Data Korban Banjir dan Longsor di Sumatera dan Aceh
Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, mencapai 631 jiwa. Data ini diperbarui pada pukul 11.00 WIB, yang menunjukkan bahwa situasi bencana masih sangat mengkhawatirkan.
Berikut rincian korban berdasarkan provinsi:
- Aceh: 173 orang meninggal dunia, 204 jiwa hilang, dan 1.800 orang terluka.
- Sumatera Barat: 165 orang meninggal dunia, 114 jiwa hilang, dan 112 orang terluka.
- Sumatera Utara: 293 jiwa meninggal dunia, 153 orang hilang, dan 614 orang terluka.
Selain itu, sebanyak 2.600 orang terluka dan 472 jiwa belum ditemukan. Jumlah ini menunjukkan dampak besar dari bencana yang terjadi. Tidak hanya itu, setidaknya 1 juta warga harus mengungsi akibat bencana ini.
Kerusakan Infrastruktur
Data Pusdatin BNPB juga menunjukkan kerusakan infrastruktur yang parah. Sebanyak 3.500 rumah warga rusak berat, 2.000 rumah rusak sedang, dan 3.500 unit rumah rusak ringan. Selain itu, terdapat 277 jembatan yang rusak dan 322 fasilitas pendidikan yang terkena dampak bencana.
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto
Presiden RI, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan ke empat lokasi terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera. Lokasi-lokasi tersebut antara lain Tapanuli Tengah (Tapteng), Medan, Aceh Tenggara, dan Padang Pariaman. Saat hadir di tengah-tengah pengungsi, Prabowo memberi semangat kepada masyarakat dengan menyampaikan bahwa prediksi cuaca terburuk sudah lewat.
“Kita bersyukur cuaca membaik. Ramalannya juga yang terburuk sudah lewat,” ujar Prabowo di Tapteng, Sumatera Utara.
Meskipun cuaca membaik, Prabowo menekankan bahwa perubahan iklim menjadi tantangan jangka panjang yang harus dihadapi oleh pemerintah pusat maupun daerah.
Janji-Janji Pemerintah
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan ketersediaan anggaran untuk membantu korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Anggaran tersebut berasal dari kebijakan efisiensi yang telah dilakukan pemerintah.
“Alhamdulillah kita punya anggarannya, kita lakukan penghematan banyak di pusat supaya sebanyak mungkin bantuan, sebanyak mungkin kita bisa membantu kepentingan rakyat di paling bawah, desa, kecamatan. Itu sasaran kita,” ujar Prabowo saat menemui pengungsi di Kutacane, Pulo Sanggar, Aceh Tenggara.
Dalam kunjungannya, Prabowo juga menjanjikan beberapa hal penting, seperti:
- Pasokan BBM yang akan segera datang ke kawasan terdampak air bah.
- Listrik yang akan segera kembali menyala.
- Pembukaan akses jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir.
- Penyediaan air bersih yang sempat terkendala karena banjir.
- Perbaikan rumah-rumah rusak pasca-banjir.
- Perbaikan sekolah-sekolah yang rusak.
- Menangani masalah korupsi dengan memastikan kekayaan negara tidak bocor.
Reaksi Masyarakat
Saat berdialog dengan warga korban banjir di Kasai Permai, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat berjuang sendirian mengatasi bencana ini.
“Ini musibah, saya turut berduka cita dengan keluarga yang kehilangan. Dan saya berdoa, bapak-bapak, ibu-ibu, tabah, tegar. Percaya kita semua satu keluarga besar, kita tidak akan membiarkan saudara-saudara sendiri memikul beban,” kata Prabowo.
Warga korban banjir juga merespons dengan antusias. Saat Prabowo bertanya apakah mereka suka jika dirinya menindak para maling negara, warga menjawab dengan riuh.
“Hidup Prabowo!” teriak warga.
Harapan Bupati Aceh Tenggara
Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, menyampaikan harapan bahwa Presiden Prabowo bisa menjadi presiden seumur hidup. Namun, Prabowo langsung menolak dengan menggeleng-geleng kepala dan melambaikan tangan.
Artikel ini tayang di Kompas.com
Baca berita lainnya di Google News
Bergabung dan baca berita menarik lainnya di saluran WhatsApp
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."











