Kehadiran Bus BTS di Kota Manado: Harapan dan Tantangan
Kehadiran bus Buy The Service (BTS) di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), telah memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Di satu sisi, sejumlah warga menyambut baik kehadiran bus tersebut karena dinilai lebih murah, bersih, dan bebas asap rokok. Di sisi lain, para sopir angkutan kota atau mikrolet menunjukkan penolakan terhadap kehadiran bus BTS. Hal ini mencerminkan perbedaan pandangan antara masyarakat umum dan para pengemudi angkot.
Penolakan dari Sopir Mikrolet
Pada Selasa (2/12/2025), gelombang protes terhadap operasional Trans Bus Buy The Service (BTS) oleh sejumlah sopir mikrolet mencuat di Kota Manado. Beberapa kejadian penghadangan bus oleh pengemudi mikrolet terjadi di sejumlah tempat hingga ramai dibicarakan di media sosial. Aksi tersebut langsung viral dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Para sopir mikrolet meminta pengemudi bus untuk menghentikan kendaraan dan berhenti beroperasi. Bahkan ada yang mendesak agar penumpang diturunkan dan naik mikrolet saja. Aksi ini menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan menciptakan suasana tegang di lokasi.
Salah satu penumpang, Andriani, turut menjadi saksi mata. Ia mengaku kaget ketika bus yang ditumpanginya tiba-tiba dihentikan sekelompok sopir mikrolet saat melintas di persimpangan Terminal Malalayang, Kecamatan Malalayang Satu Barat, Selasa (2/12/2025). Menurutnya, para sopir mikrolet juga meminta seluruh penumpang turun dan berpindah naik mikrolet mereka. Sempat terjadi cekcok antara sopir mikrolet dan sopir bus BTS. Meski begitu, sopir bus tetap tenang dan hanya menjelaskan bahwa ia sedang menjalankan tugas pelayanan publik.
Penyelesaian Masalah dengan Bantuan Polisi
Ketegangan yang tak terhindarkan itu akhirnya mereda setelah aparat kepolisian dari Polsek Malalayang tiba di lokasi. Petugas langsung mengamankan situasi, menenangkan para sopir yang terlibat, dan membuka kembali arus lalu lintas yang sebelumnya tersendat. Elwin, Kapolsek Malalayang, menjelaskan bahwa kejadian tersebut hanya kesalahpahaman karena apa yang disampaikan oleh pemerintah tidak diserap dengan baik.
“Benar sempat terjadi salah paham sehingga para sopir sempat melakukan penghadangan,” ujar Elwin saat ditemui di kantornya, Selasa (2/12/2025). Ia menambahkan bahwa Bus BTS yang sempat dihadang telah dilepas. “Saat ini kita sementara buat pertemuan lagi antara pemerintah dan sopir angkot untuk mencari jalan keluar,” pungkasnya.
Harapan Warga untuk Harmoni Transportasi
Meski ada penolakan dari para sopir mikrolet, sebagian besar warga Manado, khususnya pengguna angkot, setuju dengan kehadiran bus angkutan umum. Tante Nona, warga Malalayang, bilang bahwa bus BTS memberi pilihan baru kepada para pengguna angkutan umum. “Kalau sudah ada bus, masyarakat bisa leluasa. Kalau dilihat, tentu fasilitasnya lebih baik dan lebih nyaman,” katanya.
Ia menilai, semakin banyak pilihan moda transportasi umum semakin bagus. “Mikrolet tidak boleh egois. Ada bus, kami masyarakat kecil yang diuntungkan.” Katanya lagi, mikrolet jangan dilarang tapi harus memperhatikan aturan dan tertib di jalan. “Mikrolet terjangkau dan punya kelebihan bisa berhenti di mana saja. Kalau bus hanya di titik tertentu.”
Eliz, warga lainnya menilai, dengan kehadiran BTS, sopir mikrolet harusnya belajar. “Mikrolet harus dibuat lebih nyaman. Selama ini mikrolet manja karena bertahun-tahun cuma mereka pilihan transportasi umum dalam kota.” Lebih dari itu, ia berharap sopir mikrolet lebih tertib di jalan raya. “Kalau ada pilihan lain, pembanding, tentu sopir mikrolet harus berbenah, buat bagus mobilnya.”
Pilihan Baru Angkutan Umum
Harapan Andriani menjadi suara banyak warga yang menginginkan transportasi kota berjalan harmonis, saling mendukung, dan memberi manfaat bersama. Sebab pada akhirnya, masyarakatlah yang membutuhkan layanan aman, terjangkau, dan nyaman.
Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."











