahan kerja sama ini terus berlanjut dan memberi dampak lebih besar bagi masyarakat.

Komitmen PLN UID S2JB

Melalui program ini, PLN UID S2JB memperkuat komitmen dalam mendukung implementasi SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta mendorong ekonomi sirkular yang memperkuat keberlanjutan lingkungan dan akses pendidikan yang lebih berkeadilan.


Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *