Peristiwa Kecelakaan yang Membuat Guru Syok
Dyah Ayu Kartika, seorang wali kelas XI F2 di MAN 2 Karanganyar, sempat melewati lokasi kecelakaan tanpa menyadari bahwa korban adalah salah satu muridnya. Kejadian tersebut terjadi di Jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, pada Selasa (2/12/2025) pagi.
Saat itu, Dyah sedang berangkat mengajar dan melintas di lokasi kecelakaan. Kondisi jalan yang macet dan kerumunan warga membuatnya merasa tidak nyaman. Ia mulai memikirkan kemungkinan bahwa kecelakaan itu mungkin saja menimpa salah satu muridnya. “Dari pagi saya lewat di lokasi kejadian, dan kondisinya macet, trus saya mbatin kecelakaan apa ya, dan sampai dilokasi warga sudah membersihkan sisa darah dengan pasir, saat itu saya mbatin, jangan-jangan itu murid saya,” kata Dyah.
Setelah tiba di sekolah, ia masih mencoba menepis firasat buruk tersebut. Namun, kabar pilu akhirnya datang. Dyah tak menyangka, jejak pasir yang menutup genangan darah di tepi jalan adalah milik salah satu murid yang ia sayangi dan ampu, yaitu Selvia Dhira Raehanah.
Awalnya, ia mendapatkan kabar jika ada muridnya yang menjadi korban. Namun, Dyah sempat menyangsikannya karena ada guru lain yang memiliki nama sama dengannya. Keraguan itu runtuh ketika kepala sekolah memanggilnya dan murid-muridnya menangis histeris. “Kebetulan nama Dyah ada dua, namun kepala sekolah manggilnya ternyata saya dan teman-temannya pada nangis, saya shock,” ujarnya.
Kronologi Kecelakaan yang Menewaskan Siswa
Selvia Dhira Raehanah, siswi berusia 16 tahun dari MAN 2 Karanganyar, menjadi korban kecelakaan di Jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Selasa (2/12/2025) pagi. Pelajar asal RT 05, RW 03, Dusun/Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar itu tewas seketika di lokasi kejadian.
Menurut informasi dari Ketua RT setempat, Agus Suharto, korban sedang dalam perjalanan menuju sekolahnya. Nahas, korban diduga terlindas truk usai bersenggolan dengan motor lain. “Dari informasi yang saya dapat saat di lokasi kejadian, korban hendak menyalip truk, namun bersenggolan dengan motor hingga terjatuh dan masuk kolong truk,” kata Agus.
Warga setempat mengingat sosok almarhumah sebagai pribadi yang baik dan cenderung lugu. Agus mengaku kaget mendengar kabar duka itu. Menurutnya, korban sendiri belum lama diperbolehkan untuk mengendarai sepeda motor. “Saya kaget dapat kabar itu, setahu saya ayahnya sangat ketat dalam mendidik anaknya termasuk almarhumah, almarhumah baru diperbolehkan berkendara motor baru setahun lalu,” ungkap dia.
Suara Keras yang Menggegerkan Warga
Suara keras yang bersumber dari insiden itu terdengar hingga ke rumah warga di sekitar lokasi kejadian. Suryanti (60), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, mengaku mendengar suara keras dari dalam rumahnya sekitar pukul 06.30 WIB. “Saya tak tahu kronologinya, tapi saya mendengar suara ‘mak broug’,” kata Suryanti.
Ia menjelaskan, saat mendengar suara keras itu ia sempat kaget. Ia baru mengetahui sumber suara tersebut berasal dari kecelakaan saat menanyakan kepada tetangga yang melintas. “Saya tak berani ke sana karena sudah takut setelah mendengar suara keras itu,” pungkasnya.
Penyelidikan dan Pernyataan Petugas
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi di Jalan Solo–Purwodadi KM 10, tepatnya dekat Koperasi Simpan Pinjam dan Perbankan Syariah, Kecamatan Gondangrejo, Selasa (2/12/2025) pagi. Kecelakaan ini melibatkan Honda Beat biru-putih yang dikendarai seorang pelajar perempuan. Korban yang merupakan warga Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, dikabarkan meninggal dunia dengan luka parah.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Karanganyar Ipda Faham R, mewakili Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Agista Ryan Mulyanto, membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Namun pihaknya masih mengumpulkan data dan kronologi kejadian. “Iya, namun saat ini anggota kami sedang meluncur ke lokasi kecelakaan, untuk mencari kelengkapan datanya,” kata dia.
Kades Selokaton, Sutino, juga membenarkan warganya terlibat kecelakaan di Jalan Solo–Purwodadi, tepatnya di Dusun Mendungsari, Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo. Ia menyebut identitas korban adalah Selvia Dhira Raehanah, warga Dusun/Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo. “Benar warga kami menjadi korban kecelakaan, dan merupakan pelajar MAN 2 Karanganyar kondisi meninggal di lokasi,” ujarnya singkat.

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











